ROH KUDUS ADALAH SANG AGEN PERTOBATAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Fransiskus dr Assisi – Kamis, 4 Oktober 2018)

Keluarga Besar Fransiskan: Hari Raya S. Fransiskus dr Assisi, Pendiri Tarekat

Setelah itu Tuhan menunjuk tujuh puluh murid yang lain, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada Tuan pemilik tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah, sesungguhnya Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau kantong perbekalan atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalau kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu: Damai sejahtera bagi rumah ini. Jikalau di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ dan katakanlah kepada mereka: Kerajaan Allah sudah dekat padamu. Tetapi jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu tidak tidak diterima di situ, pergilah ke jalan-jalan raya kota itu dan serukanlah: Juga debu kotamu yang melekat pada kaki kami, kami kebaskan di depanmu; tetapi ketahuilah ini: Kerajaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepadamu: Pada hari itu Sodom akan lebih ringan tanggungannya daripada kota itu.” (Luk 10:1-12) 

Bacaan Pertama: Ayb 19:21-27; Mazmur Tanggapan: Mzm 27:7-9,13-14 

Bagi para petani, masa panen adalah kulminasi tidak hanya dari pengharapan dan impian, melainkan juga masalah keuangan, doa-doa dan keringat. Ketika masa panen/tuaian tanaman padi tiba, maka proses tuaian padi dimulai dengan intensitas yang luar biasa karena waktu yang tersedia sangatlah terbatas mengingat akan datangnya waktu untuk membajak lahan dst. untuk menanam benih lagi. Demi hasil tuaian yang baik di masa berikutnya, keluarga mengorbankan waktu istirahat/tidur mereka dlsb. – malah segalanya untuk menjamin tidak ada bulir padi yang menjadi sia-sia karena tidak dipanen.

Seperti seorang petani, Yesus juga memiliki keprihatinan atas hasil tuaian, yaitu hasil tuaian yang berupa jiwa-jiwa. Yesus merasa haus akan semua orang yang diciptakan-Nya. Dia minta kepada kita – yaitu keluarga-Nya – untuk membawa mereka kepada-Nya sekarang dan sampai kekal. Apakah hal ini kelihatannya seperti pekerjaan besar? Yesus mengetahui magnitude dari tugas ini. Itulah sebabnya mengapa Dia tidak hanya mendaftarkan upaya kita, melainkan juga minta kepada kita untuk mendoakan para mitra kerja kita (Luk 10:2). Yesus ingin menyampaikan kepada kita urgency dari misi yang ditetapkan; Dia ingin kita fokus, tidak mengalami pelanturan yang disebabkan urusan duniawi (Luk 10:4,7).

Akan tetapi, kabar baiknya adalah bahwa bagian paling berat/sulit dari pekerjaan itu telah dilakukan. Yesus telah mati dan bangkit. Roh Kudus telah dicurahkan. Gereja didirikan. Buahnya berlimpah. Para tetangga, mitra kerja, keluarga, teman-teman, orang-orang asing – orang-orang di mana saja rindu untuk mendengar pesan dari kasih Allah. Setiap dari jiwa-jiwa itu diciptakan untuk Allah, dan Allah mempunyai hasrat kuat untuk melihat agar tidak seorang pun tertinggal pada waktu tuaian besar didapat ( 1Tim 2:4).

Kita harus menerima kenyataan bahwa tugas tersebut kelihatannya tidak mudah. Namun kita tidak perlu menyerah; sebaliknya marilah kita berdoa. Kita dapat dengan bebas mengakui bahwa sekadar kata-kata tidaklah memiliki daya-kekuatan apa pun guna membawa siapa saja untuk bertobat. Namun Roh Kudus adalah sang agen pertobatan. Marilah kita menaruh kepercayaan kita pada-Nya. Selagi kita membawa buah kasih dan damai sejahtera melalui jalan sehari-hari bersama Allah (Gal 5:22-23), kita akan melihat buah dalam upaya-upaya evangelisasi kita. Apabila kita minta Roh Kudus untuk membuka mata kita bagi kesempatan-kesempatan untuk meng-sharing-kan sabda Allah, kita pun akan terkagum-kagum atas apa yang kita lihat.

DOA: Bapa surgawi, bawalah semua orang pulang kepada-Mu. Kirimlah para pekerja dalam kuasa Roh Kudus-Mu untuk hasil panenan/tuaian-Mu. Biarlah diriku mengatakan: “Di sini aku, ya Tuhan, kirimlah aku!”. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10:1-12), bacalah tulisan yang berjudul “KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT” (bacaan tanggal 4-10-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2018. 

Cilandak, 1 Oktober 2018 [Pesta S. Teresia dr Kanak-kanak Yesus, Perawan & Pujangga Gereja] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements