MENJADI PELAKU FIRMAN ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Selasa, 25 September 2018)

Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mendekati Dia karena orang banyak. Orang memberitahukan kepada-Nya, “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.” Tetapi Ia menjawab mereka, “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” (Luk 8:19-21) 

Bacaan Pertama: Ams 21:1-6,10-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:1,27,30,34-35,44

Dalam bagian Injil Lukas ini tercatat pengajaran Yesus tentang kemuridan/pemuridan. Mengikuti Yesus berarti mendengar sabda Allah dan berbuah (Luk 8:4-15). Murid Yesus yang sejati harus memiliki terang yang bercahaya dan tidak boleh tersembunyi (Luk 8:16). Para murid Yesus dapat mempunyai iman kepada Yesus dan tidak perlu takut terhadap angin ribut dalam kehidupan mereka (Luk 8:22-25). Sekali lagi, Yesus mengusir roh jahat dari seorang laki-laki di Gerasa dan atas dasar perintah Yesus sendiri, orang itu pun dengan penuh sukacita pergi ke seluruh kota dan memberitahukan segala sesuatu yang telah diperbuat Yesus atas dirinya (Luk 8:39).

Sekarang, marilah kita membayangkan sejenak apa yang terjadi seturut bacaan Injil hari ini. Banyak orang berkumpul di sekeliling Yesus untuk mendengar apa yang akan/sedang dikatakan oleh rabi dari Nazaret ini, walaupun mereka tidak selalu memahami perumpamaan-perumpamaan-Nya. Kemudian, muncullah Ibu Maria dan saudara-saudara Yesus, dan karena padatnya orang-orang yang berkumpul di situ, mereka tidak dapat mendekati  Yesus. Jadi, tidak mengherankanlah apabila ada orang yang memberitahukan kepada Yesus: “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau” (Luk 8:20). Jawab Yesus: “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk 8:21).

Apakah kiranya yang dimaksudkan Yesus dengan jawaban-Nya itu? Apakah ini berarti bahwa Yesus tidak merasa peduli pada ibu dan keluarga-Nya? Tentu saja tidak! Siapa yang lebih baik dalam memahami kata-kata Yesus itu selain Maria, yang memiliki hasrat tetap untuk melakukan kehendak Bapa surgawi (Luk 1:38)? Lukas tidak mencatat apa yang dilakukan oleh Yesus selanjutnya, namun akal sehat kita mengatakan bahwa tentulah Dia menyambut ibu dan saudara-saudara-Nya, kalau pun tidak langsung ketika mengajar orang banyak itu. Bagi Yesus, menempatkan orang-orang lain sebagai lebih penting daripada keluarga-Nya sendiri sebenarnya bertentangan dengan yang kita ketahui sebagai benar tentang Allah dan juga melawan seluruh ajaran tentang keluarga yang terdapat dalam Kitab Suci (bacalah “Sepuluh Perintah Allah”, khususnya Kel 20:12).

Dalam tanggapan-Nya, Yesus menyatakan bahwa “mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” akan menjadi dekat dengan Yesus seperti para anggota keluarga-Nya sendiri. Ini adalah sebuah janji pengharapan dan sukacita. Kita sendiri dapat mempunyai keintiman yang sama dengan Yesus, kedekatan yang sama, dan relasi kasih yang sama seperti yang dimiliki-Nya dengan ibu dan semua anggota keluarga-Nya. Kita bukan hanya akan menjadi dekat dengan Yesus, melainkan juga – seperti halnya dengan setiap keluarga – kita pun mulai kelihatan seperti Dia. Kita akan mengambil oper karakter-Nya dan mulai berpikir dan bertindak seperti Yesus. Ini adalah janji bagi kita yang berdiam dalam sabda Allah dan senantiasa berupaya untuk mewujudkan sabda-Nya menjadi tindakan nyata.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau menjanjikan kepada kami suatu relasi yang intim dan penuh kasih dengan diri-Mu. Tolonglah kami agar dapat mengalami kasih-Mu selagi kami menjalani hari-hari kehidupan kami untuk melakukan kehendak Allah. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 8:19-21), bacalah tulisan yang berjudul “MENDENGARKAN FIRMAN ALLAH DAN MELAKUKANNYA” (bacaan tanggal 25-9-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 26-9-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 23 September 2018 [HARI MINGGU BIASA XXV – TAHUN B] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements