SETIAP HARI MANUSIA DIHADAPKAN PADA PILIHAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXI [Tahun B] – 26 Agustus 2018)

 

Sesudah mendengar semuanya itu banyak dari murid-murid Yesus yang berkata, “Perkataan ini keras, siapakah yang sanggup mendengarkannya?” Yesus yang di dalam hati-Nya tahu bahwa murid-murid-Nya bersungut-sungut tentang hal itu, berkata kepada mereka, “Apakah perkataan itu mengguncangkan kamu? Bagaimana jika kamu melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana Ia sebelumnya berada? Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup. Tetapi di antaramu ada yang tidak percaya.” Sebab Yesus tahu dari semula, siapa yang tidak percaya dan siapa yang akan menyerahkan Dia. Lalu Ia berkata, “Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorang pun yang dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya.” Mulai saat itu banyak murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.

Lalu kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya, “Apakah kamu tidak mau pergi juga?” Jawab Simon Petrus kepada-Nya, “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu bahwa Engkaulah Yang Kudus dari Allah.” (Yoh 6:60-69) 

Bacaan Pertama: Yos 24:1-2,15-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-3,16-23; Bacaan Kedua: Ef 5:21-32

“Inilah roti yang telah turun dari surga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Siapa saja yang makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” (Yoh 6:58)

Petikan sabda Yesus di atas diambil dari bacaan Injil Minggu lalu (Hari Minggu Biasa XX), yaitu dari Yoh 6:51-58. Dalam bacaan Injil Minggu lalu itu diperlihatkan kemutlakan Yesus sebagai sang Pemberi hidup. Dia adalah makanan dan minuman jiwa kita. Memakan Dia berarti hidup dan tidak memakan Dia berarti mati. Siapakah Yesus sebenarnya sampai-sampai mempunyai peranan yang begitu mutlak dalam perkembangan hidup kita sebagai manusia dan sekaligus orang Kristiani? Hanya Allah yang mutlak dan tidak ada seorang pun yang dapat memainkan peranan yang mutlak dalam hidup manusia selain Allah. Bagaimana Yesus dapat mengatakan hal itu? Tidaklah mengherankan jika banyak dari murid-murid Yesus menjadi tidak percaya, dan seperti orang-orang Yahudi mereka juga bersungut-sungut.

Yesus yang mengetahui hal itu tidak menarik kembali kata-kata-Nya. Yesus malah balik menantang para murid-Nya dengan suatu misteri yang lebih besar lagi. Jika kata-kata yang diucapkan-Nya sudah mengguncangkan iman mereka, “bagaimana jika mereka melihat Anak Manusia naik ke tempat di mana sebelumnya Ia berada? (Yoh 6:62). Apakah maksud kata-kata ini dan mengapa hal itu pasti akan lebih mengguncangkan iman mereka lagi? Naik ke tempat di mana sebelumnya Ia berada berarti kembali kepada Bapa dan masuk dalam  kemuliaan-Nya. Lalu mengapa hal ini akan lebih mengguncangkan iman para murid-Nya? Karena naik ini terjadi melalui salib penyerahan diri-Nya.

Kita semua telah melihat betapa salib telah mengguncangkan iman para murid (lihat Mrk 8:31-33 dan Luk 24:13-35) dan akan selalu mengguncangkan iman sepanjang masa. Kata-kata ini tiba-tiba saja diteruskan Yesus dengan pernyataan tentang peredaan antara roh dan daging serta apa sebenarnya  bobot  kata-kata-Nya itu (Yoh 6:63). Di sini Yesus sebenarnya mau menghantar kita semua ke bagian berikutnya. Kata-kata-Nya itu hanya dapat diterima dalam iman karena bobot kata-kata-Nya memang mengatasi apa yang dipikirkan manusia yang dapat dikatakan hanyalah daging. Hanya firman-Nya adalah benar-benar “roh dan hidup” artina yang dapat memberikan semangat dan kehidupan. Kapan hal ini terjadi? Kalau kita percaya, yakni kalau kita menerima Dia sebagai yang berasal dari Allah. Pada waktu itu kata-kata-Nya tidak akan lagi mengguncang iman kita, Kata-kata-Nya menjadi roh dan hidup bagi kita.

Akan tetapi, kita harus ingat bahwa menerima Yesus itu tidak berada dalam kemampuan kita sebagai manusia, melainkan soal Allah, soal keputusan bebas Allah yang memberi anugerah kepada orang yang dikehendaki-Nya (Yoh 6:64-66). Inilah rahasia pilihan Allah, Kehidupan kita dalam Yesus tergantung pada karunia Allah. Kalau demikian halnya, mengapa Yesus menantang para murid-Nya untuk memilih mengikuti Dia atau meninggalkan-Nya? Dapatkah manusia memberi keputusan jika iman kepada Yesus adalah suatu karunia?

Petrus dan para murid yang lain bukanlah pribadi-pribadi yang belum beriman kepada Yesus. Mereka jelas telah beriman kepada Yesus, namun di dalam dunia iman ini selalu mendapat tantangan a.l. karena ada orang yang meninggalkan Yesus. Petrus dan para murid yang lain harus memberi keputusan apakah tetap bertahan atau tidak. Mereka tetap bertahan sebagai para pengikut Yesus karena telah mengalami bahwa Yesus memberi arti pada hidup ereka. Yesus adalah “Yang Kudus dari Allah” (Yoh 6:69; bdk. Mrk 1:24). Yesus telah memasukkan para murid ke dalam persekutuan hidup yang mesra dengan Allah. Tanpa pengalaman ini orang sulit mengambil keputusan seperti yang dilakukan oleh Petrus. Sesungguhnya, Yesus memang berasal dari Allah.

Setiap hari manusia dihadapkan pada pilihan. Ada pilihan yang mungkin teramat biasa, namun kadang-kadang ada pula pilihan yang amat berat. Seringkali kita tidak tahu apa yang harus kita pilih. Baru belakangan kita disadarkan akan baik-buruknya pilihan yang telah kita buat. Injil hari ini menantang kita untuk melakukan pilihan yang amat menentukan dalam kehidupan kita.

(Adaptasi dari P. Berthold Anton Pareira O’Carm, HOMILI Masa Khusus dan Masa Biasa – Tahun B, Malang: Penerbit Dioma, hal 203-206.) 

DOA: Yesus, Engkau adalah Roti Kehidupan yang turun dari surga. Walaupun ajaran-Mu tidak mudah, aku berketetapan hati untuk memilih-Mu. Biarlah Roh-Mu senantiasa membimbing langkah hidupku sehari-hari. Bersama para rasul-Mu yang diwakili Santo Petrus, perkenankanlah aku berseru: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Engkau memiliki perkataan hidup yang kekal; dan kami telah percaya dan tahu bahwa Engkaulah Yang Kudus dari Allah”. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 6:60-69), bacalah tulisan berjudul “MENENTUKAN PILIHAN HIDUP KITA” (bacaan tanggal 26-8-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2018. 

Cilandak, 24 Agustus 2018 [Pesta S. Bartolomeus, Rasul] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements