BERGURU PADA SEEKOR UNTA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Pius X, Paus – Selasa, 21 Agustus 2018)

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sekali lagi Aku berkata, lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Ketika murid-murid mendengar itu, sangat tercengang mereka dan berkata, “Jika demikian, siapakah yang dapat diselamatkan?” Yesus memandang mereka dan berkata, “Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu mungkin.”

Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau; jadi apakah yang akan kami peroleh?” Kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, pada waktu penciptaan kembali, apabila Anak Manusia bersemayam di takhta kemuliaan-Nya, kamu, yang telah mengikut Aku, akan duduk juga di atas dua belas takhta untuk menghakimi kedua belas suku Israel. Setiap orang yang karena nama-Ku meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki dan saudaranya perempuan, atau bapak atau ibunya, atau anak-anak atau ladangnya, akan menerima kembali seratus kali lipat dan akan memperoleh hidup yang kekal.

Tetapi banyak orang yang pertama akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang pertama.” (Mat 19:23-30)  

Bacaan Pertama: Yeh 28:1-10;  Mazmur Tanggapan: Ul 32:26-28,30,35-36 

Mengapa Yesus menasihati orang muda-kaya itu untuk menjual segala harta-miliknya dan memberikan uangnya kepada orang-orang miskin? Apakah Yesus mendorong dia agar lebih banyak beramal agar dapat masuk ke dalam surga? Ataukah Ia meminta orang muda-kaya tersebut untuk mencabut sampai ke akar-akarnya segala “kemandirian”-nya, dalam artian pengandalan pada kemampuannya sendiri. Mengikuti dengan setia hukum-hukum tidak akan membawa anda ke dalam Kerajaan Allah, sebaliknya rasa percaya (trust) dan iman (faith) yang radikal kepada Yesus akan membawa anda ke dalam kerajaan Allah. 

“Lebih mudah seekor unta masuk melalui lubang jarum daripada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah” (Mat 19:24). Ini adalah kata-kata Yesus yang keras untuk dapat dipahami oleh murid-murid-Nya. Kekayaan dipandang oleh banyak orang sebagai sebuah tanda perolehan berkat dari Allah. Menurut pandangan ini tentunya orang muka-kaya itu adalah seorang yang sangat diberkati oleh Allah. Dengan demikian, apabila orang ini – yang jelas-jelas diberkati secara berlimpah oleh Allah – tidak dapat dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah, maka siapa lagi yang dapat masuk?

Tradisi mengatakan kepada kita bahwa “lubang jarum” adalah pintu gerbang yang sangat kecil-sempit untuk masuk ke dalam kota Yerusalem. Agar unta-unta dapat melewatinya, maka unta-unta itu harus berlutut dan merangkak melaluinya. Semua beban berlebihan harus dilepaskan dulu. Yesus minta orang muda-kaya itu untuk melepaskan kelekatan-kelekatannya pada segala yang bersifat materi, seperti yang diperlukan oleh seekor unta untuk lepas dari bebannya yang berlebihan. Yesus minta  kepada orang muda-kaya itu untuk menaruh kepercayaan pada Allah agar dapat masuk ke dalam Kerajaan-Nya, bukannya menaruh kepercayaan pada berkat-berkat dari harta-kekayaannya.

Sekarang, marilah kita belajar dari hewan yang bernama “unta” itu! Apabila kita ingin masuk ke dalam kehidupan kekal, maka kita perlu menundukkan diri kita dan berlutut dalam doa dan kerendahan-hati. Kita harus mengakui kedaulatan Kristus dan kuat-kuasa penyelamatan-Nya – keselamatan yang hanya datang melalui iman dan baptisan. Hanya Yesus-lah yang dapat menebus kita dan membawa kita ke dalam kekudusan-Nya. Dengan demikian, marilah kita melepaskan diri dari beban-beban dosa yang selama ini telah menghalangi  pertumbuhan spiritual kita. Marilah kita membuat komitmen untuk melakukan pembaharuan hidup kita dengan Yesus setiap hari, mengakui kebutuhan kita akan Dia dan melepaskan segala “kemandirian” kita yang keliru, yaitu mengandalkan kemampuan diri kita sendiri. Marilah kita (anda dan saya) berjuang terus menuju kesempurnaan yang hanya dapat datang dalam iman kepada Yesus dan menyerahkan diri kepada kuasa-Nya untuk menyelamatkan dan menguduskan kita.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah satu-satunya harapanku. Aku mengkomit diriku kepada-Mu sebagai Tuhan dan Juruselamat. Tolonglah aku, ya Tuhan Yesus, agar dapat menjadi seorang pribadi seturut yang Kauinginkan. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 19:23-30), bacalah tulisan yang berjudul “BAHAYA DARI KELIMPAHAN HARTA-KEKAYAAN” (bacaan tanggal 21-8-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 22-8-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 19 Agustus 2018 [HARI MINGGU BIASA XX – TAHUN B] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements