DISELAMATKAN OLEH KUASA YESUS DAN OLEH KASIH-NYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVIII – Selasa, 7 Agustus 2018)

Keluarga Kapusin (OFMCap.): Peringatan B. Agatangelus dan Kasianus, Imam-Martir

Sesudah itu Yesus segera mendesak murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Menjelang malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru, “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!” Lalu Petrus berkata kepada-Nya, “Tuhan, apabila engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus datanglah!” Lalu Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun reda. Orang-orang yang ada  di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon kepada-Nya supaya diperkenankan walaupun hanya menyentuh jumbai jubah-Nya. Semua orang yang menyentuh-Nya menjadi sembuh. (Mat 14:22-36) 

Bacaan Pertama: Yer 30:1-2,12-15,18-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 102:16-21,29,22-23

“Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Mat 14:31)

Ada pepatah tua yang mengatakan, bahwa seorang suci bukanlah seseorang yang tidak pernah melakukan kesalahan dan tidak pernah gagal, melainkan seseorang yang bangkit dari setiap kegagalan dan maju lagi. Pepatah tua ini menggambarkan bagaimana pribadi Petrus itu. Karena Petrus cenderung untuk tidak sabar dan bergerak dengan kekuatan dan kecepatan yang besar, maka dia dikenal tidak jarang membuat dirinya terlibat dalam situasi-situasi di mana dia dapat menjadi gagal. Namun demikian, setiap kegagalan membuat dirinya semakin percaya kepada cintakasih Yesus. Setiap saat Petrus membuat sebuah langkah kecil dalam iman, maka diapun bertumbuh dalam iman.

Pada malam Yesus mendatangi para murid-Nya dengan berjalan di atas air, cintakasih Petrus kepada Yesus telah menggerakkannya untuk turun dari perahu dan berjalan di atas air  mendapatkan-Nya. Dengan penuh keajaiban Petrus mampu membuat beberapa langkah dalam jalannya di atas air, namun ketika rasa takut menguasai dirinya, dia mulai tenggelam. Dia berteriak: “Tuhan, tolonglah aku!” (Mat 14:30). Di sini ada pelajaran yang sangat indah yang diperoleh Petrus, yaitu bahwa Yesus akan selalu berada di sana guna menolongnya. Hal ini juga seharusnya menjadi pelajaran sangat berharga bagi kita semua: Yesus selalu siap menolong kita! Dalam setiap badai kehidupan yang dialami setiap orang, cintakasih-Nya dan kuasa-Nya akan mengalir ke dalam diri kita dari salib-Nya, membawa kepada kita keselamatan dan damai-sejahtera.

Seperti juga para murid Yesus yang pertama, kita juga sedang berada dalam suatu perjalanan iman. Terlalu sering kita bertindak sesuai perasaan-perasaan kita sendiri dan pandangan masyarakat yang berlaku, bukannya oleh iman. Namun Allah tidak pernah berhenti mengundang kita untuk ‘untuk turun dari perahu’ cara-cara kebiasaan kita berpikir. Ia selalu memanggil kita untuk bertindak dengan cara melawan gelombang pandangan-pandangan dunia.

Apakah dalam cara kita mendidik dan membesarkan anak-anak kita atau dalam cara kita memperlakukan pasangan hidup kita atau anggota-anggota keluarga kita yang lain, atau pun juga sesama kita, Allah seringkali memanggil kita untuk mengambil langkah keluar dari “zona nyaman” kita, untuk keluar dari perahu kita yang aman, kemudian menolong mereka yang sedang berada dalam kesulitan, baik materiil maupun spiritual. Dunia kita dibuat menjadi gelap oleh janji-janji palsu yang tidak pernah dipenuhi dan rumah tangga yang retak sampai berantakan; juga oleh ketamakan dan kebencian, oleh distribusi kekayaan yang tidak adil dan gambar-gambar Allah yang telah terdistorsikan. Kita dapat membuat suatu perbedaan, akan tetapi hanya jika kita melangkah keluar ke dalam dunia yang gelap ini dengan iman-kepercayaan teguh bahwa Yesus ada di sana bersama dengan setiap orang yang memanggil nama-Nya. Terkadang kita akan gagal, namun Yesus akan selalu berada di sana, siap untuk mengajar kita dan mengulurkan tangan-Nya untuk menolong kita.

Sekarang, pada akhir permenungan kita, ada baiknya kita mendengar dan merenungkan dengan serius  apa yang dikatakan oleh Santo Hieronimus [347-429] terkait ayat 31 yang menjadi petikan di awal tulisan ini. Komentar orang kudus ini adalah bahwa Yesus membiarkan Petrus tenggelam supaya dia tidak membanggakan imannya yang besar dan membanggakan betapa banyaknya dia mendapat dari Tuhan. Petrus tidak diselamatkan oleh iman yang besar melainkan oleh kuasa Yesus dan oleh kasih-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau adalah sang Imanuel. Aku percaya bahwa Engkau senantiasa ada bersamaku. Tingkatkanlah iman-kepercayaanku kepada-Mu. Berikanlah keberanian kepadaku untuk mengambil langkah [dalam] iman dalam berbagai situasi kehidupanku, karena yakin bahwa Engkau akan hadir di sana untuk mengulurkan tangan-Mu guna menolong aku pada waktu aku mulai tenggelam ke dalam air yang berbahaya. Terpujilah nama-Mu selalu, ya Yesus, Tuhan dan Juruselamatku. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 14:22-36), bacalah tulisan yang berjudul “IMAN, IMAN DAN SEKALI LAGI IMAN !!!” (bacaan tangal 7-8-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2018). 

Cilandak, 5 Agustus 2018 [HARI MINGGU BIASA XVIII – TAHUN B] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements