TERGERAKLAH HATI YESUS OLEH BELAS KASIHAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XIV – Selasa,  10 Juli 2018)

Keluarga besar Fransiskan: Peringatan S. Nikolaus Pick, dkk Martir

Sementara kedua orang buta itu keluar, dibawalah kepada Yesus seorang bisu yang kerasukan setan. Setelah setan itu diusir, orang bisu itu dapat berkata-kata. Lalu heranlah orang banyak, katanya, “Yang demikian belum pernah dilihat orang di Israel.” Tetapi orang Farisi berkata, “Dengan kuasa pemimpin setan ia mengusir setan.”

Demikianlah Yesus berkeliling ke semua kota dan desa; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat mereka dan memberitakan Injil Kerajaan Surga serta menyembuhkan orang-orang dari segala penyakit dan kelemahan. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Lalu kata-Nya kepada murid-murid-Nya, “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu, mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu.” (Mat 9:32-38) 

Bacaan Pertama: Hos 8:4-7,11-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 115:3-10 

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak mempunyai gembala.” (Mat 9:36) 

Bayangkanlah kerinduan yang ada dalam hati Yesus agar para murid-Nya dikirim untuk menjadi pekerja-pekerja tuaian di seluruh dunia. Bayangkanlah betapa rindu hati-Nya untuk melihat semua orang menerima dan merangkul Injil-Nya. Ia ingin agar kita (anda dan saya) berdoa kepada Bapa surgawi agar Bapa mengirimkan lebih banyak lagi “pekerja-pekerja untuk tuaian”. Ia juga menginginkan agar kita masing-masing juga siap untuk menjadi salah seorang dari pekerja-pekerja tuaian yang akan dikirim oleh-Nya ke ladang tuaian.

Kebutuhan akan para murid yang akan membuat Yesus dikenal oleh segala bangsa sama besarnya, bahkan jauh lebih besar daripada pada saat ketika Dia memanggil para murid-Nya yang pertama. Sebagamana dinyatakan oleh Paus Yohanes Paulus II (sekarang Santo): “Tugas perutusan Kristus sang Penebus, yang dipercayakan kepada Gereja, masih sangat jauh dari penyelesaian……. suatu pandangan menyeluruh atas umat manusia memperlihatkan bahwa tugas perutusan ini masih saja ditahap awal, dan bahwa kita harus melibatkan diri kita sendiri dengan sepenuh hati untuk melakukan tugas perutusan ini” (Surat Ensiklik REDEMPTORIS MISSIO (Tugas Perutusan Sang Penebus), 7 Desember 1990). Kebutuhannya sangat besar! Yesus memanggil kita semua, anda semua dan saya juga!

Bagaimana kita dapat mempersiapkan diri kita untuk menjadi pekerja-pekerja bagi Kerajaan-Nya? Bagaimanakah kita dapat menjadi lebih efektif dalam panggilan kita masing-masing untuk membawa orang-orang lain kepada Injil Yesus Kristus, agar mengenal Injil itu dan menyambut Yesus ke dalam hati mereka? Ada tiga unsur yang bersifat crucial, yaitu (1) doa; (2) pembacaan dan permenungan sabda Allah dalam Kitab Suci; dan (3) “Eksperimentasi”.

Yang pertama, dan inilah yang paling penting, adalah perlu adanya persekutuan (communio) dengan Allah (Tuan yang empunya tuaian; Mat 9:38) melalui doa. Dengan mempelajari hati Allah dalam doa, maka kita akan lebih lagi dipenuhi dengan kasih-Nya. Kemudian, kita pun akan mampu untuk lebih siap mengasihi orang-orang lain dengan kasih Allah.

Yang kedua, pentinglah untuk mempelajari sabda Allah dalam Kitab Suci. Di dalam Alkitab-lah kita belajar hikmat-kebijaksanaan Allah dan menjadi terilhami dengan pikiran-Nya, sehingga kita sungguh mengenal Pribadi yang akan kita perkenalkan kepada orang-orang lain itu.

Yang ketiga (terakhir), menemukan nilai dari “eksperimentasi” selagi kita melakukan evangelisasi kepada orang-orang lain dan melayani mereka. “Evangelisasi Baru” yang dicanangkan oleh Paus Yohanes Paulus II dimaksudkan agar kita kreatif dalam metode dan pelaksanaan evangelisasi itu. Kita harus mencoba hal-hal yang baru dan berbeda (tidak seperti biasanya). Dalam melakukan evangelisasi – seperti Yesus sendiri – kita harus berani mengambil risiko. Kita harus menaruh kepercayaan kepada Roh Kudus untuk menolong kita selagi kita berupaya membawa orang-orang lain kepada Yesus Kristus. Ingatlah bahwa Yesus senantiasa menyertai kita (Mat 28:20); Dia adalah Imanuel!  Ia akan memurnikan kita selagi kita mengikut Dia, sehingga Dia akan memperoleh banyak pekerja tuaian yang bekerja di ladang tuaian-Nya.

DOA: Bapa surgawi, Engkau adalah Tuhan yang empunya tuaian. Utuslah kami ke tengah-tengah dunia untuk menjadikan bangsa-bangsa murid-murid Putera-Mu, Yesus Kristus. Utuslah dan berdayakanlah kami oleh Roh Kudus-Mu agar dapat bekerja dengan penuh sukacita dan efektif bagi Kerajaan-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 9:32-38), bacalah tulisan yang berjudul “MENJADI BEBAS UNTUK MEWARTAKAN KABAR BAIK” (bacaan tanggal 10-7-18) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 18-07 BACAAN HARIAN JULI 2018. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-7-17 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 Juli 2018 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS