SUPAYA IA MEMPERSIAPKAN JALAN DI HADAPAN-KU

 (Bacaan Pertama Misa Kudus, Hari Biasa Khusus Adven – Sabtu, 23 Desember 2017)

Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Dengan mendadak Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya! Malaikat Perjanjian yang kamu kehendaki itu, sesungguhnya, Ia datang, firman TUHAN (YHWH) semesta alam. Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia seperti api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan dan mentahirkan perak; dan Ia nentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan korban yang benar kepada YHWH. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati YHWH seperti pada hari-hari dahulu kala dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.

Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari YHWH yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah. (Mal 3:1-4; 4:5-6) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 25:4-5,8-10,14; Bacaan Injil: Luk 1:57-66 

Pada pertengahan abad ke-5 SM, nabi Maleakhi mengumumkan janji Allah: “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku!” (Mal 3:1). Sang nabi juga memberi peringatan: “Siapakah yang dapat tahan akan hari kedatangan-Nya? Dan siapakah yang dapat tetap berdiri, apabila Ia menampakkan diri?” (Mal 3:2). Nubuatan ini pada awalnya dapat terdengar menakutkan, namun kalau kita merenungkannya secara lebih mendalam maka kita pun dapat melihat kuat-kuasa Allah dan belas kasihan-Nya. Dia sungguh sangat mengasihi kita. Dengan demikian, bukannya Dia menghukum kita karena pemberontakan-pemberontakan kita, Allah malah memilih untuk menebus kita serta memurnikan kita dari segala dosa.

Pada zaman Maleakhi, orang-orang Lewi – yang dipanggil untuk melayani umat Allah – dengan sengaja mempersembahkan kurban yang tidak sempurna kepada YHWH, dengan demikian tidak memberikan kehormatan kepada-Nya untuk menerima kurban persembahan yang terbaik. Masalahnya bukanlah bahwa Allah “membutuhkan” kurban persembahan yang sempurna. Masalahnya adalah, sementara orang-orang Lewi itu memperagakan praktek kesalehan, mereka justru mentoleransi kurban persembahan yang tidak sempurna, yang tidak layak menjadi kurban persembahan kepada YHWH.  Hal seperti ini menunjukkan bahwa orang-orang Lewi ini telah kehilangan rasa hormat mereka kepada YHWH-Allah. Di luar kelihatan mereka melakukan rituale penyembahan, namun di dalam hati mereka jauh dari menyembah-Nya. Dalam belas kasih-Nya, YHWH-Allah tidak menghukum orang-orang Lewi yang cetek atau superfisial ini, melainkan Dia menjanjikan untuk memurnikan dan membuat diri mereka menjadi baik. Ia akan membuang segala kotoran yang disebabkan dosa-dosa mereka melalui seorang “bentara” yang menyiapkan jalan-Nya.

Dalam Kristus, Allah telah memanggil kita semua – anda dan saya – untuk menjadi anggota-anggota suatu imamat rajani yang akan mempersembahkan kepada-Nya suatu kurban puji-pujian dan pelayanan (lihat 1Ptr 2:9). Dalam Masa Adven yang merupakan sebuah masa persiapan ini, marilah kita mohon kepada Tuhan Allah agar memurnikan kita secara lebih mendalam. Marilah kita mohon kepada Roh Kudus-Nya untuk menunjukkan kepada kita bagaimana cintakasih kita kepada Tuhan Allah sudah menjadi sesuatu yang rutin atau setengah hati, atau bagaimana kita mempersembahkan kepada-Nya “kurban yang sudah cacat”.

Masa Adven ini bukanlah sekadar suatu masa bagi kita mencoba lebih keras lagi untuk berbuat lebih baik, melainkan juga suatu masa bagi kita untuk datang menghadap hadirat Allah dan mohon kepada-Nya untuk melakukan tindakan pemurnian dalam diri kita. Marilah kita mohon kepada-Nya untuk mentransformasikan diri kita masing-masing menjadi gambar dan rupa Putera-Nya. Janji tentang “api tukang pemurni loga” bukanlah sesuatu yang harus ditakuti. Sebenarnya itu adalah pemberian Allah yang akan memampukan kita mempersembahkan kurban-kurban yang murni dan bebas dari polusi.

DOA: Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamatku. Datanglah masuk ke dalam hatiku pada hari ini. Bawalah serta api-Mu yang memurnikan itu, agar aku dibersihkan dari dosa-dosaku. Biarlah terang-Mu menyinari diriku untuk mengungkapkan apa saja yang Engkau inginkan dalam hidupku. Buatlah aku semakin menyerupai Engkau hari ini, ya Yesus Kristus. Aku sungguh berkeinginan menjadi sebuah terang bagi-Mu dalam dunia. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 1:57-66), bacalah tulisan yang berjudul  “ALLAH SENDIRILAH YANG MENENTUKAN NAMA ANAK ITU” (bacaan tanggal 23-12-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 17-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2010) 

Cilandak, 20 Desember 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements