YESUS VS IBLIS DAN ROH-ROH JAHATNYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVII – Jumat, 13 Oktober 2017) 

Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, pemimpin setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada-Nya, untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa, dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh. Jikalau Iblis itu juga terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajaannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Karena itu, merekalah yang akan menjadi hakimmu. Tetapi jika aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagikan rampasannya. Siapa yang tidak bersama Aku, ia melawan aku dan siapa yang tidak mengumpulkan bersama Aku, ia menceraiberaikan.”  Apabila roh jahat keluar dari seseorang, ia mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian, dan karena ia tidak mendapatnya, ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Ia pun pergi dan mendapati rumah itu bersih tersapu dan rapi teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya, dan mereka masuk dan berdiam di situ. Akhirnya keadaan orang itu lebih buruk daripada keadaannya semula.” (Luk 11:15-26) 

Bacaan Pertama: Yl 1:13-15;2:1-2; Mazmur Tanggapan: Mzm 9:2-3,6,8-9,16

Pernahkah anda tergoda untuk berpikir bahwa anda dapat menjalani kehidupan ini tanpa Allah? Pada saat-saat seperti itulah Iblis datang dan menggoda kita. Dia dapat membuat kita berpikir yang tidak-tidak tentang orang lain atau melakukan sesuatu yang tidak baik terhadap orang lain itu. Dia juga dapat membujuk kita untuk berhenti berdoa; dengan memberikan alasan sinetron tertentu atau acara “infotainment”di televisi lebih mengasyikkan daripada berdoa, yang tokh tak pernah dikabulkan oleh Allah dll. Salah satu taktik favorit Iblis adalah menyulut konflik di antara umat Allah, teristimewa di dalam keluarga-keluarga kita.

Akan tetapi, percayalah bahwa apabila kita sungguh bersatu dengan Yesus, Iblis tidak akan menang! Pada waktu Yesus mencurahkan darah-Nya dari atas kayu salib, Ia menjembatani kesenjangan yang selama itu memisahkan antara kita-manusia dengan Allah Bapa di surga. Yesus mempersatukan kita dengan diri-Nya dan memberdayakan kita agar mampu mengatasi dosa, kematian, dan Iblis serta roh-roh jahat pengikutnya. Yesus meneguhkan – artinya mengkonfirmasi – tempat kekal yang ‘ditakdirkan’ bagi kita di hadirat-Nya di surga. Dia mencabut dosa dari hati kita sehingga kebenaran-Nya dapat berakar-kuat dalam diri kita masing-masing. Allah, Bapa kita di surga mengklaim kita sebagai anak-anak-Nya. Inilah kuat-kuasa dari Injil: Iblis tidak lagi berkuasa atas diri kita. Kita dibebaskan dari cengkeraman si Jahat dan sekarang dipegang oleh tangan-tangan penuh kasih dari Bapa surgawi.

Saudari dan Saudaraku yang dikasihi Kristus, ingatlah siapa sebenarnya diri anda dan apa yang telah diberikan kepada anda masing-masing. Yesus merasa senang  apabila kita menempatkan diri kita lebih kokoh lalgi dalam penebusan yang dimenangkan oleh-Nya bagi kita. Oleh karena itu, baiklah kita mempersembahkan diri kita dan semua anggota keluarga kita kepada Yesus setiap hari. Baiklah kita menempatkan rasa percaya kita dalam otoritas lengkap dari darah-Nya. Kuat-kuasa dari darah Yesus jauh melebihi wacana perdebatan para teolog. Umat Kristiani yang biasa-biasa saja mengalami kuat-kuasa darah Yesus itu dalam kehidupan mereka sehari-hari. Marilah kita berdoa memohon agar darah-Nya melindungi seluruh keberadaan kita dan mereka yang kita kasihi. Di rumah, di sekolah, di tempat kerja, di dalam mobil angkot, pokoknya di mana saja, kita dapat berdoa mohon perlindungan oleh darah Yesus, dan Iblis dan roh-roh jahat pun akan lari.

Ketika kita mohon kepada Yesus untuk menyembuhkan kita dan memulihkan relasi yang telah dirusak oleh dosa dan oleh Iblis dkk., maka Dia memenuhi diri kita dengan kasih dan bela rasa. Yesus akan menunjukkan kepada kita bagaimana perjuangan kita bukanlah melawan orang-orang lain yang kelihatan, melainkan melawan kuasa-kuasa kejahatan yang bersifat spiritual. Ia juga akan menunjukkan kepada kita bahwa dalam pertempuran melawan kejahatan, kepada kita telah diberikan perlengkapan-perlengkapan senjata kebenaran, keadilan, kerelaan untuk memberitakan Injil damai-sejahtera, iman, keselamatan,  dan sabda-Nya (Ef 6:14-17). Marilah kita terjun ke dalam pertempuran spiritual ini pada hari ini, percaya penuh bahwa dalam Kristus kita mempunyai segalanya yang diperlukan.

DOA: Roh Kudus Allah, kami percaya akan kuat-kuasa-Mu untuk menyembuhkan apa yang telah dirusak dan mengumpulkan serta menyatukan kembali apa saja yang telah dicerai-beraikan. Lingkupilah kami dengan darah Yesus dan ikatlah kami bersama dalam kasih Bapa. Kami tidak percaya pada diri kami sendiri, melainkan percaya kepada-Mu saja. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 11:15-26), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MELAWAN KUASA KEGELAPAN DENGAN KUASA ALLAH” (bacaan  tanggal 13-10-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 11 Oktober 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements