MERANGKUL SEPENUHNYA JALAN TUHAN

 (Bacaan Injil Misa Kudus,Peringatan S. Fransiskus dr Assisi – Rabu, 4 Oktober 2017)

Keluarga Besar Fransiskan: Hari Raya S. Fransiskus dr Assisi, Pendiri Tarekat

 

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya melanjutkan perjalanan mereka, berkatalah seseorang di tengah jalan kepada Yesus, “Aku akan mengikut Engkau, ke mana saja Engkau pergi.” Yesus berkata kepadanya, “Rubah mempunyai liang dan burung mempunyai sarang, tetapi Anak Manusia tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya.” Lalu Ia berkata kepada seorang yang lain, “Ikutlah Aku!”  Tetapi orang itu berkata, “Tuhan, izinkanlah aku pergi dahulu menguburkan bapakku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Biarlah orang mati menguburkan orang mati; tetapi engkau, pergilah dan beritakanlah Kerajaan Allah di mana-mana.” Lalu seorang yang lain lagi berkata, “Aku akan mengikut Engkau, Tuhan, tetapi izinkanlah aku pamitan dahulu dengan keluargaku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Setiap orang yang siap untuk membajak tetapi menoleh ke belakang, tidak layak untuk Kerajaan Allah.” (Luk 9:57-62) 

Bacaan Pertama: Neh 2:1-8; Mazmur Tanggapan: Mzm 137:1-5 

Allah kita penuh cemburu dalam kasih-Nya kepada kita (lihat Kel 34:14). Apabila kita mengambil keputusan untuk mengikuti-Nya, maka Dia meminta kepada kita untuk meninggalkan segala rencana kita dan ide-ide kita sendiri, kemudian merangkul sepenuhnya “jalan Tuhan”. Tujuan Yesus adalah untuk memperbaiki pikiran kita dan mengajar kita jalan kepada Bapa. Kita tidak dapat belajar “jalan” itu apabila kita masih tetap terikat pada adat-kebiasaan dan nilai-nilai duniawi – walaupun nilai-nilai yang paling agung sekalipun. Allah adalah Pribadi yang menentukan standar-standar bagi kita, bahwa kita harus tidak lagi terikat pada apa saja selain Allah sendiri selagi kita mengikuti-Nya.

Bagi banyak dari kita, kata-kata Yesus kepada “calon-calon murid” ini terdengar terlalu keras dan ekstrim, sehingga sulit untuk dipercaya sungguh keluar dari mulut seorang Yesus yang penuh kasih. Secara hampir instinktif kita mulai mereka-reka apakah di sini Yesus sekadar bersikap “lebay” … “berlebihan” untuk menjelaskan suatu masalah penting. Untunglah bagi kita, Yesus itu serius dan tidak pernah “lebay” seperti pengkhotbah murahan. Yesus tahu bahwa karena kasih Bapa mengutus-Nya ke tengah dunia untuk menebus kita dari kita dari kehidupan dosa, sehingga kita dapat dipenuhi secara lengkap dengan kehidupan Allah sendiri. Transformasi yang ditawarkan-Nya tidak bersifat parsial – artinya mutlak dan lengkap!

Tuntutan-tuntutan Yesus kepada kita – para pengikut/murid-Nya – dimaksudkan untuk menantang sikap-sikap hati kita. Yesus tidak menuntut kita untuk menepati praktek-praktek keagamaan, melainkan menyampaikan pesan tentang isu sentralnya: “Sampai berapa dalam Engkau mempercayaiku? Jika Aku adalah Tuhan alam semesta, maukah kamu mempercayai hikmat-kebijaksanaan-Ku lebih daripada hikmat-kebijaksanaan dunia? Maukah kamu mentaati perintah-perintah-Ku di atas pengharapan-pengharapan dunia? Maukah kamu mempercayai-Ku lebih daripada kamu mempercayai bahkan dirimu sendiri?”

Dengan demikian, alangkah baiknya apabila kita pada hari ini mengundang Roh Kudus masuk ke dalam hati kita masing-masing. Ia ingin menolong kita membuang segala cara yang mementingkan diri sendiri dan kecintaan akan hal-hal duniawi. Roh Kudus ingin memberikan kepada kita iman yang cukup kuat untuk mempercayai bahwa Allah akan setia kepada kita dan memenuhi segala kebutuhan kita. Dia ingin meyakinkan kita tentang kemampuan-Nya – dan hasrat-Nya – untuk memenuhi diri kita dengan sukacita dan damai-sejahtera yang jauh melampaui apa yang dapat kita capai dengan kekuatan kita sendiri.

DOA: Tuhan Yesus, kami menyerahkan hidup kami kepada –Mu. Penuhilah diri kami masing-masing dengan Roh-Mu. Tunjukkanlah kepada kami sikap kemandirian kami yang salah, sehingga kami dapat ditransformasikan menjadi murid-murid-Mu yang sejati. Tolonglah kami memusatkan hati kami pada-Mu saja selagi kami memuliakan Engkau dengan rasa percaya dan ketaatan kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Luk 9:57-62), bacalah  tulisan yang berjudul “KOMITMEN KRISTIANI HARUS BERSIFAT PERMANEN” (bacaan untuk tanggal 4-10-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 28-9-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 3 Oktober 2017 [Transitus Bapak Fransiskus] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements