KRISTUS TERUS SAJA MENGETUK PINTU HATI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVI – Kamis, 27 Juli 2017)

Keluarga Besar Fransiskan: Peringatan B. Maria Magdalena Martinengo, Perawan (Ordo II – Ordo Santa Klara) 

Kemudian datanglah murid-murid-Nya dan bertanya kepada-Nya dan bertanya kepada-Nya, “Mengapa Engkau berkata-kata kepada mereka dalam perumpamaan? Jawab Yesus, “kepadamu diberi karunia untuk mengetahui rahasia Kerajaan Surga, tetapi kepada mereka tidak. Karena siapa yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia  berkelimpahan; tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil daripadanya. Itulah sebabnya Aku berkata-kata dalam perumpamaan kepada mereka; karena sekalipun melihat, mereka tidak melihat dan sekalipun mendengar, mereka tidak mendengar dan tidak mengerti. Jadi, pada mereka genaplah nubuat Yesaya, yang berbunyi: Kamu akan mendengar dan mendengar, namun tidak mengerti, kamu akan melihat dan melihat, namun tidak memahami. Sebab hati bangsa ini telah menebal, dan telinganya berat mendengar dan matanya melekat tertutup; supaya jangan mereka melihat dengan matanya dan mendengar dengan telinganya dan mengerti dengan hatinya, lalu berbalik sehingga Aku menyembuhkan mereka. Tetapi berbahagialah matamu karena melihat dan telingamu karena mendengar. Sebab sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Banyak nabi dan orang benar ingin melihat apa yang kamu lihat, tetapi tidak melihatnya, dan ingin mendengar apa yang kamu dengar, tetapi tidak mendengarnya. (Mat 13:10-17) 

Bacaan Pertama: Kel 19:1-2,9-11,16-20b; Mazmur Tanggapan: Dan 3:52-54,56 

Sejak awal mula, Allah sudah berhasrat untuk memenuhi diri kita (manusia) dengan kehidupan ilahi dan menarik kita ke dalam pelukan-Nya. Allah memiliki hasrat agar kita mempunyai suatu relasi dengan diri-Nya di mana kita belajar daripada-Nya, menerima berkat-berkat-Nya yang tak terbilang banyaknya, dan membuat dunia ini menjadi suatu pencerminan yang lebih sempurna dari kemuliaan-Nya dan kasih-Nya.

Ingatkah anda akan lukisan Kristus yang berdiri di depan sebuah rumah dan mengetuk pintu rumah itu, dan pintu bagian depannya tidak mempunyai tombol pembuka? Pelukis aslinya adalah William Holman Hunt dan lukisannya diberi nama Light of the World. Maksud lukisan itu adalah, bahwa Kristus Yesus hanya dapat masuk ke dalam rumah itu apabila orang yang berada dalam rumah tersebut membukakan pintu dari dalam. Ya, Kristus memang selalu ingin masuk ke dalam hati kita, tetapi sungguh tergantung kepada kita sendiri apakah kita mau membuka pintu hati kita, membuka diri kita? Satu petikan dari Kitab Wahyu: “Lihat, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, aku akan masuk menemui dia dan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku” (Why 3:20). Jadi, orang yang berdiam di dalam rumahlah yang harus mengambil keputusan: membuka atau tidak membuka pintu rumahnya.

Banyak dari kita telah mendengar Tuhan Yesus Kristus mengetuk-ngetuk pintu hati kita dan pintu pun kita buka. Barangkali kita membukanya tidak lebar-lebar, namun sempat juga mencicipi kebaikan-Nya. Pintu kebanyakan kita memang masih belum terbuka lebar-lebar, padahal Kristus ingin agar kita membukanya semakin dan semakin lebar lagi, agar dengan demikian kita dapat menerima lebih banyak berkat dari diri-Nya. Kita tidak boleh sungkan-sungkan atau bahkan “pelit” dalam membuka pintu hati kita bagi Kristus Yesus, padahal Ia yang penuh belas kasihan dan bela rasa itu ingin memberikan begitu banyak kebaikan bagi kita.

Saudari dan Saudaraku, Allah kita itu tanpa batas dalam hal rahmat yang hendak dicurahkan-Nya ke atas diri kita masing-masing. Dia juga tanpa batas dalam hal hikmat-kebijaksanaan, dalam hal belas kasihan, atau dalam hal berkat-berkat-Nya yang serba melimpah itu. Tidak ada ujung atau batasnya, apabila kita berbicara mengenai kehidupan ilahi yang tersedia bagi kita, apabila kita tetap rendah hati dan terbuka untuk menerimanya. Bahkan pada hari ini pun Kristus masih terus mengetuk pintu hati kita. Bahkan pada hari ini pun Ia masih bertanya kepada kita masing-masing: “Apakah anda masih merasa haus dan lapar? Apakah anda percaya bahwa masih ada banyak lagi yang dapat anda terima?”

DOA: Tuhan Yesus Kristus, aku ingin membuat tanggapan terhadap rahmat yang Dikau tawarkan kepadaku sekarang. Ampunilah aku karena terkadang aku tidak membuka pintu hatiku dan mencoba untuk menjauh dari diri-Mu.  Ya Tuhan dan Allahku, aku telah berketetapan hati untuk selalu terbuka bagi kehendak-Mu atas kehidupanku, sekarang dan selamanya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 13:10-17), bacalah tulisan yang berjudul “HUKUM KEHIDUPAN YANG KERAS” (bacaan tanggal 27-7-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-07 BACAAN HARIAN JULI 2017. 

(Tulisan ini  bersumberlam sebuah tulisan saya pada tahun 2011) 

Cilandak, 25 Juli 2017 [Pesta S. Yakobus, Rasul] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements