GANDAR YANG MENYENANGKAN DAN BEBAN YANG RINGAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV – Kamis, 20 Juli 2017)

 

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.” (Mat 11:28-30) 

Bacaan Pertama: Kel 3:13-20; Mazmur Tanggapan: Mzm 105:1,5,8-9,24-27 

“Pikullah gandar yang Kupasang …… sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan” (Mat 11:29,30).

Mengapa gandar (kuk) Yesus itu menyenangkan dan beban-Nya ringan? Apakah karena Dia mempunyai standar yang rendah bagi kita? Sama sekali tidak! Ingatlah sabda-Nya sebelum itu: “Haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna” (Mat 5:48). Apakah karena Dia menuntut sedikit saja komitmen dari diri kita masing-masing? Tidak juga! Ingatlah sabda-Nya: “Siapa saja yang tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat 10:38). Jadi, bagaimana Yesus dapat mengatakan bahwa gandar-Nya menyenangkan dan beban-Nya ringan?

Banyak jawabannya terletak dalam penggambaran yang digunakan oleh Yesus. Sebuah gandar atau kuk adalah sepotong kayu yang dibuat sedemikian rupa untuk kemudian dipasang pada leher-leher dua ekor hewan agar membuat hewan-hewan itu dapat menjadi bersama-sama berjalan dengan memberikan keuntungan berupa kekuatan gabungan selagi mereka menarik kereta atau beban lainnya. Di mana Yesus dalam imaji ini? Apakah Dia berjalan di depan kita? Di belakang kita? Apakah dia duduk di dalam kereta yang kita tarik? Samasekali tidak, karena Dia ada di samping kita: Dia menarik kereta bersama kita. Dengan perkataan lain, Yesus mengundang kita untuk menyerahkan sikap “kemandirian” kita (yang keliru) dan memperkenankan kekuatan-Nya menjadi kekuatan kita sendiri. Yesus sangat mengetahui bahwa kita tidak dapat menjadi seperti Dia berdasarkan kekuatan kita sendiri, maka Dia menawarkan kuat-kuasa-Nya kepada kita sehingga dengan demikian kita dapat melakukan segala sesuatu melalui dan bersama Dia.

Kehadiran Yesuslah yang membuat tindakan mengikuti-Nya menjadi menyenangkan dan ringan. Keberadaan Yesus sebagai manusia seperti kita membuat diri-Nya sungguh mengetahui bahwa kehidupan itu dapat menjadi sedemikian sulitnya. Yesus juga mengetahui apa artinya mengalami godaan dan Ia memahami kelemahan-kelemahan manusia. Akan tetapi, karena Dia juga memiliki kodrat ilahi, Yesus adalah sumber segala rahmat dan kekuatan. Ia mengetahui kebutuhan-kebutuhan kita, dan Ia menyediakan segala kebutuhan kita itu. Dia merasakan sakitnya luka-luka kita, dan Ia berjalan bersama kita langkah demi langkah sepanjang jalan, sambil menawarkan kepada kita kesembuhan dan penghiburan. Sungguh suatu sukacita apabila kepada kita dipasangkan gandar dengan Yesus sebagai kawan seperjalanan dalam kehidupan ini.

Apakah anda membutuhkan ketenangan dan kelegaan? Apakah anda membutuhkan kekuatan? Apakah anda membutuhkan seorang kawan yang setia? Ambillah tempatmu di samping Yesus dan dipasangkan gandar (kuk) bersama Dia. Percayalah kepada Yesus dan timbalah kekuatan dari Dia. Dia sangat ingin menolong anda! Percayalah!

DOA: Tuhan Yesus, aku memuji Engkau untuk kelemah-lembutan-Mu. Aku berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena kehadiran-Mu. Aku memilih gandar-Mu untuk dipasang di atas punggungku.  Aku percaya akan janji-Mu bahwa Engkau akan berada di sampingku pada waktu aku membutuhkan pertolongan. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:28-30), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MENGUNDANG KITA” (bacaan tanggal 20-7-17) dalam situs/blog SANG SABDA  http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-07 BACAAN HARIAN JULI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 14-7-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 18 Juli 2017 [Hari Raya S. Odilia, Perawan Martir] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements