MELUPAKAN TANGGUNG  JAWAB, BERSIKAP MASA BODOH DAN TIDAK MELAKUKAN APA-APA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XV – Selasa, 18 Juli 2017)

 

Lalu Yesus mulai mengecam kota-kota yang tidak bertobat, sekalipun di sini Ia paling banyak melakukan mukjizat-mukjizat-Nya, “Celakalah engkau Khorazim! Celakalah engkau Betsaida! Karena jika di Tirus dan di Sidon terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, sudah lama mereka bertobat dan berkabung. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan Tirus dan Sidon akan lebih ringan daripada tanggunganmu. Dan engkau Kapernaum, apakah engkau akan dinaikkan sampai ke langit? Tidak, engkau akan diturunkan sampai ke dunia orang mati! Karena jika di Sodom terjadi mukjizat-mukjizat yang telah terjadi di tengah-tengah kamu, kota itu tentu masih berdiri sampai hari ini. Tetapi Aku berkata kepadamu: Pada hari penghakiman, tanggungan negeri Sodom akan lebih ringan daripada tanggunganmu.” (Mat 11:20-24) 

Bacaan Pertama: Kel 2:1-15a; Mazmur Tanggapan: Mzm 69:3,14,30-31,33-34 

Ketika Yohanes sampai pada akhir Injilnya, dia menulis sepotong kalimat di mana dia mengindikasikan betapa tidak mungkin menulis suatu catatan tentang hidup Yesus yang lengkap: “Masih banyak lagi hal-hal lain yang diperbuat oleh Yesus, tetapi jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, kupikir dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu” (Yoh 21:25). Bacaan hari dari Injil Matius adalah salah satu bukti dari apa yang dikatakan oleh Yohanes dalam ayat terakhir Injilnya tadi.

Khorazim barangkali adalah sebuah kota yang terletak satu jam perjalanan dari Kapernaum ke sebelah utara; Betsaida adalah sebuah kota/desa nelayan/perikanan yang terletak di tepi barat sungai Yordan, di tempat di mana sungai itu memasuki bagian utara dari danau. Jelas hal-hal yang paling hebat terjadi di dua kota ini, namun tidak ada catatan dalam kitab-kitab Injil tentang hal-hal tersebut. Tidak ada catatan tentang karya Yesus serta berbagai mukjizat dan tanda heran yang dibuat-Nya di tempat-tempat ini, walaupun kita dapat menduga banyak dari pekerjaan yang paling menakjubkan terjadi di tempat-tempat ini. Bacaan Injil hari ini menunjukkan betapa sedikit yang kita ketahui tentang Yesus. Bacaan Injil ini menunjukkan kepada kita – dan kita harus selalu mengingatnya – bahwa dalam kitab-kitab Injil kita hanya mempunyai pilihan dari karya-karya Yesus yang sangat sedikit. Hal-hal yang kita tidak ketahui tentang Yesus jauh lebih banyak daripada yang kita ketahui.

Kita harus sungguh berhati-hati untuk menangkap aksen dalam suara Yesus selagi Dia mengucapkan kata-kata kecaman-Nya. Kata Yunani dari kata “celakalah” yang digunakan oleh LAI adalah ouai yang mengungkapkan rasa kasihan penuh kesedihan dan juga kemarahan. Ini bukanlah aksen seseorang yang sedang penuh emosi karena rasa harga dirinya telah tersinggung; bukan juga aksen seseorang yang sedang marah besar karena telah dihina. Ini adalah aksen kesedihan, aksen dari seseorang yang menawarkan kepada manusia hal yang paling berharga dalam dunia, namun dia melihat apa yang ditawarkannya itu diabaikan (Jakarta: dicuekin). Kecaman Yesus terhadap dosa adalah kemarahan suci, namun kemarahan itu datang bukan karena kesombongan diri, melainkan dari sebuah hati yang patah.

Jadi, apa sebenarnya dosa Khorazim, dosa Betsaida, dosa Kapernaum; dosa yang lebih buruk daripada dosa Tirus dan Sidon, dan dosa Sodom dan Gomora? Tentunya dosa yang sangat serius, karena Tirus dan Sidon dikecam beberapa kali untuk kejahatan mereka (lihat Yes 23; Yer 25:22; 47:4; Yeh 26:3-7; 28:12-22), dan Sodom dan Gomora adalah kata lain dari ketidakadilan.

Yang pertama, ini adalah dosa orang-orang yang melupakan tanggung jawab mereka sebagai orang-orang yang memperoleh privilese. Kota-kota Galilea telah diberikan suatu privilese yang tidak pernah diberikan kepada Tirus dan Sidon, atau kepada Sodom dan Gomora, karena kota-kota Galilea tersebut telah secara aktual melihat dan mendengar Yesus. Kita tidak dapat menghukum seseorang yang belum pernah mempunyai kesempatan untuk mengetahui dengan lebih baik; namun apabila seseorang yang telah mempunyai kesempatan untuk mengetahui hal yang benar tapi melakukan hal yang salah, maka dia patut dihukum.  Semakin besar privilese yang kita peroleh, semakin besar pula hukumannya jika kita gagal untuk memikul tanggung jawab dan menerima kewajiban-kewajiban yang melekat pada privilese yang kita peroleh itu.

Yang kedua, ini adalah dosa kemasabodohan. Kota-kota Galilea ini tidak menyerang Yesus Kristus; mereka tidak mengusir-Nya agar ke luar gerbang kota; mereka tidak berupaya untuk menyalibkan Dia; mereka hanya mengabaikan Dia. Mengabaikan seseorang dapat membunuh seperti juga pengejaran dan penganiayaan. Seorang pengarang menulis sebuah buku; buku itu dikirim untuk di-review. Beberapa orang yang bertugas melakukan review dapat memuji buku itu, yang lain menilai buku itu tidak baik; semua itu tidak apa-apa bagi si pengarang asal memang diperhatikan. Satu hal yang dapat membunuh sebuah buku adalah situasi di mana buku itu diabaikan, tidak diperhatikan sama sekali untuk dipuji ataupun dikritik habis-habis. Banyak negara barat mengalami situasi di mana tidak ada kekerasan atau sikap bermusuhan terhadap Kristianitas atau Kekristenan; tidak ada hasrat untuk menghancurkannya, yang ada hanyalah sikap masa bodoh Kemasabodohan juga merupakan suatu dosa karena kemasabodohan membunuh. Kemasabodohan tidak membakar habis sebuah agama sampai mati, melainkan membekukannya sampai mati.

Yang ketiga, kita sekarang secara face-to-face berhadapan dengan kebenaran besar yang mengancam – adalah juga sebuah dosa apabila kita tidak melakukan apa-apa. Ada dosa-dosa karena tindakan, dosa-dosa karena perbuatan, namun ada juga dosa karena tidak melakukan apa-apa. Dosa Khorazim, dosa Betsaida, dan dosa Kapernaum adalah dosa tidak melakukan apa-apa.

Catatan: Uraian di atas merupakan adaptasi dari tulisan William Barclay, THE DAILY STUDY BIBLE – The Gospel of Matthew – Volume 2, hal. 11-13.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah mengutus Putera-Mu, Yesus Kristus, untuk menyelamatkan dunia. Semoga Roh Kudus-Mu senantiasa mengingatkan kami tentang apa saja yang telah dilakukan oleh Yesus bagi kami. Semoga kami selalu terbuka bagi sabda kebenaran-Nya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:20-24), bacalah tulisan yang berjudul “TIGA KOTA DI GALILEA YANG DIKECAM YESUS” (bacaan tanggal 18-7-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-07 BACAAN HARIAN JULI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-7-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 16 Juli 2017 [HARI MINGGU BIASA XV – TAHUN A] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements