YESUS SENANTIASA SIAP UNTUK MEMIKUL BEBAN-BEBAN KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS – Jumat, 23 Juni 2017)

SFIC: Hari Berdirinya Kongregasi SFIC

Pada waktu itu berkatalah Yesus, “Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu. Semua telah diserahkan kepada-Ku oleh Bapa-Ku dan tidak seorang pun mengenal Anak selain Bapa, dan tidak seorang pun mengenal Bapa selain Anak dan orang yang kepadanya Anak itu berkenan menyatakannya.

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan. (Mat 11:25-30) 

Bacaan Pertama: Ul 7:6-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 103:1-4,6-8,10; Bacaan Kedua: 1Yoh 4:7-16 

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. Pikullah gandar yang Kupasang dan belajarlah kepada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. Sebab gandar yang Kupasang itu menyenangkan dan beban-Ku pun ringan.”  (Mat 11:28-30)

Kadang-kadang beban kehidupan terasa tak habis-habisnya menindih kita. Kita harus menyediakan sandang-pangan-papan untuk diri kita dan keluarga kita. Dinamika hidup berkeluarga juga dapat mendatangkan ketegangan-ketegangan. Membesarkan anak-anak dalam sebuah masyarakat yang dipenuhi dengan berbagai macam konflik yang melibatkan kekerasan sungguh merupakan sebuah “proyek” yang bukan main-main. Usia tua dan sakit-penyakit dapat menghadapkan kita dengan lebih banyak lagi ketidakpastian, rasa sakit dan tentunya biaya. Akan tetapi, di tengah-tengah begitu banyak tantangan, Yesus dengan hati-Nya yang mahakudus mengundang kita untuk memikul kuk/gandar yang dipasang-Nya agar dengan demikian Ia dapat memberikan ketenangan kepada jiwa kita (Mat 11:29)

Mengikuti jejak Kristus – menjadi serupa dengan diri-Nya – tidak berarti melaksanakan semua do’s and don’ts yang terdapat dalam sebuah daftar. Mengikut Kristus berarti kita memperkenankan Dia untuk memancarkan cahaya terang-Nya ke dalam hati kita. Hal itu berarti bahwa kita memperkenankan Roh Kudus-Nya untuk memberikan kekuatan yang kita perlukan agar dapat mentaati perintah-perintah-Nya. Hal itu berarti menjadi cukup rendah hati untuk membiarkan Yesus menyatakan kasih-Nya kepada kita dan menawarkan penyembuhan-Nya. Berjumpa dengan kasih yang begitu mendalam dan indah, tidak dapat tidak, hanya akan mentransformasikan kita! Situasi-situasi yang sulit menjadi kesempatan-kesempatan bagi rahmat Allah untuk bergerak dalam diri kita dan – melalui kerja sama kita dengan Dia – melalui diri kita kepada orang-orang lain.

Yesus mengundang setiap orang yang merasa letih lesu dan berbeban berat, tidak hanya yang “suci” atau mereka yang memiliki kecenderungan untuk aktif terlibat dalam hal keagamaan. Siapa saja dapat menanggapi undangan Yesus itu disebabkan karena siapa Allah itu sebenarnya, bukan karena siapa kita ini. Melalui Yesus, Allah telah membebaskan kita dari berbagai beban kehidupan. Dengan kuat-kuasa-Nya dan pengantaraan-Nya (syafaat-Nya),  bahkan ketika Dia terasa jauh, Yesus senantiasa siap untuk memikul beban-beban kita. Yesus dapat dipercaya sepenuhnya dan Ia akan dengan setia memneuhi semua janji-Nya kepada kita.

Kita dapat beristirahat dan mendapat ketenangan di hadapan hadirat Allah dengan mengheningkan hati dan pikiran kita. Kita dapat memeditasikan ayat-ayat Kitab Suci yang menyangkut hati Yesus yang Mahakudus. Kita dapat merenungkan karunia besar yang kita terima dalam Ekaristi. Kita dapat mencari Hati Kudus Yesus dalam diri orang-orang di sedeliling kita, melihat dalam diri mereka kebesaran Allah, bukan sekadar orang lain dengan siapa kita harus berelasi. Marilah kita memperkenankan Yesus memenuhi diri kita dengan kehadiran-Nya. Yesus sungguh rindu untuk mencurahkan kasih-Nya, menganugerahkan rahmat-Nya serta karunia-karunia hikmat, penyembuhan dan bahkan kuasa untuk mengadakan mukjizat. Tugas kita hanyalah memberikan kepada-Nya kesempatan.

DOA: Yesus, dalam kehadiran-Mu jiwaku mendapatkan ketenangan. Oleh karena itu, datanglah Tuhan dan terangilah pikiranku dan transformasikanlah hatiku. Aku sangat merindukan kasih-Mu dan segala karunia yang Engkau ingin anugerahkan kepadaku pada hari ini. Yesus, jadikanlah hatiku seperti Hati-Mu. Terpujilah nama-Mu, ya Yesus, Tuhan dan Juruselamatku, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil pada hari ini (Mat 11:25-30), bacalah tulisan yang berjudul “UNDANGAN YESUS KEPADA KITA UNTUK DATANG KEPADA-NYA” (bacaan tanggal 23-6-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-06 BACAAN HARIAN JUNI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 27-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 21 Juni 2017 [Peringatan S. Aloisius Gonzaga, Biarawan Yesuit] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements