PERANAN KEPEMIMPINAN DARI MURID-MURID YESUS

(Bacaan Pertama Misa Kudus, Peringatan S. Antonius dr Padua, Imam Pujangga Gereja – Selasa, 13 Juni 2017)

Keluarga Besar Fransiskan: Pesta S. Antonius dr Padua, Imam Pujangga Gereja

 

“Kamu adalah garam dunia. Jika garam itu menjadi tawar, dengan apakah ia diasinkan? Tidak ada lagi gunanya selain dibuang dan diinjak orang.

Kamu adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas gunung tidak mungkin tersembunyi. Lagi pula orang tidak menyalakan pelita lalu meletakkannya di bawah tempayan, melainkan di atas kaki pelita sehingga menerangi semua orang di dalam rumah itu. Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di surga.” (Mat 5:13-16) 

Bacaan Pertama: 2Kor 1:18-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 119:129-133,135

“Kamu adalah garam bumi …… Kamu adalah terang dunia …… Hendaknya terangmu bercahaya di depan orang ……”  Dengan menggunakan gambaran “garam bumi” dan “terang dunia” ini, Yesus mendorong para pengikut-Nya untuk memainkan peran sebagai pemimpin-pemimpin dalam masyarakat. Dalam ilmu manajemen dan kepemimpinan, daya/kuasa untuk mempengaruhi orang lain adalah hakikat kepemimpinan. Namun kepemimpinan tidak terbatas pada posisi kekuasaan yang secara resmi dipegang seseorang, karena ada juga pemimpin-pemimpin informal (di luar sistem) yang dapat menebarkan pengaruhnya dalam masyarakat (misalnya para nabi Perjanjian Lama atau Yesus dari Nazaret). Sebagai pemimpin, para pengikut/murid Yesus pada segala zaman harus menjadi sumber inspirasi bagi orang-orang lain, artinya mereka dapat melihat kebaikan dalam tindak-tanduk kita.

Akan tetapi, terlalu banyak dari kita yang mengabaikan perintah Yesus ini. “Biarlah orang lain yang melakukannya … bukan urusanku!” “Aku tidak mempunyai talenta untuk itu, juga nggak ada waktu!” Kita pun tidak enggan dan ragu untuk cepat mengkritisi mereka yang sungguh menyediakan waktu mereka, seperti para pastor, para guru agama/katekis, anggota dewan paroki, para prodiakon, anggota paduan suara dlsb. gereja kita. Akan tetapi, bilamana kita diminta untuk berpartisipasi, untuk menyumbangkan talenta kita, kita tiba-tiba menjadi sungguh “miskin” karena tidak ada apa-apa yang dapat kita berikan!

Sesungguhnya setiap dari kita mempunyai lebih banyak untuk diberikan daripada kita sendiri pernah impikan atau menyadarinya. Betapa rendah atau tak bergunanya pun kita menilai diri kita, betapa rendahnya pun para sahabat kita menilai kita, kita sebenarnya menilai terlalu rendah potensial yang kita miliki sendiri. Sebenarnya Allah telah telah memberikan kita energi yang lebih banyak dan keterampilan-keterampilan yang lebih banyak daripada yang kita impikan sendiri. Dan Ia akan memberikan rahmat-Nya, sekali kita melakukan apa yang harus kita lakukan, dan apa yang kita sungguh dapat lakukan.

Ada pepatah lama: “Di mana ada kemauan, di situ ada jalan!” Ini memang suatu kebenaran yang sudah ada sejak zaman kuno. Jadi, apabila kita sungguh ingin menanggapi kebutuhan-kebutuhan Kristus dan Gereja-Nya, apabila kita sungguh ingin mendengarkan panggilan Kristus kepada para pekerja dalam kebun anggur-Nya, apabila kita sungguh ingin melakukan bagian kita dalam penyebaran Kabar Baik, maka kita pun akan menemukan jalannya – bahkan banyak jalan. Sebagai murid-murid Kristus, kita mempengaruhi orang-orang lain dengan sesuatu yang memang baik demi keselamatan mereka, kita menjadi pemimpin-pemimpin!

DOA: Tuhan Yesus, sebagai murid-murid-Mu Engkau tidak ragu sama sekali untuk menyebut kami “garam bumi” dan “terang dunia”, dengan demikian mengingatkan tugas kami sebagai “pemimpin-pemimpin” di tengah dunia, para duta-Mu yang akan membawa pengaruh baik kepada dunia. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 5:13-16), bacalah tulisan yang berjudul “GARAM BUMI DAN TERANG DUNIA” (bacaan tanggal 13-6-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-06 BACAAN HARIAN JUNI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-6-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 11 Juni 2017 [HARI RAYA TRITUNGGAL MAHAKUDUS] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS