IA DATANG SEBAGAI TERANG

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Rabu, 10 Mei 2017)

Lalu Yesus berseru, “Siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia, yang telah mengutus Aku; dan siapa saja yang melihat Aku, ia melihat Dia, yang telah mengutus Aku. Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan. Jikalau seseorang mendengar perkataan-Ku, tetapi tidak melakukannya, aku tidak menghakiminya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya. Siapa saja yang menolak Aku, dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menghakiminya pada akhir zaman. Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan. Aku tahu bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Karena itu, apa yang Aku katakan, Aku sampaikan sebagaimana difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.” (Yoh 12:44-50)

Bacaan Pertama: Kis 12:24-13:5a;  Mazmur Tanggapan: Mzm  67:2-3,5,6,8

“Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan.” (Yoh 12:46)

Dalam bacaan Injil hari ini Yohanes Penginjil menyajikan sebuah ikhtisar atau ringkasan dari ajaran Yesus sebelum dia mulai dengan narasi sengsara Yesus, kematian-Nya dan kebangkitan-Nya. Ikhtisar itu mencakup: (1) “persatuan antara Bapa dan Putera” (Yoh 12:44-45; (2) Yesus sebagai terang dunia, yang datang untuk menyelamatkan dunia, bukan untuk menghakiminya (Yoh 12:47);  (3) pesan bahwa kata-kata yang diucapkan oleh Yesus akan menjadi hakim di akhir zaman (Yoh 12:48); dan (4) Identifikasi kata-kata Yesus dengan firman Bapa dan kehidupan kekal yang mengalir dari perintah Bapa (Yoh 12:49-50).

Secara konsisten Yohanes Penginjil mengulang-ulang semua tema sepanjang duabelas bab Injilnya karena dia sungguh bergairah untuk mengatakan kepada kita siapa sebenarnya Yesus itu, agar dengan mengenal Yesus kita pun dapat mengenal Bapa. Dengan mengenal Bapa, kita akan mengenal terang dan kehidupan. Itulah sebabnya mengapa Yesus menyerukan pesan ini (Yoh 12:44).

Kata-kata ini mengundang kita “memeriksa” diri kita sendiri untuk melihat apakah kita bertumbuh dalam pemahaman dan penerimaan kita akan hidup dan ajaran Yesus. Apakah kita sungguh melihat Dia sebagai terang dunia yang datang untuk menyelamatkan kita? Apakah kita mengakui bahwa kata-kata-Nya akan menghakimi diri kita? Apakah kita mengenali bahwa kata-kata-Nya adalah sama dengan kata-kata Bapa dan perintah-perintah Bapa merupakan sumber dari kehidupan kekal?

Sementara kita menerima, merangkul dan menghayati kebenaran-kebenaran itu dalam hidup kita, maka kehidupan yang dimaksudkan Allah bagi kita (dan semua orang) dapat menjadi hidup dalam diri kita. Apabila kita sungguh menginginkan hidup ini, kita harus minta kepada Roh Kudus agar menolong kita memahami dan menerima Yesus. Karena kasih yang mengalir dari hati-Nya, Yesus mengundang kita untuk datang kepada-Nya. Apabila kita menerima tawaran-Nya untuk meminum air yang hidup, maka Yesus akan bekerja di dalam kita sebagaimana yang terjadi dalam kehidupan perempuan Samaria (Yoh 4:1-42).

DOA: Bapa surgawi, kami mengakui bahwa sabda-Mu memberikan kehidupan kepada kami. Pancarkanlah sinar terang-Mu ke dalam kegelapan kehidupan kami.  Kami mengakui Yesus sebagai terang dan kehidupan dunia dan merangkul segala niat dan rencana-Mu bagi kami. Kasihanilah kami orang-orang berdosa ini yang mau berjalan sebagai anak-anak terang. Oleh kuasa Roh Kudus, tolonglah kami untuk  memuji-muji dan memuliakan nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 12:24-13:5a), bacalah tulisan yang berjudul “ROH KUDUS MASIH BEKERJA DI TENGAH-TENGAH UMAT ALLAH” (bacaan tanggal 10-5-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-05 BACAAN HARIAN MEI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan judul sama untuk bacaan tanggal 20-4-16 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 8 Mei 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS