SEPERTI SEORANG ANAK KECIL

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VII – Sabtu, 25 Februari 2017) 

yesus-dan-anak-anak-7Lalu orang membawa anak-anak kecil kepada Yesus, supaya Ia menyentuh mereka; akan tetapi murid-murid-Nya memarahi orang-orang itu. Melihat hal itu, Yesus marah dan berkata kepada mereka, “Biarkan anak-anak itu datang kepada-Ku, jangan halang-halangi mereka, sebab orang-orang seperti inilah yang memiliki Kerajaan Allah. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya.” Lalu Ia memeluk anak-anak itu dan sambil meletakkan tangan-Nya di atas mereka ia memberkati mereka. (Mrk 10:13-16) 

Bacaan Pertama: Sir 17:1-15; Mazmur Tanggapan: Mzm 103:13-18 

Yesus mengasihi anak-anak kecil. Ia menjadi marah ketika melihat para murid-Nya memarahi orang-orang yang membawa anak-anak kecil kepada Yesus. Ia tidak setuju apabila para murid menghalang-halangi anak-anak kecil untuk bertemu dengan diri-Nya. Yesus memeluk/merangkul anak-anak itu, memberkati mereka sambil meletakkan tangan-Nya di atas mereka. Inilah justru yang diinginkan oleh para orangtua; mereka ingin melihat Yesus paling sedikit menyentuh anak-anak mereka.

Apakah Yesus tidak lebih daripada seorang politisi, yang mencoba mengumpulkan pengikut melalui keterikatan batin yang erat antara para orangtua dan anak-anak mereka? Para politisi suka membuat foto di mana terlihat dia sedang memegang, memeluk atau mencium seorang anak kecil, lalu foto itu tersebar di berbagaai macam media.

Apabila kita membaca satu/dua kalimat saja dalam Injil, maka kita langsung melihat bahwa mencari popularitas bukanlah niat atau maksud Yesus. Kiranya dalam kasus ini, Yesus menggunakannya sebagai kesempatan untuk mengajar para murid-Nya (termasuk kita juga) sebuah pelajaran penting. Tentunya ada soal sederhana sehubungan dengan cintakasih dan kebaikan hati yang mau ditunjukkan oleh Yesus kepada siapa saja yang dibawa kepada-Nya. Namun melampaui hal itu, Yesus menggunakan anak-anak kecil ini sebagai sebuah lambang/simbol orang-orang yang miskin di dalam roh, orang-orang rendahan, “wong cilik” dalam komunitas Kristiani. Ini adalah kesekian kalinya Yesus menekankan/menggaris-bawahi bahwa Allah mengasihi orang-orang yang sering tidak dipandang mata, miskin dlsb., padahal pandangan keagamaan pada zaman itu adalah bahwa kemiskinan dan penderitaan merupakan penghukuman atas dosa-dosa pribadi.

Yesus seakan berkata bahwa lebih mudahlah bagi orang-orang rendahan, miskin dlsb. itu untuk memahami dan menerima Pemerintahan Allah. Tentu lebih mudahlah bagi seorang anak kecil untuk mengatakan: “Abba, Bapa”. Jadi, apabila kita ingin memiliki sikap seorang anak kecil terhadap Allah, Bapa kita, Yesus mengatakan bahwa kita harus menjadi seperti anak-anak kecil. Ia bersabda: “Sesunggguhnya Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang tidak menyambut Kerajaan Allah seperti seorang anak kecil, ia tidak akan masuk ke dalamnya” (Mrk 10:15).

Membaca sabda Yesus di atas, bukanlah berarti bahwa kita harus terus bersikap kekanak-kanakan (childish), tidak pernah matang. Kita harus memiliki sifat keterbukaan, kerendahan-hati, dan ketidakpura-puraan sebagian besar anak-anak kecil. Anak-anak kecil dapat dilatih. Karakter-karakter mereka masih dapat dibentuk. Dengan demikian kita pun harus mencoba menjadi tanah liat di tangan-tangan Allah, sehingga Dia dapat membentuk kita semakin sempurna lagi dalam keserupaan dengan Yesus Kristus. Inilah yang dimaksudkan apabila kita diminta untuk menjadi seperti anak-anak kecil, apabila kita ikut ambil bagian dalam Kerajaan Allah.

DOA: Tuhan Yesus, oleh Roh Kudus, bentuklah aku agar dapat menjadi seperti seorang anak kecil, dengan demikian dapat ikut ambil bagian dalam Kerajaan Allah. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 10:13-16), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS INGIN AGAR ANAK-ANAK ITU DATANG KEPADA-NYA” (bacaan tanggal 25-2-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2017. 

Cilandak, 23 Februari 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements