AKU PERCAYA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VII – Senin, 20 Februari 2017) 

stdas0568-christ-heals-epileptic-boyKetika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang bersoal jawab dengan mereka. Pada saat orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?” Jawab seorang dari orang banyak itu, “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya berkertak dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hai kamu orang-orang yang tidak percaya, sampai kapan Aku harus tinggal di antara kamu? Sampai kapan aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”

Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, ia segera mengguncang-guncangkan anak itu, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Lalu Yesus bertanya kepada kepada ayah anak itu, “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya, “Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api untuk membinasakannya. Tetapi jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus, “Katamu: Jika Engkau dapat? Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegur roh jahat itu dengan keras, “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah daripada anak ini dan jangan merasukinya lagi!” Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan mengguncang-guncang anak itu dengan hebat. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata, “Ia sudah mati.” Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia berdiri.

Ketika Yesus masuk ke rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka kepada-Nya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Jawab-Nya kepada mereka, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan doa.” (Mrk 9:14-29) 

Bacaan Pertama: Sir 1:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 93:1-2,5

Dalam bacaan Injil ini, Markus merajut cerita tentang Yesus menyembuhkan seorang kerasukan roh jahat ini dan membaginya ke dalam tiga adegan yang berbeda-beda.

Pertama-tama kita melihat orang banyak mengerumuni para murid yang baru saja gagal mengusir roh jahat dari anak itu. Bapak dari anak itu menceritakan kepada Yesus tentang apa yang diderita anaknya (termasuk gejala seperti penyakit sawan) dan kegagalan para murid-Nya untuk menolong anaknya. Yesus “menuduh” orang banyak itu tidak memiliki iman.

Kedua, Yesus minta agar anak laki-laki itu dibawa kepada-Nya Sekali lagi gejala seperti penyakit sawan anak itu muncul kembali. Ketika sang ayah kelihatannya mulai merasa ragu-ragu tentang kemampuan Yesus untuk membebaskan anak itu, Yesus berkata: “Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya” (Mrk 9:23). Sang ayah menanggapi pernyataan Yesus itu dengan iman yang mengagumkan: “Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk 9:24).

Ketiga, Yesus menunggu orang banyak untuk datang berkumpul. Kemudian Ia menegur roh jahat itu dengan keras. Lagi-lagi muncul gejala seperti penyakit sawan anak laki-laki itu. Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia berdiri (Mrk 9:25-27). Pada saat para murid-Nya bertanya kepada Yesus mengapa mereka tidak dapat mengusir roh jahat itu, Yesus mengatakan kepada mereka bahwa mereka  kurang berdoa: “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan doa” (Mrk 9:28-29).

Pada zaman modern seperti sekarang ini kita juga berada di tengah-tengah orang banyak yang tidak/kurang percaya. Kita hidup dalam era iman yang kecil. Dalam sikon seperti itu sulitlah bagi kita untuk melawan pengaruh dari si Jahat. Namun jika kita tetap memusatkan pandangan pada Yesus, dan jika tidak tetap ingat kata-kata-Nya: “Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya!”  (Mrk 9:23), maka kita akan mampu untuk mengatasi berbagai kesulitan yang kita hadapi, teristimewa bilamana kita secara tetap berpaling kepada Yesus dan berkata kepada-Nya, “Aku percaya, tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk 9:24).

Jawaban Yesus atas pertanyaan para murid-Nya yang kebingungan tentang kebutuhan doa dalam situasi-situasi sedemikian sebenarnya ditujukan kepada kita juga. Jika kita tidak berdoa secara teratur, setiap hari, maka kita tidak akan mendapatkan iman itu dan kuat-kuasa yang berkaitan dengan iman dari Roh Kudus agar mampu mengatasi kejahatan-kejahatan di sekeliling kita. Kita semua dapat menjadi penyembuh sampai derajat tertentu, hanya jika kita adalah para pendoa yang serius dan mendalam.

DOA: Tuhan Yesus, aku percaya bahwa hanya Engkaulah Juruselamatku. Tolonglah aku agar dapat bertumbuh dalam keakraban dengan-Mu melalui doa-doaku yang teratur. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 9:14-29), bacalah tulisan dengan judul “JENIS INI TIDAK DAPAT DIUSIR KECUALI DENGAN DOA” (bacaan  tanggal 20-2-17), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-02 BACAAN HARIAN FEBRUARI 2017.

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 24-2-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  17 Februari 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements