ANAK DOMBA ALLAH

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA II [Tahun A] –  15 Januari 2017)

 0-0-the-lamb-of-god-13926843934_ceea7d36b0_b

Keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata, “Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Dialah yang kumaksudkan ketika kukatakan: Kemudian daripada aku akan datang seorang yang telah mendahului aku, sebab Dia telah ada sebelum aku. Aku sendiri pun dulu tidak mengenal Dia, tetapi untuk itulah aku datang dan membaptis dengan air, supaya Ia dinyatakan kepada Israel.”

Selanjutnya Yohanes bersaksi, katanya, “Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Dan aku pun dulu tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Kudus. Aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.” (Yoh 1:29-34) 

Bacaan Pertama: Yes 49:3,5-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 40:2,4,7-10; Bacaan Kedua: 1Kor 1:1-3 

Setiap kali kita merayakan Ekaristi Kudus, maka kata-kata Yohanes Pembaptis ini diingat kembali: “Inilah Anak Domba Allah yang telah menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya!” Para penulis Kitab Suci tidak merasa ragu untuk mencampur-aduk metafora mereka. Kadang-kadang Yesus adalah gembala dari kawanan domba dan kadang-kadang Ia sendiri dilihat sebagai anak domba.

Gambaran Yesus sebagai anak domba bertumbuh dari pemikiran Yahudi yang kaya serta kompleks namun terselubung. Darah anak domba yang dibubuhkan pada kedua tiang pintu dan ambang atas pintu setiap rumah orang Yahudi (Kel 12:7,22) menjelang “keluaran” bangsa Yahudi dari perbudakan di tanah Mesir merupakan tanda untuk menyelamatkan mereka dari tulah TUHAN atas keluarga-keluarga Mesir. Peringatan tahunan atas pembebasan ini menjadi apa yang dinamakan Pesta Paskah, klimaks dari penanggalan Yahudi. Anak domba berumur satu tahun yang berjumlah besar disembelih dan kelompok-kelompok keluarga makan daging anak domba dalam perjamuan suci yang mengikat mereka bersama dalam persekutuan sangat erat satu sama lain dan dengan Allah sendiri. Mereka makan bersama sambil berdiri, dan berpakaian seperti hendak melakukan perjalanan.

Dalam kronologi Injil Yohanes, kematian Yesus mengambil tempat tepat pada saat ketika anak-anak domba Paskah sedang disembelih. Dan rituale instruksi mengenai kurban anak domba yang dipersembahkan berlaku juga untuk Yesus: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan” (Yoh 19:36).

Komunitas Kristiani sangat menyukai lambang anak domba sejak awal sejarah Gereja. Lebih dari 20 tahun sejak kematian Yesus Kristus, suatu acuan kepada sepucuk surat Paulus menyarankan bahwa para pembacanya sudah familiar dengan lambang ini: “Sebab anak domba Paskah kita, yaitu Kristus, juga telah disembelih” (1Kor 5:7).

Satu lagi gagasan penting di belakang lambang anak domba ini adalah praktek mempersembahkan kurban berupa hewan sebagai ganti apa yang menjadi utang orang kepada Allah. Melalui persembahan kurban hewan, rasa terima kasih penuh syukur dikembalikan kepada Allah untuk kelahiran dari anak sulung. Melalui persembahan kurban itu dibayarlah tebusan atas nama seorang pendosa. Ide pembayaran melalui substitusi berasal dari kata-kata di dalam surat Petrus yang pertama: “Sebab kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu bukan dengan barang yang fana, bukan pula dengan perak atau emas, melainkan dengan darah yang mahal, yaitu darah Kristus yang sama seperti darah anak domba yang tak bernoda dan tak bercacat” (1Ptr 1:18-19).

Pilihan Yesaya 49 untuk bacaan pertama hari ini mengundang kita untuk menafsirkan  bacaan Injil hari dalam terang gambaran Yesaya tentang Hamba YHWH. Sesungguhnya, para ahli Kitab Suci mengatakan kepada kita bahwa kata “Anak Domba Allah” dapat diartikan juga sebagai “Hamba YHWH (Allah)”. Dalam terang “Nyanyian Hamba YHWH yang menderita” dalam kitab Yesaya, Yesus dipahami sebagai seekor anak domba lemah lembut dan tidak bersalah yang dibawa ke tempat pembantaian sebagai ganti orang-orang lain: “Ia dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan. Tetapi sesungguhnya, penyakit kitalah yang ditanggungnya, dan kesengsaaran kita yang dipikulnya, padahal kita mengira dia kena tulah, dipukul dan ditindas Allah. Tetapi dia tertikam oleh karena pemberontakan kita, dia diremukkan oleh karena kejahatan kita; ganjaran yang mendatangkan keselamatan bagi kita ditimpakan kepadanya, dan oleh bilur-bilurnya kita menjadi sembuh. Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri, tetapi YHWH telah menimpakan kepadanya kejahatan kita sekalian. Dia dianiaya, tetapi dia membiarkan diri ditindas dan tidak membuka mulutnya seperti anak domba yang dibawa kepembantaian……” (Yes 53:4-7).

Ketika Hosti Suci diangkat di depan mata kita pada waktu Misa Kudus, maka kata-kata Yohanes Pembaptis terdengar lagi untuk mengungkapkan iman-kepercayaan kita: “Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia.” Sungguh terberkati dan berbahagilah mereka yang dipanggil ke perjamuan ini. Dalam Ekaristi Yesus adalah sang Anak Domba Paskah yang daging-Nya dimakan oleh mereka yang siap untuk melakukan perjalanan guna meninggalkan perbudakan dosa.

Yesus adalah sang Anak Domba Allah yang menggantikan kita dan dalam darah-Nya pakaian baptis kita dicuci bersih lagi. Yesus adalah Anak Domba Allah yang lemah lembut dan tak bersalah, kepada diri-Nya kuasa Roh Kudus dan burung merpati perdamaian datang berdiam.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamat kami. Engkau adalah Anak Domba Allah yang menghapus dosa-dosa dunia. Engkau wafat di kayu salib guna menebus dosa-dosa kami. Kasihanilah kami, ya Kristus. Jadikanlah kami murid-murid-Mu yang setia sehingga dengan demikian kami dapat syering cintakasih-Mu kepada orang-orang lain. Amin.

Catatan: Untuk mendalam Bacaan Injil hari ini (Yoh 1:29-34), bacalah tulisan yang berjudul “KITA ADALAH UMAT PILIHAN ALLAH YANG BARU” (bacaan tanggal 19-1-14) dalam situs/blog PAX ET BONUM https://catatanseorangofs.wordpress.com; kategori: 14-01 PERMENUNGAN ALKITABIAH JANUARI 2014. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 19-1-14 dalam situ/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 12 Januari 2017 [Peringatan S. Bernardus dr Corleone, Biarawan] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements