YESUS DIBAPTIS OLEH YOHANES

(Bacaan Pertama Misa Kudus, PESTA PEMBAPTISAN TUHAN –  Senin,Januari 2017)

0-0-a-baptisan-yesus-5Kemudian datanglah Yesus dari Galilea ke Yordan kepada Yohanes untuk dibaptis olehnya. Tetapi Yohanes mencegah Dia, katanya, “Akulah yang perlu dibaptis oleh-Mu, namun Engkau yang datang kepadaku?” Lalu jawab Yesus kepadanya, “Biarlah hal itu terjadi sekarang, karena demikianlah sepatutnya kita menggenapkan seluruh kehendak Allah.” Yohanes pun menuruti-Nya. Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari surga yang mengatakan, “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan.” (Mat 3:13-17)

Bacaan Pertama: Yes 42:1-4,6-7; Mazmur Tanggapan: Mzm 29:1-4,9-10; Bacaan Kedua: Kis 10:34-38

Setelah bertahun-tahun menanti dan mempersiapkan diri-Nya, tibalah saatnya bagi Yesus untuk memulai pelaksanaan misi-Nya. Dia tidak lagi tetap tersembunyi di Nazaret, berprofesi sebagai seorang tukang kayu. Sekarang, tibalah saatnya bagi Yesus untuk melaksanakan peran yang merupakan bagian-Nya dalam rencana Allah, saat untuk mengumumkan dan meresmikan Kerajaan Allah. Sekarang adalah saat untuk penyembuhan-penyembuhan atas diri orang-orang yang menderita berbagai penyakit, pengusiran roh-roh jahat  atas diri orang-orang yang dirasuki, berkhotbah tentang Kerajaan Allah serta ajaran-ajaran-Nya dan menyerukan pertobatan.

Kerajaan besar dan agung ini tidak dimulai dengan suara terompet atau bunyi sangkakala dan tidak juga dengan pembuktian besar-besaran lewat mukjizat-mukjizat dan berbagai tanda heran lainnya yang dibuat oleh Yesus, melainkan dengan humilitas, yaitu kerendahan atau kedinaan, yaitu selagi Yesus merendahkan diri-Nya dan meminta kepada Yohanes untuk dibaptis-tobat untuk pengampunan dosa. Yesus yang tanpa dosa begitu menghargai panggilan Yohanes kepada para pendosa untuk bertobat. Ia yang di “atas” sana senantiasa berjubah kemuliaan harus menundukkan kepala-Nya kepada dia yang berbaju kasar (jubah bulu unta dst., lihat Mrk 1:6). Dia yang benar, mengidentifikasikan diri-Nya dengan orang-orang berdosa untuk memenuhi diri mereka dengan segala kebenaran.

Matius mengatakan bahwa ketika Yesus keluar dari air, Roh Kudus turun atas diri-Nya dan Allah Bapa memberi kesaksian tentang Putera-Nya: “Inilah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan” (Mat 3:16-17). Dengan menceritakan baptisan Yesus secara begini, Matius menekankan peranan Yesus sebagai seorang hamba YHWH sebagaimana diperkenalkan dalam kitab Yesaya (Yes 42:1-7). Seperti hamba yang menderita dalam kitab Yesaya itu, Yesus telah datang guna “menjadi terang untuk bangsa-bangsa, untuk membuka mata yang buta, untuk mengeluarkan orang-orang hukuman dari tempat tahanan dan mengeluarkan orang-orang yang duduk dalam gelap dari rumah penjara” (Yes 42:6-7). Yang bahkan lebih penting lagi, seperti sang hamba YHWH, Dia (Yesus) harus mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagai kurban tebusan dosa bagi orang-orang lain dan Ia juga berdoa syafaat bagi mereka guna mendapatkan pengampunan (lihat Yes 53:10-12).

Santo Paulus mengatakan bahwa pada saat baptisan kita, kita dibaptis ke dalam Kristus (Rm 6:3; Gal 3:27). Baptisan Yesus adalah baptisan kita juga. Jika pada baptisan Yesus, Roh Kudus turun atas diri-Nya maka demikian pula Roh Kudus turun atas diri kita masing-masing pada saat kita dibaptis. Seperti Bapa surgawi yang mendeklarasikan bahwa  Yesus adalah “Anak-Nya yang terkasih” (Mat 3:17), kita pun – pada saat dibaptis –  menjadi anak-anak Allah yang sangat dikasihi-Nya. Sebagaimana Yesus melaksanakan amanat-Nya sebagai seorang Hamba, maka kita pun harus menghayati hidup sebagai hamba yang melayani Allah dalam upaya membangun Kerajaan-Nya di dunia ini.

Dengan penuh keyakinan karena pengurapan Roh Kudus, dan dengan kerendahan hati serta kedinaan dalam Kristus, marilah kita bertekad bulat untuk melayani Bapa surgawi dengan penuh sukacita dan penyangkalan diri, sebagai anak-anak yang sangat dikasihi oleh-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, penuhilah diriku dengan Roh Kudus-Mu. Semoga aku memperoleh sukacita sejati ketika aku berupaya untuk menyenangkan-Mu, sebagaimana Engkau bersukacita dalam hidup-Mu yang sepenuhnya adalah untuk menyenangkan Bapa-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 3:13-17), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS DATANG KE SUNGAI YORDAN UNTUK DIBAPTIS” (bacaan tanggal 9-1-17) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 17-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2017. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-1-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 Januari 2017 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements