KETIKA YESUS DIBAPTIS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Masa Natal – Jumat, 6 Januari 2017)

baptisan-yesus-yesus-dipermandikan-oleh-yohanes-pembaptisIa memberitakan demikian, “Sesudah aku akan datang Ia yang lebih berkuasa daripada aku; membungkuk dan membuka tali kasut-Nya pun aku tidak layak. Aku membaptis kamu dengan air, tetapi Ia akan membaptis kamu dengan Roh Kudus.”

Pada waktu itu datanglah Yesus dari Nazaret di tanah Galilea, dan Ia dibaptis di Sungai Yordan oleh Yohanes. Pada saat Ia keluar dari air, langsung Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya. Lalu terdengarlah suara dari surga, “Engkaulah Anak-Ku yang terkasih, kepada-Mulah Aku berkenan.”(Mrk 1:7-11)

Bacaan Pertama: 1Yoh 5:5-13; Mazmur Tanggapan: Mzm 147:12-15,19-20; Bacaan Injil Alternatif: Luk 3:23-38 

Pada waktu Yesus dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, Ia melihat langit terkoyak dan misteri “Allah Tritunggal Mahakudus” (Trinitas) dibuat menjadi nyata. Ia mendengar suara Bapa-Nya yang mencurahkan berkat-Nya atas diri-Nya, dan Roh Kudus seperti burung merpati turun ke atas diri-Nya.

Yesus dari Nazaret seorang manusia tanpa dosa (lihat Ibr 4:15), mengidentifikasikan diri-Nya dengan manusia berdosa dengan cara menerima pembaptisan-tobat. Karena ketaatan-Nya kepada kehendak Bapa bagi diri-Nya, karena kemauan-Nya untuk memeluk dosa-dosa kita dan menghancurkan semua itu pada kayu salib, Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai Putera Allah yang setia. Yesus menunjukkan bahwa diri-Nya adalah hamba Tuhan yang kematian-Nya akan berakibat terwujudnya pencurahan Roh Kudus atas diri kita semua.

Setelah dibenamkan dalam kehidupan yang telah “ditakdirkan” oleh Allah bagi diri-Nya, Yesus masuk ke tengah dunia memproklamasikan Kerajaan Allah dan membuat banyak mukjizat serta tanda heran lainnya. Karena kelimpahan Roh dalam diri-Nya, Yesus mampu untuk melakukan segala keajaiban ini dan untuk memanifestasikan kasih Allah secara begitu lengkap. Ia menyiapkan para pengikut-Nya untuk menerima Roh Kudus yang sama.

Kita yang telah dibaptis ke dalam Kristus telah menerima Roh Kudus ini. Kita pun dapat mendengar Bapa surgawi berkata tentang diri kita masing-masing: “Ini adalah anak-Ku yang terkasih.” Kita dapat mengenal dan memberi kesaksian tentang kasih dan kuat-kuasa Allah yang aktif dalam kehidupan kita. Pater Raniero Cantalamessa OFMCap., pengkhotbah untuk rumahtangga Kepausan pada masa Paus Yohanes Paulus II menulis dalam sebuah bukunya: “Kita telah diselamatkan sehingga pada gilirannya kita akan mampu untuk melakukan – melalui rahmat dan iman – pekerjaan-pekerjaan baik yang Allah telah persiapkan sebelumnya bagi kita yang adalah buah-buah Roh” (Mary Mirror of the Church, hal. 71). Satu lagi: “Api Roh diberikan kepada kita pada saat Baptisan. Kita harus membuang abu yang telah membuat-Nya kurang dapat bernapas, agar dengan demikian dapat berkobar lagi dan membuat kita mampu mengasihi” (Life in the Lordship of Jesus Christ, hal. 154).

Hari ini, marilah kita memeriksa kembali baptisan kita dalam terang pembaptisan Yesus bagi kita. Kita dibaptis ke dalam kematian Yesus. Apabila kita mati bersama Kristus, maka kita juga bangkit bersama dengan-Nya, diampuni dan dipenuhi dengan kehidupan ilahi. Semuanya telah diberikan kepada kita dalam Kristus! Yang kita harus lakukan hanyalah dari hari ke hari menyerahkan diri kita kepada Tuhan dan mencari pekerjaan Roh dalam kehidupan kita.

DOA: Bapa surgawi, Allah yang Mahakuasa, Engkau telah memaklumkan Kristus sebagai Putera-Mu yang terkasih, pada waktu Dia dibaptis di Sungai Yordan, sementara Roh Kudus turun atas diri-Nya. Kami mohon, semoga kami selalu setia sebagai anak-anak-Mu, karena sudah dilahirkan kembali dalam air dan Roh Kudus. Kami menghaturkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Putera-Mu yang hidup bersama Dikau dalam persekutuan Roh Kudus, Allah sepanjang masa. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil Misa hari ini (Mrk 1:7-11), bacalah tulisan dengan judul “PADA SAAT PEMBAPTISAN YESUS” (bacaan untuk tanggal 6-1-17), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; 17-01 BACAAN HARIAN JANUARI 2017. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 4 Januari 2017 [Peringatan S. Angela dr Foligno, Ordo III Sekular] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS 

Advertisements