YESUS DAN YOHANES PEMBAPTIS

(Bacaan Kedua Misa Kudus, HARI MINGGU ADVEN III [Tahun A], 11 Desember 2016) 

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989Di dalam penjara Yohanes mendengar tentang pekerjaan Kristus, lalu menyuruh mudid-muridnya bertanya kepada-Nya, “Engkaulah yang akan datang itu atau haruskah kami menantikan orang lain?” Yesus menjawab mereka, “Pergilah dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu dengar dan kamu lihat: orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik. Berbahagialah orang yang tidak menolak Aku.” 

Setelah murid-murid Yohanes pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes, “Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan anginkah? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat ornag yang berpakaian haluskah? Orang berpakaian halus itu tempatnya di istana raja. Jadi, untuk apakah kamu pergi? Melihat nabikah? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih daripada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. 

Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar daripada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar daripada dia. (Mat 11:2-11) 

Bacaan Pertama: Yes 35:1-6,10; Mazmur Tanggapan: Mzm 146:6-10; Bacaan Kedua: Yak 5:7-10 

Salah satu peristiwa yang paling berkesan dalam seluruh sejarah Israel adalah “Keluaran” atau “Exodus”. Peristiwa keluaran ini mengkonfirmasi kasih Allah yang unik bagi satu bangsa ini dan menunjukkan determinasi-Nya untuk melindungi mereka. Manakala mereka merasa ragu akan kebaikan tanpa batas dari Allah, maka yang mereka lakukan adalah mengingat kembali peristiwa Exodus ini dan rasa percaya mereka yang suci kepada Allah dibangun kembali.

Yesaya juga sangat terkesan dengan peristiwa Exodus ini, namun dia lebih merasa takjub dengan apa yang akan terjadi di masa depan – kedatangan sang Mesias. Ia melihat peristiwa spektakuler ini sebagai suatu Exodus yang baru dan lebih besar dan sang Mesias sebagai pribadi yang baru dan lebih besar daripada Musa, yang akan memimpin orang-orang keluar dari perbudakan spiritual. Tidak hanya mereka yang terjerat oleh dosa, melainkan juga orang-orang buta dan tuli akan dibebaskan agar dapat menikmati kepenuhan hidup.

Baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus sama-sama sadar akan nubuatan optimistis dari nabi Yesaya. Jadi, ketika Yohanes Pembaptis – lewat para murid-Nya – mencari tahu tentang identifikasi-Nya, maka Yesus mengatakan kepada para murid Yohanes Pembaptis untuk pergi melapor kepada sang guru bahwa nubuat-nubuat nabi Yesaya sedang dipenuhi. Menanggapi pertanyaan para murid Yohanes, Yesus tidak mengeluarkan KTP-Nya (kalau ada pada waktu itu) dan menunjukkan KTP itu kepada para murid Yohanes: nama: Yesus dari Nazaret, tempat lahir: Betlehem, Yudea, pekerjaan: Mesias, dst. Yesus mengungkapkan apa yang dinubuatkan oleh nabi Yesaya tentang Mesias ini: “orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Yes 35:5-6,61:1). Singkatnya, sang Mesias yang dinanti-nantikan sejak lama itu akhirnya datang dan Exodus baru sekarang sedang bergerak maju.

yohanes-pembaptis-dalam-penjara-mat-11-1-2Baik Yesaya maupun Yohanes tidak menyadari betapa lengkap “Musa Baru” akan menggantikan Musa yang lama. Siapakah yang mengira bahwa Yesus secara pribadi mempersembahkan diri-Nya sendiri untuk keselamatan umat-Nya?

Jadi, apabila kita mulai merasa ragu mengenai kasih-Nya yang unik bagi kita, maka kita hanya perlu mengingat salib yang penuh darah di bukit Kalvari dan kubur yang kosong. Dengan demikian, rasa percaya kita pada persahabatan-Nya dan kasih-Nya dibangun kembali. Tindakan penebusan-Nya begitu mendalam dan sungguh menggoncang bumi sehingga terus saja terasa getarannya di seluruh dunia sampai hari ini. Setiap hari kita dapat mendengar dan merasakannya, yang senantiasa mengundang kita masing-masing agar melangkah ke luar dari keterikatan dosa dan kegelapan dan masuk ke dalam suatu kebebasan baru dalam Kristus.

Liturgi masa Adven mengingatkan kita betapa pentingnya arti kedatangan Tuhan. Yohanes, seperti dikatakan oleh Yesus, adalah pribadi yang paling besar di hadapan-Nya. Namun kita masing-masing dapat lebih besar daripada Yohanes, karena kita adalah para penerima dari karunia yang jauh lebih sempurna.

Ya, memang begitulah, Yesus adalah Dia yang akan datang. Kita tidak perlu untuk mencari seorang pribadi yang lain. Setelah 20 abad lamanya, kita masih dapat mendengar dengan jelas sabda-Nya, dan masih terkesima dengan segala mukjizat-Nya dan penuh rasa syukur menerima sentuhan kesembuhan-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, penuhilah diri kami dengan air hidup. Datanglah ke padang gurun kehidupan kami dan segarkanlah kami sehingga kami dapat menjadi tanda-tanda kehidupan-Mu bagi dunia. Dalam Engkau, kami menaruh kepercayaan dan tidak lagi merasa haus, karena Engkau adalah air kehidupan. Terpujilah nama-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 11:2-11), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS BERBICARA TENTANG YOHANES PEMBAPTIS” (bacaan tanggal 11-12-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-12  BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 15-12-13) 

Cilandak, 9 Desember 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements