MENJADI WAHAH/OASIS DI TENGAH PADANG GURUN

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan II Adven – Senin, 5 Desember 2016) 

libya_oasis_c02043413d2e475a807f80f8f0937583

Padang gurun dan padang kering akan bergirang, padang belantara akan bersorak-sorak dan berbunga; seperti bunga mawar ia akan berbunga lebat, akan bersorak-sorak, ya bersorak-sorak dan bersorak-sorai. Kemuliaan Libanon akan diberikan kepadanya, semarak Karmel dan Saron; mereka itu akan melihat kemuliaan TUHAN (YHWH), semarak Allah kita. 

Kuatkanlah tangan yang lemah lesu dan teguhkanlah lutut yang goyah. Katakanlah kepada orang-orang yang tawar hati: “Kuatkanlah hati, janganlah takut! Lihatlah, Allahmu akan datang dengan pembalasan dan dengan ganjaran Allah. Ia sendiri datang menyelamatkan kamu!”

Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara; tanah pasir yang hangat akan menjadi kolam, dan tanah kersang menjadi sumber-sumber air; di tempat serigala berbaring akan tumbuh tebu dan pandan. Di situ akan ada jalan raya yang akan disebutkan Jalan Kudus; orang yang tidak tahir tidak akan melintasinya, dan orang-orang pandir tidak akan mengembara di atasnya. Di situ tidak akan ada singa, binatang buas tidak akan menjalaninya dan tidak akan terdapat di sana; orang-orang yang diselamatkan akan berjalan di situ, dan orang-orang yang dibebaskan YHWH akan pulang dan masuk ke Sion dengan bersorak-sorai, sedang sukacita abadi meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh. (Yes 35:1-10) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 85:9-14; Bacaan Injil: Luk 5:17-26

“…… mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara”  (Yes 35:6).

Pernahkah anda bertemu dengan seseorang  yang masuk ruang kantor anda atau ruang rapat dan segera mengubah atmosfir hanya dengan kehadirannya? Suasana yang tadinya menegangkan menjadi rileks dan tenang, yang tadinya letih lesu menjadi bersemangat lagi, dst. Tidakkah anda ingin menjadi seorang pribadi seperti itu?

Allah ingin membuat kita masing-masing menjadi semacam wahah/oasis rohani bagi orang-orang lain, seorang pribadi yang kehadirannya semata mampu mengubah suatu situasi atau bahkan atmosfir dari sebuah tempat. Yang lebih meningkatkan semangat kita adalah kenyataan bahwa Dia lebih daripada sekadar mampu untuk mentransformasikan kita sehingga kita memancarkan damai sejahtera, kebaikan hati, kasih, dan semua buah Roh Kudus. Kita sendiri mungkin tidak menyadari hal tersebut, namun padang gurun dan padang kering seperti yang dikatakan Yesaya termasuk juga orang-orang yang kita temui setiap hari. Kita dapat membawa hal-hal yang dapat menyegarkan mereka kembali, dan juga istirahat bagi mereka yang paling membutuhkannya.

ROHHULKUDUSJadi, bagaimana caranya kita dapat menjadi wahah/oasis rohani? Satu cara yang pasti adalah dengan memfokuskan perhatian kita pada kedatangan Kristus untuk kedua kalinya, dengan memfokuskan pada apa yang tidak kelihatan, bukan pada hal-hal yang kelihatan. Santo  Paulus mengatakan: “Kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang  tidak kelihatan adalah kekal” (2 Kor 4:18).

Dalam kehidupan kita di atas bumi ini, kita dapat dengan mudahnya terbiasa dengan gerakan turun-naik kekuatan spiritual/rohani kita. Pada hari tertentu kia merasa begitu dekat dengan Tuhan, namun esok harinya Dia seakan begitu jauh dari kita. Akan tetapi, jika Yesus datang kembali kelak, Ia akan menjadi segala dalam segalanya, dan semua penghalang yang ada antara Dia dan kita akan dibuang jauh-jauh. Rasa sedih dan pedih akan menghilang, dan setiap tetes air mata akan dihapus. Seperti dikatakan oleh Yesaya, “sukacita abadi akan meliputi mereka; kegirangan dan sukacita akan memenuhi mereka, kedukaan dan keluh kesah akan menjauh” (Yes 35:10).

Selagi kita (anda dan saya) menjalani rutinitas kita pada hari ini, marilah kita berefleksi seperti ini untuk membayangkan gambaran seperti apa yang ada pada saat Yesus datang kembali. Pada waktu kehidupan kita menjadi sulit, marilah kita mencoba untuk mengingat bahwa hidup ini dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya bersifat sementara, namun Allah telah mempersiapkan sebuah tempat kediaman bagi kita masing-masing. Marilah kita memohon kepada Roh Kudus untuk menolong kita, dan kita pun akan melihat bahwa Allah menggunakan kita untuk menyemangati dan mendorong orang-orang di sekeliling kita, juga menyegarkan dan memperkuat mereka. Dengan begitu, kita (anda dan saya) akan menjadi seperti wahah/oasis di tengah padang gurun.

DOA:  Tuhan Yesus, datanglah dan dirikanlah pemerintahan-Mu. Biarlah air pemberi kehidupan dari-Mu mengalir melalui diriku  kepada orang-orang lain yang kutemui. Semoga Engkau senantiasa ditinggikan di dalam surga maupun diatas bumi. Terpujilah nama-Mu yang kudus dan penuh belas kasih, sekarang dan selama-lamanya. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 5:17-26), bacalah tulisan yang berjudul “WAJAH SEJATI ALLAH ADALAH KASIH ALLAH YANG MENGAMPUNI” (bacaan tanggal 5-12-16) dalam situs SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 7-12-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 2 Desember 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements