PERCAYA DAN MELIHAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Adven – Jumat, 4 Desember 2015)

OSCCap.: Peringatan B. Maria Angela Astorch, Biarawati Klaris-Kapucines

 585593231_orig

Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata, “Kasihanilah kami, hai Anak Daud.” Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka, “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” Mereka menjawab, “Ya Tuhan, kami percaya.” Yesus pun menyentuh mata mereka sambil berkata, “Jadilah kepadamu menurut imanmu.” Lalu meleklah mata mereka. Kemudian Yesus dengan tegas berpesan kepada mereka, “Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini.” Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu. (Mat 9:27-31) 

Bacaan Pertama: Yes 29:17-24; Mazmur Tanggapan: Mzm 27:1,4,13-14

“Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup”  (Mzm 27:13).

Percaya dan melihat – ini adalah tanda-tanda hidup Kristiani. Berabad-abad lamanya sebelum kedatangan Kristus, nabi Yesaya telah menggambarkan masa mesianis sebagai karya-karya Tuhan yang dipenuhi kejutan dan menakjubkan: “Pada waktu itu orang-orang tuli akan mendengar perkataan-perkataan sebuah kitab, dan lepas dari kekelaman dan kegelapan mata orang-orang buta akan melihat” (Yes 29:18). Menyembuhkan orang buta jelas merupakan karya Allah, bukan pekerjaan manusia. Namun, agar hal tersebut menjadi kenyataan, orang-orang harus percaya dan membuka diri agar karya Allah tersebut dapat dilakukan.

Sekarang, marilah kita mempertimbangkan dan merenungkan tanggapan Yesus terhadap dua orang buta dalam bacaan Injil di atas yang berseru-seru dengan suara keras memohon belas kasihan dari “Anak Daud”, sebuah gelar mesianis yang mengakui kehadiran Allah dalam diri-Nya. Mula-mula Yesus bertanya kepada kedua orang buta tersebut: “Percayakah kamu bahwa Aku dapat melakukannya?” (Mat 9:28). Mereka menjawab: “Ya Tuhan, kami percaya”  (Mat 9:28). Dua orang buta itu memang harus memiliki iman jika mereka sungguh ingin dapat melihat. Pemulihan penglihatan mereka tergantung kekuatan iman-kepercayaan mereka. Yesus menyentuh mata mereka sambil berkata: “Jadilah kepadamu menurut imanmu.”  Lalu meleklah mata mereka (Mat 9:29-30). Peristiwa ini sungguh merupakan kejadian yang mengejutkan dan sekaligus menakjubkan!

Betapa mengagumkan iman dua orang buta itu, namun juga sungguh mengejutkan bagi kita yang mau meniru iman kedua orang itu kepada Yesus. Yesus telah menghantar kita ke dalam Kerajaan Allah, dan segala mukjizat dan tanda heran lainnya yang kita lihat dalam sejarah Kekristenan adalah tanda-tanda bahwa Kerajaan Allah sudah dekat (Mat 4:17; bdk. Mrk 1:15). Walaupun demikian, kita-manusia tidak selalu mempunyai ekspektasi bahwa Yesus akan atau mau bekerja dalam hidup kita. Penyembuhan/kesembuhan adalah suatu tanda bahwa Kerajaan Allah telah menerobos ke dalam diri kita. Apabila kita mempraktekkan iman, maka kita membuka diri bagi karya kerajaan-Nya dalam hidup kita, apa pun atau bagaimana pun pengungkapan karya tersebut.

Ia yang datang untuk menyelamatkan kita ingin menyelesaikan karya penyelamatan-Nya dalam diri kita. Marilah kita membuka hati kita bagi-Nya pada hari ini dan biarlah Kerajaan Allah berakar dalam hati kita. Marilah kita mengakui kuat-kuasa-Nya selagi kita membaca dalam Kitab Suci tentang berbagai mukjizat dan tanda-heran yang diperbuat-Nya ketika hidup di atas bumi dan menerima dengan tulus apa yang telah diajarkan Gereja dari abad ke abad. Marilah kita bertindak dalam iman.

DOA: Tuhan Yesus, Anak Daud, Mesias, kasihanilah kami. Engkau adalah terang dunia; terangilah kegelapan hati kami dan sembuhkanlah kebutaan kami. Kuatkanlah iman kami selagi Engkau membawa terang-Mu kepada kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 9:27-31), bacalah tulisan yang berjudul “ANAK DAUD ADALAH SEBUAH GELAR MESIANIS” (bacaan tanggal 2-12-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-12 BACAAN HARIAN DESEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 4-12-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 30 November 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS