IMAN YANG RENDAH HATI

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan I Adven – Senin,  28 November 2016)

OFM dan OFMConv.: Peringatan S. Yakobus dari Marka, Imam

centurion-looking-rightKetika Yesus masuk ke Kapernaum, datanglah seorang perwira mendapatkan Dia dan memohon kepada-Nya, “Tuan, hambaku terbaring di rumah karena sakit lumpuh dan ia sangat menderita.” Yesus berkata kepadanya, “Aku akan datang menyembuhkannya.” Tetapi jawab perwira itu kepada-Nya, “Tuhan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya.” Mendengar hal itu, Yesus pun heran dan berkata kepada mereka yang mengikuti-Nya, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorang pun di antara orang Israel. Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan datang dari timur dan barat dan duduk makan bersama-sama dengan Abraham, Ishak dan Yakub di dalam Kerajaan Surga. (Mat 8:5-11) 

Bacaan Pertama: Yes 2:1-5 atau Yes 4:2-6; Mazmur Tanggapan: Mzm 122:1-9

Kiranya para murid dan orang banyak yang mengikuti Yesus menjadi terkejut melihat “ulah” Yesus, baik sikap-Nya maupun apa yang dilakukan-Nya. Yesus tidak hanya bersedia berbicara dengan seorang perwira pasukan Romawi, melainkan juga Dia menyembuhkan hamba dari perwira itu dan menggunakan iman sang perwira sebagai sebuah contoh untuk memperingatkan orang-orang yang tidak percaya tentang “para pewaris Kerajaan” – umat terpilih dari Israel! Yesus datang untuk membawa dan memberitakan Injil kepada semua orang: Yahudi maupun non-Yahudi, “pantas” maupun “tak pantas”, para pendosa maupun orang-orang saleh.

Yesus adalah pemenuhan dari nubuatan Yesaya bahwa “gunung tempat rumah TUHAN (YHWH) akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung” dan “segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana” (lihat Yes 2:2). Setiap orang dapat menerima undangan  untuk pergi ke rumah YHWH dan bersukacita karenanya (lihat Mzm 122:1).

Syarat satu-satunya untuk menerima penyembuhan dan hidup dari Yesus adalah iman, iman yang rendah hati sebagaimana ditunjukkan oleh sang perwira Romawi. Ketika perwira itu datang menghadap Yesus dan menyapa-Nya sebagai “Tuan” dan mengakui otoritas-Nya untuk mengusir pergi penyakit dari seseorang, maka sebenarnya dia memberi contoh bagaimana menaruh kepercayaan kepada-Nya. Inilah sikap dan perilaku yang dirindukan oleh Yesus ada dalam semua pengikut-Nya.

yesus-dan-centurion-2Panggilan universal dari Injil yang diproklamasikan oleh Yesus masih berlanjut sampai hari ini. Sesungguhnya, dunia di dalam mana kita hidup dipenuhi dengan beraneka-ragam orang, sehingga hanya iman dalam/kepada Yesus yang dapat mengumpulkan kita bersama dalam pesta perjamuan surgawi. Setiap orang mampu mengenal kebutuhannya dan kemudian berseru kepada Yesus agar diselamatkan. Dan, kepada setiap orang ditawarkan anugerah bebas penebusan dan janji akan hidup kekal dalam hadirat Allah.

Selagi kita mengawali masa Adven ini, marilah kita merenungkan kasih Allah, yang memanggil semua bangsa kepada-Nya melalui Kristus. Kita dapat mendengar panggilan Yesus, dan kita dapat melihat bahwa panggilan yang sama juga ditujukan ke seluruh dunia. Oleh karena itu marilah kita berdoa untuk suatu pencurahan Roh Kudus secara  berlimpah semua orang dari semua bangsa akan mendengar dan menanggapi panggilan universal dari Injil dengan iman yang rendah hati dalam Kristus. Sementara kita mempersiapkan kelahiran Yesus, semoga kita melihat pemenuhan nubuat-nubuat bahwa semua bangsa akan berkumpul bersama Tuhan yang dimuliakan di atas gunung-Nya yang kudus.

DOA: Roh Kudus, penuhilah diri kami dengan iman yang rendah hati sebagaimana ditunjukkan oleh sang perwira Romawi. Biarlah kami digerakkan oleh kasih Allah yang memanggil setiap orang kepada diri-Nya, sehingga dengan demikian kami akan berbagi iman kami dengan orang-orang lain dan berdoa untuk pertobatan semua orang. Kami sungguh ingin melihat semua bangsa pada pesta perjamuan surgawi kelak. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 8:5-11), bacalah tulisan berjudul “IMAN YANG LUAR BIASA” (bacaan tanggal 28-11-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-11 BACAAN HARIAN NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 1-12-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 27 November 2016 [HARI MINGGU ADVEN I – TAHUN A]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS