KETEKUNAN AKAN MENDATANGKAN BERKAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXXIV – Rabu, 23 November 2016)

 maxresdefault

“Tetapi sebelum semuanya itu kamu akan ditangkap dan dianiaya; kamu akan diserahkan ke rumah-rumah ibadat dan penjara-penjara, dan kamu akan dihadapkan kepada raja-raja dan penguasa-penguasa oleh karena nama-Ku. Hal itu akan menjadi kesempatan bagimu untuk bersaksi. Sebab itu tetapkanlah di dalam hatimu, supaya kamu jangan memikirkan lebih dahulu pembelaanmu. Sebab Aku sendiri akan memberikan kepadamu kata-kata hikmat, sehingga kamu tidak dapat ditentang atau dibantah lawan-lawanmu. Kamu akan diserahkan juga oleh orang tuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan dibunuh dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena nama-Ku. Tetapi tidak sehelai pun dari rambut kepalamu akan hilang. Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh kehidupan.” (Luk 21:12-19) 

Bacaan Pertama: Why 15:1-4; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-3,7-9

Masih ingatkah anda bagaimana populernya berbagai nubuat tentang akhir dunia selagi kita mendekati tahun 2000?  Pada waktu itu tidak sedikit orang yang mengalami excitement terkait prediksi-prediksi mengenai berbagai bencana alam dan malapetaka yang akan mendahului akhir zaman.

Orang-orang Yerusalem yang mendengar prediksi-prediksi Yesus tentang akhir zaman, yaitu tentang penghancuran/kehancuran Yerusalem, dan penganiayaan yang akan menimpa para murid-Nya barangkali lebih-lebih bereaksi dengan penuh ketakutan daripada excitement. Memang sepantasnya begitu! Sejarah mencatat bahwa pada tahun 70, suatu revolusi yang gagal melawan pemerintahan Romawi telah mengakibatkan kematian ribuan orang-orang tak bersalah, bencana kelaparan dalam skala besar, dan penghancuran Bait Suci.  Hanya setelah gambaran tentang segala penderitaan ini, Yesus mengingatkan para pengikut-Nya bahwa sesungguhnya sebelum peristiwa-peristiwa ini mereka akan menderita penganiayaan.

Jadi, di manakah “kabar baik”-nya yang ada dalam semua cerita ini? “Kalau kamu tetap bertahan, kamu akan memperoleh hidupmu” (Luk 21:19). Satu-satunya yang dapat dilakukan oleh kita-manusia – bertahan/bertekun – akan mendatangkan berkat yang jauh melampaui segala kemampuan manusiawi kita: keselamatan penuh dan hidup kekal dalam kehadiran Allah Yang Mahakuasa.

Seperti orang-orang Yahudi pada abad pertama, kepada kita umat Kristiani pada millenium ketiga tidak dijanjikan hidup nyaman. Sebaliknya, Yesus menawarkan kepada kita sesuatu yang jauh lebih besar. Ia berjanji untuk membawa orang-orang yang tetap setia kepada-Nya pulang ke rumah dengan aman, ke sebuah kerajaan yang tidak dapat dihancurkan. Yang diminta dari kita adalah suatu hidup ketekunan. “Katekismus Gereja Katolik” (KGK) menjelaskan sebagai berikut:

“Semua orang dipanggil kepada kekudusan: ‘Karena itu haruslah kamu sempurna, seperti Bapa-Mu yang di surga adalah sempurna’ (Mat 5:48). Untuk memperoleh kesempurnaan itu hendaklah kaum beriman mengerahkan tenaga yang mereka terima menurut ukuran yang dikaruniakan oleh Kristus, supaya … mereka melaksanakan kehendak Bapa dalam segalanya, mereka dengan segenap jiwa membaktikan diri kepada kemuliaan Allah dan pengabdian terhadap sesama. Begitulah kesucian umat Allah akan bertumbuh dan menghasilkan buah berlimpah” (KGK, 2013).

Dengan panggilan yang sedemikian agung di depan kita, marilah kita tetap menaruh kepercayaan kita pada Dia yang mengasihi kita sedemikian rupa sehingga rela mati bagi kita. Marilah kita mendengarkan dengan penuh perhatian nasihat dari Roh Kudus dan melatih mata kita agar dapat melihat hadiah untuk kita, yaitu Yerusalem surgawi.

DOA: Yesus, Engkau adalah Tuhan dan Juruselamatku. Aku ingin berpegang teguh pada janji-Mu akan kehidupan kekal. Dengan pertolongan Roh Kudus-Mu, aku berjanji untuk mengikuti ke mana saja Engkau memimpinku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 21:12-19), bacalah tulisan yang berjudul “TETAP BERTAHAN SUPAYA MEMPEROLEH HIDUP (bacaan tanggal 23-11-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-11 BACAAN HARIAN NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 25-11-15) 

Cilandak, 21 November 2016 [Peringatan SP Maria Dipersembahkan kepada Allah] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS