FONDASI DARI GEREJA ADALAH YESUS KRISTUS

(Bacaan Kedua Misa Kudus, Pesta Pemberkatan Gereja Basilik Lateran – Senin, 9 November 2016)

 kveit1240s

Kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah.  

Sesuai dengan anugerah Allah, yang diberikan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang terampil telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun diatasnya. Karena tidak ada seorang pun yang dapat meletakkan dasar lain daripada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Tidak tahukah kamu bahwa kamu sekalian adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu? Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu sekalian. (1Kor 3:9b-11,16-17) 

Bacaan Pertama: Yeh 47:1-2,8-9,12; Mazmur Tanggapan: Mzm 46:2-3,5-6,8-9; Bacaan Injil: Yoh 2:13-22

“Kami adalah kawan sekerja untuk Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah”  (1Kor 3:9).

Dengan kata-kata ini Santo Paulus menasihati jemaat di Korintus supaya memahami bahwa mereka adalah bangunan Allah. Pokok ini harus mengingatkan kita bahwa manakala kita menggunakan kata “Gereja”, maka hal ini berarti melebihi daripada sekadar sebuah struktur bangunan di mana umat Allah berkumpul untuk beribadat dan menyembah-Nya. Kita dapat menamakan bangunan sedemikian sebagai gereja, namun Paulus menginstruksikan umat di Korintus (dan kita sekarang juga) bahwa umat Allah adalah Gereja. Pemahaman seperti ini cocok untuk hari ini ketika kita merayakan dedikasi Gereja Basilik S. Yohanes Lateran, gereja katedral dari Uskup Roma.

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989Pesta ini dimaksudkan untuk merayakan dedikasi/pemberkatan Gereja kepala dan induk dari segala gereja dalam persekutuan dengan Roma. Dalam menghormati dedikasi dari gereja katedral S. Yohanes Lateran, pusat perhatian kita adalah pentingnya peranan Sri Paus – pengganti S. Petrus – sebagai guru dan pelayan/hamba dari segala pelayan/hamba Allah. Sesungguhnya kita tidak merayakan sebuah bangunan gereja, melainkan sebuah bangunan gereja sebagai sebuah tanda Gereja di mana Sri Paus adalah guru tertinggi. Ini adalah sebuah tanda dari Yerusalem surgawi yang kita idam-idamkan.

Dalam Gereja ini dibangunlah sebuah bait Allah demi kemuliaan Bapa surgawi melalui karya Roh Kudus. Kita menerima berbagai karunia/anugerah Roh yang dicurahkan kepada kita guna membangun Gereja sehingga Gereja itu akan mencerminkan secara lebih penuh kemuliaan dan kebenaran dari Yerusalem surgawi. Kita melakukan hal ini dengan tetap mengingat bahwa “fondasi dari Gereja adalah Yesus Kristus” (1Kor 3:11).

Pada hari ini sangat baik bagi kita untuk berdoa supaya Allah memperhatikan Bapa Suci dan menguatkan dirinya, sebagai guru tertinggi Gereja di atas bumi, mengajar kita dalam menuju Yerusalem surgawi. Sejalan dengan “doa pembukaan” dalam Misa Kudus hari ini, marilah kita juga berdoa agar kita sebagai umat Allah yang selalu setia akan rahmat Allah berkembang dalam pembangunan Yerusalem baru.

DOA: Bapa surgawi, Engkau memanggil umat-Mu untuk menjadi Gereja-Mu. Tolonglah kami untuk syering visi-Mu bagi Gereja sehingga dengan demikian kami dapat melihat kota suci, Yerusalem Baru, yang turun dari Allah di surga. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Yeh 47:1-2,8-9,12), bacalah tulisan yang berjudul “PEMENUHAN VISI ALLAH TENTANG BAIT-NYA” (bacaan tanggal 9-11-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-11  BACAAN HARIAN NOVEMBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 9-11-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 7 November 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS