IMANMU TELAH MENYELAMATKAN ENGKAU

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXVIII [Tahun C] – 9 Oktober 2016)

 ten-lepers-jesus-mormon-e1418742715331-586x330

Dalam perjalanan-Nya ke Yerusalem Yesus menyusur perbatasan Samaria dan Galilea. Ketika ia memasuki suatu desa datanglah sepuluh orang kusta menemui-Nya. Mereka berdiri agak jauh dan berteriak, “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Lalu Ia memandang mereka dan berkata, “Pergilah, perlihatkanlah dirimu kepada imam-imam.” Sementara mereka di tengah jalan mereka menjadi sembuh. Salah seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, lalu sujud di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu orang Samaria. Lalu Yesus berkata, “Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah sembuh? Di manakah yang sembilan orang itu?” Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain orang asing ini?” Lalu Ia berkata kepada orang itu, “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau.” (Luk 17:11-19)

Bacaan Pertama: 2Raj 5:14-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 98:1-4; Bacaan Kedua: 2Tim 2:8-13

Tidak kembalinya kepada Yesus sembilan orang kusta yang telah disembuhkan-Nya untuk berterima kasih penuh syukur kepada-Nya sungguh merupakan suatu hal yang mengecewakan. Kesembilan orang itu kehilangan kesempatan untuk menerima sesuatu yang jauh lebih besar daripada sekadar kesembuhan fisik. Memang kesembuhan yang telah mereka terima dari Yesus sudah termasuk kategori luarbiasa, bahkan bagi dunia kedokteran di abad ke-21 ini. Akan tetapi orang kusta yang kembali kepada Yesus untuk mengucap syukur kepada-Nya menerima sesuatu yang jauh lebih besar nilainya daripada kesehatan badani. Yesus berkata kepadanya: “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau” (Luk 17:19). Orang itu tidak hanya “dibersihkan” dari penyakit kusta, melainkan juga “diselamatkan”.

Sembilan orang kusta yang lain tidak berjumpa secara pribadi dengan Yesus dalam jarak yang dekat. Dari jarak jauh Yesus memerintahkan mereka untuk memperlihatkan diri kepada imam-imam. Mereka tidak pernah membangun suatu relasi dengan Yesus seperti yang telah dilakukan oleh orang yang kesepuluh. Relasi dengan Yesus ini adalah kebaikan yang sesungguhnya, karena hanya apabila kita bertumbuh dalam suatu relasi pribadi dengan Dia, maka kita menjadi anak-anak Allah dengan hati dan pikiran yang baru. Bersama dengan Yesus dalam suatu relasi cintakasih dan pemberian-diri – inilah arti sesungguhnya dari keselamatan.

Di dalam dunia kuno, penyakit kusta merupakan gambaran kondisi kemanusiaan sebagai akibat dari dosa. Seperti penyakit kusta ini membuat seseorang terbuang dari masyarakatnya, demikian pula dosa memutuskan hubungan kita dengan Allah yang merupakan Sumber dari kehidupan dan damai-sejahtera kita. Dalam keputus-asaan kita dapat berseru kepada Yesus dari kejauhan, dan Ia akan senantiasa menolong kita. Namun tujuan-Nya tidak akan tercapai jika kita hanya menerima pertolongan-Nya lalu pergi lagi mengikuti jalan kita sendiri-sendiri. Yesus menginginkan suatu relasi dengan kita masing-masing sebagai pribadi, di mana kita mengucap syukur kepada-Nya serta memuji Dia, kemudian Ia memberikan damai-sejahtera-Nya, penghiburan-Nya dan bimbingan-Nya kepada kita.

Dalam Misa Kudus pada hari Minggu ini, marilah kita datang kembali kepada Yesus dan berterima kasih kepada-Nya untuk apa saja yang telah dilakukan-Nya bagi kita. Marilah kita meletakkan hidup kita di hadapan-Nya dalam kasih dan dengan penuh kebebasan mengundang Dia untuk memerintah dalam pikiran dan hati kita.

DOA: Tuhan Yesus, pada hari ini kami memuji-muji Engkau, seperti yang dilakukan orang Samaria yang telah Kausembuhkan dari penyakit kustanya. Terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu karena Engkau telah membersihkan dan menyelamatkan kami. Jagalah agar kami tetap dekat dengan diri-Mu, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 17:11-19), bacalah tulisan yang berjudul “SEPULUH ORANG KUSTA YANG DISEMBUHKAN OLEH YESUS” (bacaan tanggal 9-10-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-10 BACAAN HARIAN OKTOBER 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 13-10-13)

Cilandak, 5 Oktober 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS