SIAPAKAH AKU INI ?

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Jumat, 23 September 2016)

OFM Cap./OSCCap. (Klaris Kapusin): Pesta S. Pius dr Pietralcina (Padre Pio) 

SIAPAKAH AKU INI - MAT 16Pada suatu kali ketika Yesus berdoa seorang diri, datanglah  murid-murid-Nya kepada-Nya. Lalu Ia bertanya kepada mereka, “Kata orang banyak, siapakah Aku ini? Jawab mereka, “Yohanes Pembaptis, yang lain mengatakan: Elia, yang lain lagi mengatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit.” Yesus bertanya kepada mereka, “Menurut kamu, siapakah Aku ini?” Jawab Petrus, “Mesias dari Allah.” Lalu Yesus melarang mereka dengan keras, supaya mereka jangan memberitahukan hal itu kepada siapa pun.

Kemudian Yesus berkata, “Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh tua-tua, imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu dibunuh dan dibangkitkan pada hari ketiga.” (Luk 9:18-22) 

Bacaan Pertama: Pkh 3:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 144:1-4 

Apabila kita ingin mengikuti jejak Yesus dengan keyakinan yang mantap, maka kita harus mengetahui siapa Dia sebenarnya. Ketika Yesus bertanya: “Kata orang banyak, siapakah Aku ini?”, maka berbagai jawaban yang diberikan para murid-Nya mencerminkan kepercayaan di tengah masyarakat pada waktu itu (Luk 9:18-19). Semua ini adalah jawaban-jawaban yang menyenangkan, namun tidak berurusan dengan kebenaran sentral bahwa Yesus adalah “Mesias dari Allah” yang datang ke dunia untuk menyelamatkan kita – umat manusia. Yesus mengetahui bahwa para murid-Nya akan sampai pada kepercayaan ini dan dengan demikian Ia mengajukan pertanyaan kepada mereka tentang tingkat iman-kepercayaan mereka.

Yesus baru saja berdoa seorang diri. Urut-urutan pertanyaan yang diajukan oleh-Nya menyarankan bahwa orang banyak hanya melihat sebagian gambaran saja dari Yesus. Petrus – sementara berbicara atas nama seluruh murid – adalah orang pertama yang memberikan kemuliaan kepada Yesus yang memang diterima-Nya dengan mendeklarasikan Yesus sebagai “Mesias dari Allah”. Saat itu adalah saat yang penuh sukacita dan kemenangan bagi mereka. Mengapa setelah deklarasi Petrus itu, Yesus langsung saja dan dengan cepat berbicara mengenai penderitaan dan kematian-Nya?

Yesus mengetahui bahwa para murid telah memiliki pemahaman yang benar tentang diri-Nya, namun mereka tidak memahami implikasi sepenuhnya dari apa yang harus dilakukan oleh-Nya. Walaupun pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta akan menolong para murid untuk memahami secara lebih mendalam lagi, Yesus memimpin untuk memahami bahwa penderitaan dan kematian berada di jantung misi-Nya. Tanpa sengsara dan kematian-Nya, Yesus hanyalah seorang Guru yang memberikan contoh yang baik kepada kemanusiaan yang tidak dapat berubah.

Dengan merangkul salib, cengkeraman Iblis atas diri kita dipatahkan oleh Yesus. Tanpa kuasa dan kebebasan yang datang dari pengorbanan itu, kita tidak mampu untuk hidup sepenuhnya bagi Allah. Karena keilahian-Nya, Yesus mampu untuk melakukan apa yang tidak dapat dilakukan oleh Yohanes Pembaptis atau Elia, atau nabi-nabi lain, yaitu mengalahkan dosa dan Iblis dan membawa kehidupan baru bagi umat Allah.

C.S. Lewis menulis dalam bukunya, Mere Christianity (II,4): “Kita diberitahukan bahwa Kristus dibunuh untuk kita, bahwa kematian-Nya telah mencuci-bersih dosa-dosa kita, dan oleh kematian-Nya Dia membuat kematian menjadi tak berdaya. Itulah rumusannya. Itulah Kristianitas (Kekristenan). Itulah yang harus dipercayai.” Yesus mengetahui apa yang harus dilakukan-Nya bagi umat-Nya yang sudah hilang dan suka memberontak itu. Tindakan-tindakan Yesus mengandung “biaya” yang lebih besar namun membawa kemuliaan yang lebih besar pula daripada apa yang kita dapat bayangkan. Kita sepatutnya bersukacita, bahwa Yesus telah melakukan begitu banyak bagi kita semua!

DOA: Tuhan Yesus, kami sungguh percaya bahwa Engkau adalah Mesias dari Allah. Kami juga percaya bahwa pembebasan kami dari dosa dan maut hanya dimungkinkan lewat penderitaan dan kematian-Mu di kayu salib. Terima kasih, ya Tuhan dan Allahku. Jagalah kami selalu agar kami sungguh dapat menjadi murid-murid-Mu yang sejati. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:18-22), bacalah tulisan yang berjudul “MESIAS DARI ALLAH” (bacaan untuk tanggal 23-9-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2012)

Cilandak, 21 September 2016 [Pesta S. Matius, Rasul Penulis Injil] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS