SIAPA SEBENARNYA YESUS ITU ???

(Bacaan Injil Misa, Hari Biasa Pekan Biasa XXV – Kamis, 22 September 2016)

Keluarga Kapusin (OFMCap.): Peringatan S. Ignatius dr Santhi, Imam Biarawan 

antipas-1Herodes, raja wilayah, mendengar segala yang terjadi itu dan ia pun merasa cemas, sebab ada orang yang mengatakan bahwa Yohanes telah dibangkitkan dari antara orang mati. Ada lagi yang mengatakan bahwa Elia telah muncul kembali, dan ada pula mengatakan bahwa seorang dari nabi-nabi dahulu telah bangkit. Tetapi Herodes berkata, “Yohanes telah kupenggal kepalanya. Siapa sebenarnya Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” Lalu ia berusaha supaya dapat bertemu dengan Yesus. (Luk 9:7-9) 

Bacaan Pertama: Pkh 1:2-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 90:3-6,12-14,17 

“Siapa sebenarnya Dia ini, yang kabarnya melakukan hal-hal demikian?” (Luk 9:9).

Herodes mengajukan sebuah pertanyaan yang sangat baik, walaupun ia telah mengeraskan hatinya terhadap jawaban atas pertanyaan itu. Sekarang, apakah yang kita sendiri ketahui tentang Yesus? Allah mempunyai niat agar kita menjalin suatu hubungan yang akrab dan mempribadi dengan Putera-Nya, bahkan sebelum Ia menciptakan kita-manusia, dan Ia tidak pernah membatalkan niatnya ini. Allah sangat senang dalam menyatakan kasih-Nya, rencana-Nya, keberadaan-Nya kepada mereka yang duduk dalam keheningan di hadapan hadirat-Nya dan mohon kepada-Nya untuk mengajar mereka.

Bagaimana kita dapat merenungkan Allah yang tidak kelihatan? Tanda-tanda ada di sekeliling kita, hanya apabila kita mencoba mencarinya. Misalnya, Santo Paulus menulis: “Sifat-sifat-Nya yang tidak tampak, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat tampak dan dipahami dari karya-Nya sejak dunia diciptakan” (Rm 1:20). Sang pemazmur juga mendeklarasikan, “Langit menceritakan kemuliaan Allah, dan cakrawala memberitakan pekerjaan tangan-Nya” (Mzm 19:1). Apabila kita menyaksikan pemandangan indah matahari yang sedang terbit atau terbenam, atau memandang bintang-bintang di langit pada malam hari dan banyak lagi hal lain yang menyangkut alam ciptaan, maka semua itu akan banyak menyingkapkan kebaikan dan kasih Allah.

francois_de_salignac_de_la_mothe-fenelonPada abad ke-17 ada seorang imam di Perancis yang bernama P. François Fénelon [1651-1715]. Imam ini mengabdikan dirinya untuk merenungkan kebenaran-kebenaran Allah dan mengajar orang-orang lain bagaimana melakukan hal yang sama. Dia membagi waktunya antara memperhatikan serta merawat orang-orang miskin serta mereka yang menderita sakit-penyakit, dan membesarkan cucu laki-laki dari Raja Ludovikus XIV (Louis XIV) dalam rangka mempersiapkan cucu raja itu menjadi raja pada suatu hari kelak.  Baik ketika dia berada di tengah-tengah orang-orang dalam istana raja maupun ketika dia sedang berada di tengah-tengah para fakir miskin dan wong cilik pada umumnya, P. Fénelon menggunakan pengaruhnya untuk mengajar orang-orang tentang nilai penting untuk memberikan setiap waktu yang tersedia bagi Allah.

Fénelon sangat menyadari adanya tekanan-tekanan atas kehidupan sehari-hari, akan tetapi dia tetap mengajar, “Anda tidak boleh menanti sampai datangnya waktu senggang; ketika anda dapat menutup pintumu dan dan tidak melihat seorang pun ….. langsung arahkan hatimu kepada Allah, dengan sederhana, dengan akrab, dan dengan penuh kepercayaan.” Ia juga mengajar, “Kemana saja Allah akan memimpin anda, di situ engkau akan menemukan-Nya, dalam urusan yang paling mengganggu seperti juga dalam doa yang paling hening.” Sebagaimana Fénelon, kita juga dapat belajar bagaimana menyaring berbagai distraksi/pelanturan yang datang “mengganggu” kita setiap hari, dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada Allah yang menyelidik tentang Diri-Nya. Dan seperti Fénelon, kita juga dapat menemukan kuasa yang mengubah-kehidupan dengan mengenal Yesus semakin dalam dan dalam lagi dari hari ke hari.

DOA: Bapa surgawi, seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allahku. Curahkanlah rahmat dan kasih-Mu kepadaku. Tanpa Engkau diriku hampa belaka. Terpujilah nama-Mu selalu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 9:7-9), bacalah tulisan yang berjudul “ORANG TIDAK PERNAH DAPAT MEMBENDUNG PEWARTAAN KABAR BAIK” (bacaan tanggal 22-9-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2016.  

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2011)

Cilandak, 20 September 2016 [Peringatan S. Andreas Kim Tae-gon, Imam dan Paulus Chong Ha-san dkk. – para martir Korea] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS