DEMIKIAN JUGA AKAN ADA SUKACITA DI SURGA KARENA ADA SATU ORANG BERDOSA YANG BERTOBAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XXIV [TAHUN C] – 11 September 2016) 

DOMBA YANG HILANG LUK 15Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa, semuanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Lalu bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Lalu Ia menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka, “Siapakah di antara kamu yang mempunyai seratus ekor domba, dan jikalau ia kehilangan seekor di antaranya, tidak meninggalkan yang sembilan puluh sembilan ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Kalau ia telah menemukannya, ia meletakkannya di atas bahunya dengan gembira, dan setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata kepada mereka: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab aku telah menemukan dombaku yang hilang itu. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan.”

“Atau perempuan manakah yang mempunyai sepuluh dirham, dan jika ia kehilangan satu dirham, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Kalau ia telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata: Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab aku telah menemukan dirhamku yang hilang itu. Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat-malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.” (Luk 15:1-10) 

Bacaan Pertama: Kel 32:7-11,13-14; Mazmur Tanggapan: Mzm 51:3-4,12-13,17,19; Bacaan Kedua: 1Tim 1:12-17; Bacaan Injil (Versi Panjang): Luk 15:1-32

Perumpamaan-perumpamaan yang diajarkan Yesus dalam bacaan Injil hari ini jelas merupakan pelajaran tentang pengharapan dan keyakinan akan belas kasih Allah yang besar. Bukankah kita semua adalah para pendosa? Bukankah kita semua pernah “hilang” seperti domba yang hilang dalam perumpamaan itu?

Apabila kita hanya berurusan dengan keadilan Allah, maka kita dapat menjadi berputus-asa. Kelihatannya tidak ada pengharapan lagi bagi kita semua. Namun dalam sejarah yang menyangkut hubungan Allah dan umat manusia seperti tercatat dalam Perjanjian Lama, kita melihat bahwa keadilan Allah senantiasa dibarengi dengan belas kasih-Nya (kerahiman-Nya).

DIRHAM YANG HILANG - 01Klimaks dan tindakan puncak dari belas kasih Allah adalah Inkarnasi …… “Sabda menjadi daging” …… “Firman telah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita” (Yoh 1:14). Putera Allah yang tunggal, Pribadi Kedua dari Allah Tritunggal Mahakudus, Allah sendiri datang ke dunia dan dilahirkan sebagai seorang anak manusia. Sebagai Yesus dari Nazaret, Ia hidup sebagai manusia dari keluarga sederhana dan mengajar umat tentang belas-kasih Allah dan kasih-Nya, mati di kayu salib untuk membuka kembali surga bagi kita dan Ia sendiri yang memimpin kita ke sana. Yesus mengutus Roh Kudus untuk memberdayakan kita serta mewariskan Gereja-Nya untuk mengajar kita. Yesus juga memberikan sakramen-sakramen di mana Dia masih berkarya di tengah kita dan merekonsiliasikan kita dengan Bapa surgawi.

Pikirkanlah para pendosa yang dijumpai Yesus semasa hidup-Nya: para pencuri dan perampok, para pezinah, para pemungut cukai. Bahkan di antara para murid-Nya yang pertama, ada Simon Petrus yang menyangkal diri-Nya dan Yudas Iskariot, si pengkhianat. Namun, dari bacaan Injil, kita melihat bahwa Yesus tidak pernah mengucapkan kata-kata yang menyakitkan kepada para pendosa itu, kecuali para pemuka agama Yahudi yang munafik.

Tidak ada seorang pendosa akan “hilang” hanya karena dosanya. Para pendosa menjadi “hilang” karena mereka tidak mau berbalik kepada Bapa yang berbelas-kasih untuk mohon pengampunan-Nya. Bapa  surgawi senantiasa memanggil para pendosa dengan penuh belas-kasih dan mendesak mereka untuk kembali kepada diri-Nya.

Kita semua sebenarnya adalah para pendosa, tentunya dengan gradasi yang berbeda-beda. Dengan demikian, kita pun harus mencoba untuk mendengar panggilan Allah untuk melakukan pertobatan dan menjalain relasi kasih yang lebih intim dengan diri-Nya. Panggilan Allah ini selalu ada di sana; dalam Kitab Suci, dalam sakrament-sakramen, pada saat-saat kita berdoa.

DOA: Tuhan Yesus, Engkau mengatakan kepada kami bahwa ada sukacita di dalam surga karena seorang pendosa bertobat. Kami berterima kasih dengan penuh syukur kepada-Mu karena Engkau mengatakan hal itu kepada kami. Kami berterima kasih pula untuk belas-kasih-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 15:1-10), bacalah tulisan yang berjudul “DOMBA YANG HILANG DAN DIRHAM YANG HILANG” (bacaan tanggal 11-9-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-09 BACAAN HARIAN SEPTEMBER 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan pada sebuah tulisan saya di tahun 2012) 

Cilandak, 7 September 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS