HAMBA YANG SETIA DAN BIJAKSANA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXI – Kamis, 25 Agustus 2016)

Keluarga Fransiskan: Peringatan/Pesta S. Ludovikus IX [1214-1270], Raja – Orang Kudus Pelindung OFS 

KESIAPSIAGAAN - LUK 12 35-40“Karena itu, berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.

Tetapi ketahuilah ini: Jika tuan rumah tahu pada waktu mana pada malam hari pencuri akan datang, sudahlah pasti ia berjaga-jaga, dan tidak akan membiarkan rumahnya dibongkar. Karena itu, hendaklah kamu juga siap sedia, karena Anak Manusia datang pada saat yang tidak kamu duga.”

“Siapakah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat oleh tuannya atas orang-orangnya untuk memberikan mereka makanan pada waktunya? Berbahagialah hamba yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu ketika tuannya itu datang. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu Tuannya itu akan mengangkat dia menjadi pengawas segala miliknya. Akan tetapi, apabila hamba itu jahat dan berkata di dalam hatinya: Tuanku tidak datang-datang, lalu ia mulai memukul hamba-hamba lain, dan makan minum bersama-sama pemabuk-pemabuk, maka tuan hamba itu akan datang pada hari yang tidak disangkanya, dan pada saat yang tidak diketahuinya, dan akan membunuh dia dan membuat dia senasib dengan orang-orang munafik. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertak gigi.” (Mat 24:42-51) 

Bacaan Pertama: 1Kor 1:1-9; Mazmur Tanggapan: Mzm 145:2-7

Kata dalam bahasa Yunani untuk hamba/pelayan adalah doulos. Seorang doulos dalam zaman Yesus lebih merupakan hamba (dalam arti budak belian) daripada seorang pelayan yang dibayar. Kata doulos ini mengandung arti adanya kepemilikan total di pihak sang tuan, dan hal ini menuntut ketaatan total terhadap kehendak sang tuan. Pelayanan seorang hamba bersifat tak bersyarat dan pengabdiannya kepada sang tuan sudah merupakan suatu asumsi. Dengan menggunakan kata doulos ini, Injil menggambarkan pelayanan seturut panggilan Allah kepada kita. Dalam segala keadaan –  dalam paroki-paroki, dalam hubungan kita di tempat kerja, dalam keluarga-keluarga kita atau kelompok-kelompok lainnya – Allah menginginkan kita untuk mengkontribusikan waktu, energi, dan pengetahuan kita secara tanpa pamrih. Allah memanggil kita untuk melayani tanpa mengeluh dan tanpa reserve, dengan penuh kasih, memandang lebih jauh daripada kenyamanan kita sendiri, kepada kebutuhan-kebutuhan orang-orang lain dan keprihatinan-keprihatinan Gereja. Yesus bersabda: “Setiap orang yang kepadanya banyak diberi, akan banyak dituntut dari dirinya, dan kepada siapa yang banyak dipercayakan, akan lebih banyak lagi dituntut dari dirinya” (Luk 12:48). 

YESUS SANG RABBI DARI NAZARETKita telah dibaptis ke dalam kekayaan Kristus, ke dalam warisan yang berlimpah, tetapi yang tidak  hanya dimaksudkan untuk keamanan dan kenyamanan kita sendiri. Yesus telah memberikan segalanya kepada kita sehingga kita dapat mensyeringkan dengan orang-orang lain apa yang kita telah terima itu. Kita dapat saja berpikir bahwa terlalu banyak yang dituntut dari diri kita, namun di sinilah Yesus secara total mentransformasikan konsep pelayanan. Ia memanggil orang-orang untuk memberikan diri mereka sendiri kepada-Nya tanpa syarat, untuk menjadi milik-Nya sebagai umat dan pelayan-pelayan-Nya, hidup guna memenuhi hasrat sang Tuan (Yunani: Kyrios).

Namun demikian, pelayanan kepada Kristus tidak bersifat sepihak. Selagi kita memberikan diri kita kepada-Nya, dengan murah-hati Yesus memberikan kepada kita suatu pengetahuan tentang cintakasih dan penyelamatan-Nya. Tuhan Yesus tidak memaksa agar kita bekerja sampai setengah mati karena kelelahan. Yang diminta oleh-Nya adalah agar kita menguduskan hidup kita, seperti yang telah dilakukan-Nya. Dia telah menjanjikan kepada kita, bahwa apabila kita menolak cara-cara kita yang mementingkan diri-sendiri dan kemudian memikul kuk/gandar pelayanan-Nya, maka kita akan mengalami suatu kepenuhan hidup dan damai-sejahtera yang tidak akan pernah kita capai dengan kekuatan sendiri.

DOA:  Tuhan Yesus, perkenankanlah Roh Kudus-Mu membentuk kami menjadi pelayan-pelayan-Mu yang sejati seturut kehendak-Mu. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 24:42-51), bacalah tulisan yang berjudul “YESUS MEMINTA AGAR KITA TERUS BERJAGA-JAGA” (bacaan tanggal 25-8-16), dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2016. 

Cilandak, 23 Agustus 2016 [Peringatan B. Berardus dari Offida, Biarawan Kapusin] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS