BERSIH DI DALAM

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XXI – Selasa, 23 Agustus 2016)

YESUS - SANG GURUCelakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu memberi persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu: keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan. Yang satu harus dilakukan dan yang lain jangan diabaikan. Hai kamu pemimpin pemimpin buta, nyamuk kamu saring dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan.

Celakalah kamu, hai ahli-hali Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab cawan dan pinggan kamu bersihkan sebelah luarnya, tetapi sebelah dalamnya penuh rampasan dan kerakusan. Hai orang Farisi yang buta, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih. (Mat 23:23-26) 

Bacaan Pertama: 2Tes 2:1-3a,13b-17; Mazmur Tanggapan: 96:10-13

Bacaan Injil hari ini memuat dua cercaan Yesus terhadap para ahli Taurat dan orang-orang Farisi sehubungan dengan kemunafikan mereka. Pertama-tama Yesus menyerang ajaran para tokoh/pemuka agama Yahudi ini: “Celakalah kamu, hai ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, hai kamu orang-orang munafik, sebab kamu memberi persepuluhan dari selasih, adas manis dan jintan, tetapi yang terpenting dalam hukum Taurat kamu abaikan, yaitu keadilan dan belas kasihan dan kesetiaan” (Mat 23:23). Hal-hal yang kecil-kecil diikuti dengan teliti dan ketat, sementara hal-hal yang yang lebih penting seperti keadilan dan belas kasih diabaikan! Yesus lalu menambahkan sebuah contoh yang memang terdengar keras: “Hai kamu pemimpin-pemimpin buta, nyamuk kamu saring dari dalam minumanmu, tetapi unta yang di dalamnya kamu telan” (Mat 23:24).

LEGALISME dapat menyesatkan dan menjerumuskan orang ke dalam detil-detil kecil sehingga orang lupa menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang paling penting: pertanyaan-pertanyaan tentang kewajaran, keadilan, kesopanan, kasih. Tidak ada hukum apa pun harus membuat kita bersikap dan berperilaku tidak adil atau melawan keadilan.

Cercaan kedua adalah sehubungan dengan tindakan pembersihan dan pembasuhan seremonial secara tradisional seturut tradisi dan hukum Yahudi. Yesus tidak menyalahkan tindakan-tindakan seremonial ini. Yang dicerca-Nya adalah ekstrimisme dengan mana mereka kadang-kadang mentaati hal tersebut tanpa banyak acuan terhadap makna dan simbolisme semua itu. Cawan, pinggan, ini adalah metafora dari pribadi orangnya. Cercaan keras Yesus ditujukan kepada sikap dan perilaku yang lebih mementingkan “kebenaran-tepat” (Inggris: correctness) yang bersifat eksternal tanpa banyak memikirkan disposisi batiniah yang mau dilambangkan dan diwujudkannya.

Yesus bersabda: “…, bersihkanlah dahulu sebelah dalam cawan itu, maka sebelah luarnya juga akan bersih” (Mat 23:26). Tentunya, yang dimaksudkan oleh Yesus, adalah bahwa bila disposisi batiniah kita baik, utuh, sungguh Kristiani dan berorientasi pada Injil Yesus Kristus, maka bagian luar kita yang kelihatan oleh orang lain, hidup kita, tindakan-tindakan kita, kontak-kontak kita dengan sesama kita juga akan sungguh Kristiani.

Tidak ada banyak gunanya kita baik secara lahiriah, sopan, “beradab”, kalau segalanya yang batiniah tidak sungguh-sungguh menjadi asal-usul dan dasar dari tindakan-tindakan kita. Kalau tidak demikian halnya, maka semuanya adalah kemunafikan, dan kita tidak lebih baik daripada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Jujur terhadap diri sendiri tidak hanya merupakan good mental health, melainkan juga menandakan bahwa kita adalah orang Kristiani dalam artian sebenarnya.

DOA: Tuhan Yesus, pandanglah hati kami sedalam-dalamnya. Engkau mengetahui rancangan-Mu atas diri kami masing-masing. Bersihkanlah kami dari segalanya yang bukan berasal dari-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 19:23-30), bacalah tulisan yang berjudul “HANYA ALLAH-LAH YANG DAPAT MEMBERSIHKAN HATI KITA” (bacaan tanggal 23-8-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 25-8-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 21 Agustus 2016 [HARI MINGGU BIASA XXI – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS