TIKET MASUK KE DALAM SURGA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Dominikus, Pendiri Ordo Pengkhotbah, Imam – Senin, 8 Agustus 2016) 

PETRUS SECARA AJAIB MENEMUKAN KOIN DALAM IKANPada waktu Yesus dan murid-murid-Nya bersama-sama di Galilea, Ia berkata kepada mereka, “Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia dan mereka akan membunuh Dia dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.” Hati murid-murid-Nya itu pun sedih sekali.

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya tiba di Kapernaum datanglah pemungut pajak Bait Allah kepada Petrus dan berkata, “Apakah gurumu tidak membayar pajak sebesar dua dirham itu?” Jawabnya, “Memang membayar.” Ketika Petrus masuk rumah, Yesus mendahuluinya dengan pertanyaan, “Apakah pendapatmu, Simon? Dari siapakah raja-raja dunia ini memungut bea atau pajak? Dari rakyatnya atau dari orang asing?” Jawab Petrus, “Dari orang asing!” Lalu kata Yesus kepadanya, “Jadi, bebaslah rakyatnya. Tetapi supaya jangan kita membuat mereka gusar, pergilah memancing ke danau. Tangkaplah ikan pertama yang kaupancing dan bukalah mulutnya, maka engkau akan menemukan mata uang empat dirham di dalamnya. Ambillah itu dan bayarkanlah kepada mereka, bagi-Ku dan bagimu juga.” (Mat 17:22-27) 

Bacaan Pertama: Yeh 1:2-5,24-2:1a; Mazmur Tanggapan: Mzm 148:1-2,11-14 

Pada zaman Yesus, orang laki-laki di seluruh “dunia” mendukung Bait Suci di Yerusalem dengan cara setiap tahun membayar pajak yang relatif tidak besar jumlahnya (Mat 17:24). Dengan membayar pajak termaksud seseorang diidentifikasikan sebagai seorang anggota dari komunitas Yahudi, walaupun orang itu tidak berpartisipasi dalam ibadat penyembahan di dalam Bait Allah. Jadi, tidak mengherankanlah jika Yesus dan para murid-Nya diharapkan untuk membayar pajak termaksud.

Namun Yesus mempertanyakan asumsi ini. Karena para penguasa dunia tidak membebankan pajak atas diri para sanak-saudaranya, apakah Allah menuntut pembayaran pajak dari anak-anak-Nya? Petrus mempunyai ekspektasi bahwa Yesus – yang telah diakuinya sebagai Anak Allah – akan membayar pajak itu (Mat 16:16). Akan tetapi Petrus sesungguhnya belum memahami sepenuhnya kebebasan yang diberikan oleh Yesus kepada mereka yang ikut ambil bagian dalam martabat-Nya yang bersifat ilahi  sebagai Anak Allah.

Seperti Petrus, sampai berapa sering kita luput melihat keuntungan-keuntungan yang sebenarnya kita dapat peroleh karena posisi kita sebagai anak-anak Allah? Yesus telah membuat diri kita menjadi para pewaris surga bersama diri-Nya. Melalui Yesus kita mempunyai akses kepada Bapa surgawi. Allah sangat senang meluangkan waktu dengan anak-anak-Nya dan melimpah-limpahkan kasih-Nya kepada anak-anak-Nya. Kita tidak perlu membayar apa-apa lagi agar dapat dengan bebas menyembah Dia atau mendengar suara-Nya.

Kontribusi keuangan yang kita buat untuk gereja-gereja bukanlah dimaksudkan sebagai “tiket” tanda masuk kita ke surga. Seharusnya itu mencerminkan rasa syukur kita atas rahmat Allah dan hasrat kita untuk mendukung Gereja dalam karya evangelisasi, pelayanan bagi orang-orang yang membutuhkan, menolong penegakan damai dan keadilan bagi orang-orang yang kurang beruntung (bdk. Ul 10:18).

Sebagaimana Yesus memperhatikan pembayaran pajak Bait Suci a.n. Petrus dan diri-Nya sendiri dengan mukjizat penangkapan seekor ikan (Mat 17:27), Dia juga telah memperhatikan “tiket masuk” kita ke dalam bait surgawi Allah melalui penderitaan sengsara, kematian dan kebangkitan Yesus. Pintu-pintu masuk Kerajaan Allah telah dibuka bagi semua orang oleh Kristus, dan Bapa surgawi sekarang menyambut kita dengan tangan-tangan terbuka.

DOA: Bapa surgawi, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu untuk kebebasan yang telah Kauberikan kepadaku menghadap hadirat-Mu. Aku mengasihi Engkau, ya Allahku dan aku menggantungkan diri sepenuhnya pada kasih-Mu padaku. Tidak ada seautu pun lainnya yang kuinginkan, selain duduk bersimpuh di hadirat-Mu dan dalam kasih mencurahkan hati kepada-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami bacaan Injil hari ini (Mat 17:22-27), bacalah tulisan yang berjudul “SIAPA SEBENARNYA YESUS ITU” (bacaan tanggal 8-8-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 11-8-14) 

Cilandak, 5 Agustus 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS