IMAN, IMAN DAN SEKALI LAGI IMAN !!!

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVIII – Selasa, 2 Agustus 2016)

Keluarga Besar Fransiskan: Pesta S. Msria Ratu para Malaikat, Portiunkula

jesus-walking-water-peter_1154591_inl

Sesudah itu Yesus segera mendesak murid-murid-Nya naik ke perahu dan mendahului-Nya ke seberang, sementara itu Ia menyuruh orang banyak pulang. Setelah orang banyak itu disuruh-Nya pulang, Yesus naik ke atas bukit untuk berdoa seorang diri. Menjelang malam, Ia sendirian di situ. Perahu murid-murid-Nya sudah beberapa mil jauhnya dari pantai dan diombang-ambingkan gelombang, karena angin sakal. Kira-kira jam tiga malam datanglah Yesus kepada mereka berjalan di atas air. Ketika murid-murid-Nya melihat Dia berjalan di atas air, mereka terkejut dan berseru, “Itu hantu!”, lalu berteriak-teriak karena takut. Tetapi segera Yesus berkata kepada mereka, “Tenanglah! Inilah Aku, jangan takut!” Lalu Petrus berkata kepada-Nya, “Tuhan, apabila engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air.” Kata Yesus,”Datanglah!” Lalu Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus. Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak, “Tuhan, tolonglah aku!” Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata, “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” Lalu mereka naik ke perahu dan angin pun reda. Orang-orang yang ada  di perahu menyembah Dia, katanya, “Sesungguhnya Engkau Anak Allah.”

Setibanya di seberang mereka mendarat di Genesaret. Ketika Yesus dikenal oleh orang-orang di tempat itu, mereka memberitahukannya ke seluruh daerah itu. Semua orang yang sakit dibawa kepada-Nya. Mereka memohon kepada-Nya supaya diperkenankan walaupun hanya menyentuh jumbai jubah-Nya. Semua orang yang menyentuh-Nya menjadi sembuh. (Mat 14:22-36) 

Bacaan Pertama: Yer 30:1-2,12-15,18-22; Mazmur Tanggapan: Mzm 102:16-21,29,22-23

“Tuhan, apabila engkau itu, suruhlah aku datang kepada-Mu berjalan di atas air” (Mat 14:28).

“Lalu Petrus turun dari perahu dan berjalan di atas air mendapatkan Yesus” (Mat 14:31). Petrus merasa ketakutan dan mulai tenggelam. Setelah Yesus menariknya, Ia berseru: “Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?” (Mat 14:31).

Apabila Yesus merasa kecewa terhadap iman Petrus yang kurang teguh, bagaimana dengan iman para murid lainnya yang masih berada di dalam perahu? Jikalau Yesus tidak berkenan dengan orang yang mulai tenggelam ke dalam air seperti halnya Petrus, bagaimanakah dengan orang-orang yang berusaha untuk tenggelam sendiri? Yesus bersabda: “… jika Anak Manusia itu datang, apakah Ia akan mendapati iman di bumi?” (Luk 18:8).

Saudari dan Saudara yang terkasih, ingatkah anda ketika para murid tidak mampu mengusir setan (roh jahat) dari tubuh anak muda yang sakit ayan? Injil mencatat bahwa Yesus tidak menyalahkan setan, anak muda itu atau ayahnya. Yesus malah menyalahkan kurangnya iman padar murid-Nya: “Karena kamu kurang percaya. Sebab sesungguhnya aku berkata kepadamu: Sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, – maka gunung ini akan pindah, dan tidak akan ada yang mustahil bagimu. (lihat Mat 17:19-20). Jadi, seandainya saja para murid memiliki iman sebesar biji sesawi yang kecil, maka mereka tentu membebaskan anak muda itu dari cengkeraman setan (Mat 17:20).

Pada umumnya kita (anda dan saya) kurang memiliki   iman, apalagi untuk pelayanan pembebasan/pelepasan dari kuasa setan/roh jahat! Apakah Yesus perlu mengulangi kata-kata-Nya: “Hai kamu orang-orang yang tidak percaya dan yang sesat, sampai kapan Aku harus tinggal di antara kamu? Sampai kapan Aku harus sabar terhadap kamu?” (Mat 27:17). Dalam hal ini kita harus ingat bahwa Yesus memiliki pedoman ukuran iman yang jauh lebih tinggi daripada kita: “Rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TBUHAN” (Yes 55:8). Maka, marilah kita memohon agar Dia menambahkan iman kita.

DOA: Bapa surgawi, seandainya ada kesalahan dalam cara lamaku memahami arti iman, maka buatlah aku sekarang agar dapat memahaminya dengan benar seturut kehendak-Mu. Tambahkanlah imanku, ya Bapa surgawi. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 14:22-36), bacalah tulisan yang berjudul “SESUNGGUHNYA ENGKAU ANAK ALLAH” (bacaan tangal 2-8-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-08 BACAAN HARIAN AGUSTUS 2016). 

Cilandak, 31 Juli 2016 [HARI MINGGU BIASA XVIII – TAHUN C]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS