KITA SEMUA TENTUNYA INGIN MENJADI GANDUM

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XVI – 23 Juli 2016)

gandum dan ilalang - mat 13 24-43Yesus menyampaikan suatu perumpamaan lain lagi kepada mereka, kata-Nya, “Hal Kerajaan Surga itu seumpama orang yang menaburkan benih yang baik di ladangnya. Tetapi pada waktu semua orang tidur, datanglah musuhnya menaburkan benih lalang di antara gandum itu, lalu pergi. Ketika gandum itu tumbuh dan mulai berbulir, nampak jugalah lalang itu. Lalu datanglah hamba-hamba pemilik ladang itu kepadanya dan berkata: Tuan, bukankah benih baik, yang tuan taburkan di ladang tuan? Jadi, dari manakah lalang itu? Jawab tuan itu: Seorang musuh yang melakukannya. Lalu berkatalah hamba-hamba itu kepadanya: Jadi, maukah Tuan supaya kami pergi mencabut lalang itu? Tetapi ia berkata: Jangan, sebab mungkin gandum itu ikut tercabut pada waktu kamu mencabut lalang itu. Biarkanlah keduanya tumbuh bersama sampai waktu menuai. Pada waktu itu aku akan berkata kepada para penuai: Kumpulkanlah dahulu lalang itu dan ikatlah berberkas-berkas untuk dibakar; kemudian kumpulkanlah gandum itu ke dalam lumbungku.” (Mat 13:24-30) 

Bacaan Pertama: Yer 7:1-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 84:3-6,8,11

Kita semua tentunya ingin menjadi “gandum” seperti diceritakan dalam perumpamaan ini. Kita semua ingin diketemukan dalam keadaan pantas bagi Kerajaan Allah pada akhir zaman. Syukurlah, karena inilah juga yang dikehendaki Yesus bagi kita semua, dan Ia mengetahui  bahwa hal seperti itu hanya akan terjadi apabila kita percaya kepada-Nya dan menerima Roh-Nya ke dalam kehidupan kita.

Tentang Roh Kudus ini, Santo Paulus menulis: “Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan” (Rm 8:26). Doa bagi kita itu sama perlunya dengan air dan cahaya matahari, tidak banyak bedanya dengan kenyataan bahwa bahan-bahan bergizi diperlukan bagi pertumbuhan gandum. Namun, apabila kita mencoba semuanya itu atas dasar kekuatan sendiri, maka doa dengan mudah dapat menjadi kering dan tak berbuah. Hanya Roh Allah-lah yang mengetahui pikiran Allah, sebagaimana ditulis oleh Santo Paulus: “Siapa di antara manusia yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri manusia selain roh manusia sendiri yang ada di dalam dia? Demikian pulalah tidak ada orang yang tahu, apa yang terdapat di dalam diri Allah selain Roh Allah (1Kor 2:11). Jadi, hanya Roh Kudus-lah yang dapat menghembuskan kehidupan ilahi ke dalam doa kita.

ROHHULKUDUSRoh Kudus adalah “ragi” (lihat Mat 13:33) yang mengangkat kita ke dalam kehidupan rahmat dan memberikan kepada kita hati yang berbelas kasihan dan memiliki kasih. Memang tidak selalu mudah bagi kita masing-masing untuk hidup sebagai seorang Kristiani di dalam dunia. Adalah suatu kenyataan hidup bahwa tidak mudahlah bagi kita masing-masing untuk mengatasi godaan si jahat dan kelemahan karena kodrat kita yang cenderung untuk berdosa. Akan tetapi, oleh kuasa Roh Kudus, sementara kita terus menyerahkan hidup kita kepada-Nya, maka kita dapat menemukan diri kita berbuah secara berlimpah. Sebagaimana Musa belajar untuk menaruh kepercayaan kepada TUHAN (YHWH) selama 40 tahun hidup di tanah Midian (lihat Kel 7:7; Kis 7:23,30), demikian pula kita dapat belajar tentang hal yang sama. Yang diminta Allah hanyalah adanya upaya serius dari pihak kita. Selebihnya? Dia akan menunjukkan jalan-Nya kepada kita!

Sepanjang hari ini, marilah kita coba untuk melakukan sedikit “eksperimen”. Apabila memori-memori yang berkaitan dengan situasi menyakitkan dari masa lalu muncul ke permukaan, maka kita mohon kepada Roh Kudus untuk menolong kita mengampuni. Apabila kita disadarkan bahwa kita menolak melakukan sesuatu yang kita tahu diminta oleh Allah sendiri dari diri kita, maka baiklah kita mendoakan sebuah doa singkat kepada Roh Kudus agar kita diberikan kekuatan. Dengan berjalannya waktu, kita pun kiranya akan “bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa” (lihat Mat 13:43).

DOA: Roh Kudus Allah, aku berterima kasih penuh syukur kepada-Mu karena kehadiran-Mu dalam kehidupanku. Tolonglah aku agar diubah menjadi semakin serupa dengan Yesus Kristus. Biarlah kuat-kuasa-Mu mengalir di dalam dan melalui diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 13:24-43 atau versi singkat Mat 13:24-30), bacalah tulisan yang berjudul “KEBERADAAN LALANG DI ANTARA GANDUM” (bacaan tanggal 23-7-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-07 BACAAN HARIAN JULI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan pada sebuah tulisan saya di tahun 2011) 

Cilandak, 20 Juli 2016  

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS