MEMILIH BAGIAN TERBAIK

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU BIASA XVI [TAHUN C] – 17 Juli 2016) 

www-st-takla-org--jesus-and-mary-and-martha

Ketika Yesus dan murid-murid-Nya dalam perjalanan, tibalah Ia di sebuah desa. Seorang perempuan yang bernama Marta menerima Dia di rumahnya. Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedangkan Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata, “Tuhan, tidakkah Engkau peduli bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.” Tetapi Tuhan menjawabnya, “Marta, Marta, engkau khawatir dan menyusahkan diri dengan banyak hal, tetapi hanya satu saja yang perlu: Maria telah memilih bagian terbaik yang tidak akan diambil dari dia.” (Luk 10:38-42)

Bacaan Pertama: Kej 18:1-10; Mazmur Tanggapan: Mzm 15:2-5; Bacaan Kedua: Kol 1:24-28 

Injil hari ini bercerita mengenai kunjungan Yesus dan para murid-Nya ke rumah Lazarus dan kedua adik perempuannya, Marta dan Maria, di Betania. Betania adalah sebuah kota kecil (desa) yang terletak di lembah yang tidak jauh dari Yerusalem. Pada hari ini ada sebuah gereja yang didirikan di atas tanah yang menurut tradisi adalah rumah dari ketiga orang sahabat Yesus itu.

Injil Yohanes mencatat bahwa “Yesus memang mengasihi Marta dan saudaranya dan Lazarus” (Yoh 11:5). Namun tepatnya bagaimana dan mengapa Dia sampai mengembangkan suatu relasi personal yang begitu erat dengan ketiga orang bersaudara itu, kita tidak pernah mengetahuinya. Memang keluarga Betania ini bukanlah keluarga yang biasa kita lihat, karena terdiri dari dua orang perempuan yang tidak menikah dan seorang saudara laki-laki yang juga lajang. Mungkin saja Lazarus seorang yang pendiam dan menderita penyakit menahun sehingga perlu dirawat oleh kedua orang saudara perempuannya. Maria kelihatannya agak pemalu dan introspektif, sementara Marta itu agresif, berani berbicara lantang, dan tidak meragukan lagi bahwa dialah yang memegang tampuk pimpinan rumah tangga (bdk. Luk 10:38). Namun, walaupun mereka memiliki temperamen yang berbeda dan kepribadian masing-masing yang khas, mereka semua mengasihi Yesus.

Layaknya antara para sahabat dekat, tanpa sungkan-sungkan Marta mengomentari Yesus dan Maria yang sedang duduk dekat kaki-Nya dan terus mendengarkan perkataan-Nya, sedang dia harus sibuk-sibuk sendiri: menyiapkan perapian untuk memasak, membersihkan piring mangkuk, mengaduk sup, dlsb. Dengan kata lain Marta menyampaikan pesan berikut ini: “Apa yang kulakukan ini jauh lebih penting daripada apa yang Engkau katakan.” Yesus membela hak Maria untuk duduk di dekat-Nya dan mendengarkan pengajaran-Nya. Dia malah secara tidak langsung mengundang Marta yang “energetik” itu untuk bergabung dan meninggalkan kesibukan pekerjaannya, karena masih ada waktu untuk itu. Kita dapat membayangkan bagaimana Yesus tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepala-Nya ketika Dia menyebut nama Marta sampai dua kali dengan usulan agar Marta duduk rileks di dekatnya seperti yang dilakukan Maria. Ada waktu untuk bekerja dan ada waktu untuk berada bersama Tuhan seperti dilakukan Maria ketika itu. Yesus tidak meminta Marta untuk membersihkan rumah atau mempersiapkan perjamuan makan.

Apakah dengan tidak membantu kakaknya, Maria itu seorang pemalas? Menurut Yesus, sama sekali tidak! Maria hidup dalam Roh, dan menurut Yesus inilah yang paling penting. Di sisi lain, Yesus juga tidak mencela hospitalitas yang ditunjukkan oleh Marta. Apa yang dilakukan Marta itu baik dan keluar dari hatinya, dan Yesus mengetahui benar iman Marta. Akan tetapi ada hospitalitas yang lebih besar dan Maria telah berhasil menemukannya, yaitu “mendengarkan Tuhan”, tidak hanya dengan membuka pintu rumah kita bagi Yesus, tetapi juga pintu hati dan pikiran kita.

Kita harus akui bahwa sebagian besar dari kita adalah seperti Marta – atau pernah seperti dia – , dikenal sebagai “seksi sibuk”, berjalan hilir-mudik, kian-kemari, ke sana ke sini dan penuh dengan ketegangan, namun seringkali dengan motif yang jauh lebih tidak murni daripada motif Marta. Paling sedikit Marta bekerja untuk menyenangkan Yesus, memperhatikan kebutuhan-Nya, menghormati-Nya. Bagaimana dengan motif kita? Menghasilkan uang sebanyak-banyaknya, memiliki rumah yang sebesar dan senyaman mungkin, padahal tidak dapat dibawa mati. Mengapa kita harus sibuk tak keruan sehingga tidak ada waktu untuk berpikir? Banyak kesalahan tidak perlu terjadi apabila orang menyediakan waktu untuk berpikir, untuk berdoa, untuk bermeditasi, untuk berkomunikasi dengan Allah dan menimba hikmat-Nya. Saat-saat kita duduk di kaki Yesus bukanlah waktu yang terbuang sia-sia, karena paling sedikit berdua bersama Dia dalam pikiran dan doa dapat mencairkan segala ketegangan dalam hidup ini. Semakin kita memandangi wajah-Nya yang lemah lembut, semakin pula kita dapat mulai tersenyum karena kita disadarkan bahwa Dia-lah yang sebenarnya memegang kendali atas kehidupan ini, termasuk hidup kita sendiri.

Dalam Injil ini, Marta lupa bahwa bukan dia sendirilah yang mengundang Yesus datang ke rumahnya. Sesungguhnya Yesus-lah yang mengundang dirinya, dan inilah undangan yang paling penting, yaitu untuk memilih “bagian terbaik” seperti dikatakan Yesus (Luk 10:42). Apa artinya hospitalitas di mana kita meninggalkan sang tamu kehormatan untuk berada sendiri di ruang tamu, sedangkan kita sibuk terus di dapur? Jadi, apabila kita (anda dan saya) ingin dekat dengan Tuhan, maka janganlah kita sibuk terus di dapur dan meninggalkan Allah entah di mana di luar sana. Kita harus menyediakan waktu untuk berada bersama-Nya, duduk di dekat kaki-Nya dan mendengarkan sabda-Nya. Inilah yang diinginkan oleh Yesus untuk kita lakukan!

DOA: Tuhan Yesus, aku menyambut Engkau ke dalam hatiku. Penuhilah diriku dengan sukacita kehadiran-Mu. Bebaskanlah aku dari rasa susah hati dan kekhawatiran, agar dengan demikian aku dapat memberikan kepada-Mu perhatian dan kasihku yang tak terpecah-belah. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 10:38-42), bacalah tulisan yang berjudul “CERITA TENTANG MARIA DAN MARTA” (bacaan tanggal 17-7-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-07 BACAAN HARIAN JULI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-7-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 12 Juli 2016

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS