HIDUP PETRUS DAN PAULUS YANG DITRANSFORMASIKAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RAYA S. PETRUS DAN S. PAULUS, RASUL – Rabu, 29 Juni 2016)

Apostles-Peter-and-Paul-610x351

Kira-kira pada waktu itu Raja Herodes mulai bertindak keras terhadap beberapa orang dari jemaat. Ia menyuruh membunuh Yakobus, saudara Yohanes, dengan pedang. Ketika ia melihat bahwa hal itu menyenangkan hati orang Yahudi, ia selanjutnya menyuruh menahan Petrus juga. Waktu itu hari raya Roti Tidak Beragi. Setelah Petrus ditangkap, Herodes menyuruh memenjarakannya di bawah penjagaan empat regu, masing-masing terdiri dari empat prajurit. Maksudnya ialah, supaya sehabis Paskah ia menghadapkannya ke depan orang banyak. Demikianlah Petrus ditahan di dalam penjara. Tetapi jemaat dengan tekun mendoakannya kepada Allah.

Pada malam sebelum Herodes hendak menghadapkannya kepada orang banyak, Petrus tidur di antara dua orang prajurit, terbelenggu dengan dua rantai, sedangkan di depan pintu, para pengawal sedang menjaga penjara itu. Tiba-tiba berdirilah seorang malaikat Tuhan dekat Petrus dan cahaya bersinar dalam kamar penjara itu. Malaikat itu menepuk Petrus untuk membangunkannya, katanya, “Bangunlah segera!” Lalu gugurlah rantai itu dari tangan Petrus. Kemudian kata malaikat itu kepadanya, “Ikatlah pinggangmu dan kenakanlah sepatumu!” Ia pun berbuat demikian. Setelah itu, malaikat itu berkata kepadanya, “Kenakanlah jubahmu dan ikutlah aku!” Lalu ia mengikuti malaikat itu ke luar dan ia tidak tahu bahwa apa yang dilakukan malaikat itu sungguh-sungguh terjadi, sangkanya ia melihat suatu penglihatan. Setelah mereka melalui tempat penjagaan pertama dan tempat penjagaan kedua, sampailah mereka ke pintu gerbang besi yang menuju ke kota. Pintu itu terbuka dengan sendirinya bagi mereka. Sesudah tiba di luar mereka berjalan sampai ke ujung jalan, dan tiba-tiba malaikat itu meninggalkan dia. Setelah sadar akan dirinya, Petrus berkata, “Sekarang tahulah aku benar-benar bahwa Tuhan telah menyuruh malaikat-Nya dan menyelamatkan aku dari tangan Herodes dan dari segala sesuatu yang diharapakan orang Yahudi.” (Kis 12:1-11) 

Mazmur Tanggapan: Mzm 34:2-9; Bacaan Kedua: 2Tim 4:6-8,17-18; Bacaan Injil: Mat 16:13-19

Apabila ada orang yang bertanya kepada kita (anda dan saya) apakah perbedaan yang diakibatkan oleh kematian Yesus, maka apakah jawaban yang dapat kita berikan kepada orang yang bertanya tersebut? Bahwa kita sekarang sudah ditransformasikan menjadi ciptaan baru? Bahwa kita dapat dipenuhi dengan karakter-karakter Kristus sendiri? Nah, “Hari Raya S. Petrus dan Paulus – Rasul” pada hari ini adalah untuk merayakan “hidup yang ditransformasikan” dari kedua orang kudus ini.

Mari kita bersama-sama merenungkan hal-hal berikut ini:  Petrus diubah dari seorang nelayan Galilea yang impulsif dan meledak-ledak menjadi seorang gembala yang penuh belarasa dan seorang hamba/pelayan yang setia. Dilain pihak, Paulus ditransformasikan dari seorang pemimpin agama aliran Farisi yang penuh dedikasi untuk menghancurkan agama (sekte agama) Kristiani habis-habisan menjadi seorang pengkhotbah/pelayan sabda keliling yang mendedikasikan hidupnya secara penuh untuk pewartaan Injil Yesus Kristus.

Apakah pengalaman kedua orang kudus ini normal? Jawabnya adalah “YA”. Kita masing-masing dapat mengalami transformasi radikal yang sama seperti yang dialami oleh Petrus dan Paulus. Allah mungkin saja tidak memanggil kita untuk berkonfrontasi dengan para pemimpin dunia atau membangkitkan orang mati, namun pengalaman dasar yang sama, yang mendorong kegiatan pelayanan mereka adalah warisan bagi setiap anak Allah. Kita tidak hanya dapat mengalami transformasi seperti ini, melainkan kita pun harus mengharapkan transformasi ini sebagai sebuah bagian vital dari warisan kita dalam Kristus. Ketetapan hati, keberanian, atau talenta tidak mengubah Petrus dan Paulus. Lihat saja bagaimana Kitab Suci menggambarkan berbagai kelemahan dan kesalahan dua orang kudus besar ini. Transformasi mereka bergantung pada Yesus sendiri.

Allah ingin agar kita mengetahui bahwa Roh Kudus-lah yang mengubah dua orang kudus ini. Roh Kudus yang sama inilah yang dapat dan ingin mengubah kita. Allah tidak mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk menghakimi kita, melainkan untuk menyelamatkan kita (Yoh 3:17). Yesus datang ke tengah dunia untuk membebas-merdekakan kita dari segala hal yang mengikat kita dengan dosa dan godaan. Roh Kudus ingin mengajar kita siapa Yesus sebenarnya, dengan membuat-Nya hidup dalam hati dan pikiran kita. Roh Kudus ingin menjelaskan kepada kita misteri-misteri Allah sehingga dengan demikian kita dapat bertumbuh dalam pengetahuan dan pengenalan kita akan Injil.

Pada setiap saat doa, pada setiap Misa Kudus, dalam setiap perjumpaan kita dengan orang lain, kejarlah Yesus. Ia ingin bertemu dengan kita masing-masing, bahkan keinginan-Nya ini lebih daripada keinginan kita sendiri untuk bertemu dengan Dia. Melalui kuat-kuasa Roh Kudus, Ia dapat membuat kita menjadi hamba-hamba atau pelayan-pelayan-Nya yang setia, sebagaimana yang telah dilakukan-Nya atas diri Petrus dan Paulus.

DOA: Bapa surgawi, Engkau mengutus Roh Kudus dalam nama Yesus untuk mengajarku dan mengingatkanku akan segala sesuatu tentang Yesus. Pada hari ini, perkenankanlah diriku untuk bangkit dan mengklaim warisan yang tersedia bagiku dalam Kristus. Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus, Bapa, Putera, dan Roh Kudus. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 16:13-19), bacalah tulisan yang berjudul  “SEBUAH CATATAN TENTANG PETRUS DAN PAULUS” (bacaan tanggal 29-6-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori 16-06 BACAAN HARIAN JUNI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 29-6-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 27 Juni 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS