NABI-NABI PALSU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa XII – Rabu, 22 Juni 2016)

Peringatan S. John Fisher, Uskup dan S. Thomas More, OFS

 152

“Waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dengan menyamar seperti domba, tetapi sesungguhnya mereka adalah serigala yang buas. Dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. Dapatkah orang memetik buah anggur dari semak duri atau buah ara dari rumput duri? Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedangkan pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik. Tidak mungkin pohon yang baik menghasilkan buah yang tidak baik, ataupun pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang baik. Setiap pohon yang tidak menghasilkan buah yang baik, pasti ditebang dan dibuang ke dalam api. Jadi, dari buahnyalah kamu akan mengenal mereka. (Mat 7:15-20) 

Bacaan Pertama: 2Raj 22:8-13; 23:1-3; Mazmur Tanggapan: Mzm 139:1-3,33-37,40

Pada waktu Yohanes Pembaptis mengirimkan sebuah pesan lewat murid-muridnya untuk menanyakan kepada Yesus, apakah Dia adalah sang Mesias yang dinantikan, Yesus sebenarnya dapat saja menjawab “ya”. Namun pada kenyataannya Dia mengatakan kepada para murid Yohanes untuk mempertimbangkan bukti-bukti yang ada: “Pergilah, dan katakanlah kepada Yohanes apa yang kamu lihat dan kamu dengar: Orang buta melihat, orang lumpuh berjalan, orang kusta menjadi sembuh, orang tuli mendengar, orang mati dibangkitkan dan kepada orang miskin diberitakan kabar baik” (Luk 7:22) Dengan kata lain, Yohanes diminta untuk menerapkan pada diri Yesus tolok ukur yang diajarkan Yesus untuk membedakan nabi-nabi yang baik-benar dari nabi-nabi palsu.

Sepanjang sejarah selalu ada saja nabi-nabi palsu. Bagaimana mereka pada hari ini? Bagaimana kita dapat mengenali mereka? Bagaimana kita mengetahui perbedaan antara nabi-nabi palsu dan nabi-nabi yang benar? Dari perbuatan-perbuatan mereka, dari buah-buah yang mereka hasilkan! Yesus bersabda: “Dari buah-buahnyalah kamu akan mengenal mereka” (Mat 7:16). Apakah yang dimaksudkan “dari perbuatan-perbuatan mereka?” Maksudnya, dari kesetiaan mereka mendengarkan dan melaksanakan ajaran-ajaran Yesus Kristus dalam kitab-kitab Injil, karena Allah dinyatakan kepada kita dalam Kristus dan hanya dalam Dia kita mempunyai jalan yang pasti kepada Bapa surgawi.

Apabila kita mencoba untuk memiliki mata dan telinga yang sehat untuk Injil, mengenalnya melalui pembacaan dan doa, dengan pertolongan Roh Kudus kita akan bertumbuh dalam kemampuan kita untuk melakukan discernment terhadap sentimentalitas yang menyelewengkan ajaran-ajaran Kristus menjadi semacam etika cintakasih yang mudah tanpa disiplin atau pengorbanan. Kita akan mampu untuk mengenali sikap permisif yang  mengaburkan antara benar dan salah, juga legalisme yang seringkali lebih menaruh respek pada huruf-huruf hukum daripada roh suatu peraturan.

Tidak ada sesuatu pun yang lebih baik daripada mencari bimbingan dari Roh Kudus. Bilamana kita berada dalam tekanan untuk menemukan keamanan dan kepastian yang sedang kita cari-cari, marilah kita menggantungkan diri sepenuhnya pada Roh Allah untuk membawa kepada kita buah-buah-Nya. Tentang buah-buah Roh ini, Santo Paulus menulis, “… buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri” (Gal 5:22-23). Kita dapat memastikan diri bahwa nabi palsu tidak ada, jika kita menemukan hal-hal yang disebutkan di atas.

Buah-buah yang baik mengandaikan keberadaan akar-akar yang baik. Yesus ingin agar kita berakar-kuat dalam diri-Nya setiap hari, tidak hanya melalui doa dan Kitab Suci, melainkan juga dengan memperkenankan diri-Nya membersihkan kita (bdk. Yoh 15:2). Lewat upaya mendengarkan yang serius dan aktif, berkat rahmat Allah kita dapat menangkap bisikan suara Roh Kudus yang lemah-lembut. Janganlah kita mengabaikan suara lembut Roh Kudus ketika Dia berbicara mengenai hal-hal yang perlu kita ubah atau singkirkan. Marilah kita hidup dengan cara yang akan membuat kita menjadi saksi-saksi profetis dalam dunia ini. Dengan demikian kita  semua akan menghasilkan buah yang berlimpah – buah yang tetap (lihat Yoh 15:16).

DOA: Bapa surgawi, Allah Yang Mahatahu, selidikilah hatiku. Tolonglah aku mencabut sampai ke akar-akarnya segala dosa yang Kaunyatakan. Pimpinlah aku dalam jalan hidup yang berbuah, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 7:15-20), bacalah tulisan yang berjudul “WASPADALAH TERHADAP SERIGALA-SERIGALA BERBULU DOMBA” (bacaan tanggal 22-6-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-06 BACAAN HARIAN JUNI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 25-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA)

Cilandak, 20 Juni 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS