MENYAMBUT ROH KUDUS KE DALAM HATI KITA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa X – Kamis, 9 Juni 2016)

 1-sermon-on-the-mount-granger

Aku berkata kepadamu: Jika kamu tidak melakukan kehendak Allah melebihi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga.

Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang mencaci maki saudaranya harus dihadapkan ke Mahkamah Agama, dan siapa yang berkata: Jahil! Harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala.

Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu.

Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu ini jangan menyerahkan engkau kepada pengawal dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu: Engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai habis. (Mat 5:20-26) 

Bacaan Pertama: 1 Raj 18:41-46; Mazmur Tanggapan: Mzm 65:10-13 

“Jika kamu tidak melakukan kehendak Allah melebihi ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga” (Mat 5:20).

Sungguh keras dan sulit dilaksanakan perintah Yesus ini. Siapakah yang setara dengan Petrus, Paulus dan para kudus lainnya sehingga dapat melaksanakan perintah ini? Tetapi, sebenarnya para kudus ini pun tidak pernah dapat melaksanakan perintah Yesus ini, jika mereka tidak mengandalkan pertolongan dari Roh Kudus. Santo dan Santa di masa lampau adalah orang-orang seperti kita juga. Mereka tidak memiliki kuasa dahsyat, namun mereka menjadi para pahlawan iman Kristiani melalui kesetiaan mereka kepada Allah dan karya transformasi-Nya. Allah harus melakukan karya kebenaran dalam diri mereka seperti juga yang dilakukan-Nya atas diri kita.

ROHHULKUDUSMarilah kita memusatkan perhatian kita kepada Petrus. Pada Perjamuan Terakhir Petrus berkata bahwa dia bersedia mati bagi Yesus, namun beberapa jam kemudian, dia menyangkal bahwa dirinya mengenal Yesus. Petrus itu keras kepala dan dia mempunyai ide-ide “hebat” bagaimana dia akan melayani Yesus. Namun apabila mengalami pencobaan, Petrus tidak dapat menindak-lanjuti dan mewujudkan ide-idenya tersebut karena semua itu sekadar niat-niat baiknya saja. Tidak ada kuat-kuasa di belakang semua idenya. Akan tetapi, setelah Roh Kudus dicurahkan dan berdiam dalam dirinya, Petrus pun mampu menjadi pewarta Kabar Baik Yesus Kristus yang hebat, bahkan kemudian mati untuk Yesus seperti yang dikatakannya pada Perjamuan Terakhir. Jadi, kita lihat di sini bahwa perubahan dalam diri Petrus bukanlah sebuah proses satu malam langsung jadi. Proses perubahan yang kita namakan conversio ini berjalan bertahun-tahun lamanya, dan selama itu Petrus terus-menerus mengatakan “Tidak” terhadap “daging” dan “Ya” kepada Roh Allah di dalam dirinya.

Situasi yang sama juga dihadapi oleh para kudus pada zaman-zaman setelah itu. Pada abad ke-16, Ignatius dari Loyola mendirikan komunitas Yesuit (Serikat Yesus), tetapi tidak sebelum dia berprofesi sebagai seorang perwira tentara yang muda dan idealistis, yang menyenangi pertempuran-pertempuran. Setelah menderita luka yang hampir melumpuhkan kakinya dan mengalami masa pemulihan kesehatannya yang lama, Allah pun menumbuhkan rasa lapar dalam diri Ignatius akan hal-hal surgawi. Fransiskus dari Assisi, Ignatius dari Loyola, Katarina dari Siena, Teresa dari Avila dlsb. – setiap orang kudus dalam sejarah adalah testimoni dari kemampuan Allah untuk melakukan transformasi atas diri orang-orang, bahkan mereka yang keras kepala, menikmati kenyamanan hidup, untuk kemudian menjadi abdi-abdi Kristus yang penuh sukacita.

Saudari dan Saudaraku. Marilah kita bersukacita bahwa kita memiliki kuat-kuasa Allah yang bekerja dalam diri kita, yang mampu melakukan hal-hal yang jauh lebih besar daripada yang dapat kita minta dalam doa atau pikirkan/bayangkan (lihat Ef 3:20). Sesungguhnya, kita masing-masing dapat menjadi seperti orang-orang kudus, bahkan yang paling besar dari mereka. Oleh karena itu, marilah kita menyambut Roh Kudus ke dalam hati kita sehingga dengan demikian kita dapat ditransformasikan dari hari ke hari dan belajar untuk menyerahkan diri kita kepada Allah dan Sabda-Nya.

DOA: Roh Kudus Allah, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau sudi berdiam dalam diriku. Terima kasih untuk kehadiran-Mu bagi diriku, sehingga aku benar-benar dapat mengandalkan Engkau untuk kekuatan dan rahmat-Mu agar dapat tetap setia sebagai seorang murid Yesus. Amin. 

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mat 5:20-26),  bacalah tulisan yang berjudul “AMPUNILAH DAN BERDAMAILAH” (bacaan tanggal 9-6-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com kategori: 16-06 BACAAN HARIAN JUNI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-6-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  7 Juni 2016   

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS