HATI YESUS YANG DIPENUHI CINTA KASIH DAN BELAS KASIHAN

(Bacaan Pertama Misa Kudus, HARI RAYA HATI YESUS YANG MAHAKUDUS – Jumat, 3 Juni 2016)

DOMBA YANG HILANG LUK 15Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya Aku sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah Aku akan mencari domba-domba-Ku dan Aku akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. Aku akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; Aku akan menggembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu. Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan diatas gunung-gunung Israel yang tinggi disitulah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. Aku sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan Aku akan akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yng hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; Aku akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya. (Yeh 34:11-16)

Mazmur Tanggapan: Mzm 23:1-6; Bacaan Kedua: Rm 5:5b-11; Bacaan Injil: Luk 15:3-7

Pada hari raya yang istimewa ini, hati penuh cintakasih yang dimiliki Yesus bagi para pengikut-Nya diletakkan di hadapan kita, untuk kita kontemplasikan dan untuk membuat diri kita bersukacita di dalam HATI-NYA itu. Gambaran tentang seorang gembala yang menjaga dan memelihara kawanan dombanya dalam petikan Kitab Nabi Yehezkiel di atas, sangat cocok untuk menggambarkan hati Yesus, sang Gembala Baik. Kita dapat merenungkan belas kasihan yang ada dalam hati Yesus selagi kita membaca-ulang gambaran seorang gembala yang diberikan oleh nabi Yehezkiel.

Bacaan di atas menunjukkan bahwa sang gembala mencari dombanya sendiri pada waktu domba itu tercerai dari kawanannya. Dia tidak mengirimkan pekerja bayaran atau asistennya untuk mencari domba yang hilang, melainkan dia sendirilah yang pergi mencari. Dia bahkan bersedia untuk pergi ke tempat-tempat yang gelap sekali pun agar bisa mendapatkan kembali dombanya yang hilang.

1936107_149524173281_2607575_nBagaimana dengan Yesus? Ia begitu mengasihi kita, sehingga sampai berapa dalam pun kita sudah terjatuh ke dalam lembah dosa, betapa gelap pun tempat kita berada, Dia akan tetap mencari kita dan membawa kita pulang. Kalau pun sudah sedemikian parahnya kita, Dia akan tetap menggendong/membopong kita pulang ke rumah. Bayangkanlah “rumah” yang disediakan-Nya bagi kita: sebuah tempat bagi kita untuk beristirahat secara sempurna dan mengalami kedamaian, sebuah tempat di mana semua kebutuhan kita terpenuhi, tempat di mana setiap luka kita – baik luka fisik, luka emosional, maupun luka spiritual – disembuhkan. Dan janji-janji-Nya tidak terbatas hanya untuk surga di masa depan. Setiap hari kita dapat mengenal dan mengalami lebih lagi cintakasih dan perhatian-Nya. Bahkan selagi masih berada di dunia ini, kita dapat sedikit mengecap damai-sejahtera sempurna yang menantikan kita pada akhir hayat kita.

Yesus menjanjikan bahwa Dia sendiri akan menjadi Gembala kita. Dia sendirilah yang akan merangkul mereka yang menderita luka-luka dan menguatkan mereka yang lemah. Walaupun kita merasa kuat dan kompeten, Yesus akan tetap mengawasi kita dan melindungi kita. Dengan sebuah imaji (gambaran) yang begitu indah tentang Juruselamat kita, bagaimana kita dapat merasa takut? Bagaimana kita dapat mengabaikan, tidak peduli terhadap sebuah hati yang begitu lembah-lembut? Sebaliknya, bukankah kita seyogianya dipenuhi hasrat kuat untuk bergegas mendapatkan Dia sambil membawa serta segala luka, rasa takut kita, dan mohon kepada-Nya untuk menyembuhkan diri kita? Bersama dengan sang pemazmur kita dapat berkata: “TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku” (Mzm 23:1).

Pesan sederhana Injil adalah, bahwa Yesus datang untuk meringankan beban-beban kita dan menguatkan kita agar dapat melayani Bapa dengan mantap-hati. Dapatkah kita percaya bahwa Hati Yesus adalah hati cintakasih dan belaskasihan? Dapatkah kita menerima kenyataan bahwa Dia tidak akan meninggalkan atau membuang kita, atau memandang remeh pencobaan-pencobaan yang sedang kita hadapi?

Perayaan besar hari ini sungguh merupakan sebuah undangan bagi kita semua untuk datang kepada Yesus dan menerima penyembuhan dan pemulihan sesuai dengan yang telah dijanjikan-Nya. Jangan sampai satu pun dari kita yang gagal memenuhi undangan-Nya.

DOA: Tuhan Yesus, bagiku Engkau adalah sang Gembala Baik. Pada saat ini aku bersembah-sujud di hadapan hati-Mu yang penuh belas kasihan. Tolonglah aku untuk percaya akan cintakasih-Mu bagi diriku. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Luk 15:3-7), bacalah tulisan yang berjudul “KARENA CINTA” (bacaan tanggal 3-6-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16:06 BACAAN HARIAN JUNI 2016. 

(Tulisan ini bersumberkan sebuah tulisan saya di tahun 2010) 

Cilandak, 1 Juni 2016 [Peringatan S. Yustinus Martir]

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS