BARTIMEUS MENYERUKAN NAMA YESUS

(Bacaan Injil Misa Kudus, Peringatan S. Filipus Neri, Imam – Kamis, 26 Mei 2016) 

Bartimaeus'_sight_restored_7-109Lalu tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Yerikho. Ketika Yesus keluar dari Yerikho bersama-sama murid-murid-Nya dan orang banyak yang berbondong-bondong ada seorang pengemis yang buta, bernama Bartimeus, anak Timeus, duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!” Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru, “Anak Daud, kasihanilah aku!” Yesus berhenti dan berkata, “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, “Teguhkanlah hatimu, berdirilah, ia memanggil engkau.” Orang buta itu menanggalkan jubahnya, lalu segera berdiri dan pergi kepada Yesus. Tanya Yesus kepadanya, “Apa yang kaukehendaki Kuperbuat bagimu?”  Jawab orang buta itu, “Rabuni, aku ingin dapat melihat!”  Lalu kata Yesus kepadanya, “Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!” Saat itu juga ia dapat melihat, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. (Mrk 10:46-52) 

Bacaan Pertama: 1 Ptr 2:2-5,9-12; Mazmur Tanggapan: Mzm 100:2-5

Bartimeus (anak Timeus) menyerukan nama Yesus dan kedua matanya yang tadinya buta menjadi sembuh. Nama Yesus sungguh memiliki kuat-kuasa. Yesus dengan ketaatan sempurna menerima kematian di kayu salib, dan “itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku ‘Yesus Kristus adalah Tuhan’, bagi kemuliaan Allah, Bapa!” (Flp 2:8,9-11).

Ini adalah NAMA yang dikatakan oleh Santo Petrus ketika dia dan Santo Yohanes berada di hadapan Mahkamah Agama di Yerusalem: “Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan”  (Kis 4:12).

Nama Yesus adalah nama yang amat-sangat berharga bagi setiap orang Kristiani yang sejati. Nama Yesus menurut Santo Bernardus dari Clairvaux [1090-1153], adalah “madu bagi mulut, musik bagi telinga, suatu sorak kegembiraaan dalam hati. Lihatlah, dengan terbitnya nama itu awan tersebar ke sana-sini dan hari akan cerah kembali. Apakah ada orang yang telah jatuh ke dalam dosa, dan apakah dia berlari dengan keputusasaan menuju kematian? Jika dia menyebut saja nama Kehidupan, bukankah hidupnya diubah dalam dirinya?” (Sermon 15 tentang Kidung-kidung).

Ketika Bartimeus yang buta mendengar bahwa Yesus ada di tengah rombongan orang banyak, ia mulai berseru, “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”  (Mrk 10:47,48). Perhatikan tanggapan Yesus terhadap seruan Bartimeus tersebut yang lain dengan reaksi banyak orang (lihat Mrk 10:48). Yesus berkata kepada orang-orang: “Panggillah dia!” Mereka memanggil orang buta itu dan berkata kepadanya, “Teguhkanlah hatimu, berdirilah, Ia memanggil engkau” (Mrk 10:49). Apakah arti semua ini bagi kita (anda dan saya)? Ini adalah sebuah undangan kepada kita masing-masing untuk menyerukan nama Yesus setiap saat kita membutuhkan pertolongan-Nya!

Hanya sedikit orang yang pernah menulis dengan begitu indahnya tentang kuat-kuasa penyembuhan dari Nama Yesus seperti Santo Bernardus dari Clairvaux. Ketika memeditasikan kidung pujian kepada Nama Yesus, Bernardus mengatakan, “Bukan tanpa alasan Roh Kudus membandingkan nama sang Mempelai laki-laki dengan minyak, ketika Dia menginspirasikan mempelai perempuan untuk berkata kepada sang Mempelai laki-laki: Nama-Mu adalah minyak yang dicurahkan. Karena minyak memberikan terang, minyak memberi makan, minyak mengurapi. Minyak menyulut api; minyak memperbaharui daging; minyak meredakan/mengurangkan rasa sakit. Minyak adalah terang, makanan, dan obat. Lihatlah bagaimana seperti ini nama dari Mempelai laki-laki yang sejati. Nama Yesus adalah terang ketika dikhotbahkan, adalah makanan dalam meditasi; adalah balsam dan penyembuhan ketika diminta bantuannya.

Seorang kudus lainnya yang sangat mencintai Nama Yesus Yang Mahakudus dan Bunda Maria adalah seorang imam Fransiskan yang bernama Santo Bernardinus dari Siena [1380-1444]; seorang pengkhotbah ulung yang pada masa hidupnya sudah dikenal sebagai orang kudus yang penuh hikmat. Paus Pius II [pontifikat: 1458-1464] menyebutnya sebagai Paulus kedua. Umat di beberapa tempat di Italia mendaulatnya sebagai uskup, namun dia selalu menolak dengan rendah hati.

DOA: Terpujilah Nama Yesus, sekarang dan selama-lamanya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 10:46-52), bacalah tulisan yang berjudul “TUHAN YESUS KRISTUS, KASIHANILAH KAMI” (bacaan tanggal 26-5-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-05 BACAAN HARIAN MEI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 28-5-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 25 Mei 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OF