IBLIS DAN ROH-ROH JAHAT ITU RIIL

 (Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VII – Rabu, 18 Mei 2016)

Keluarga Fransiskan: Peringatan/Pesta S. Feliks dr Cantalice, Biarawan Kapusin 

stdas0730Kata Yohanes kepada Yesus, “Guru, kami melihat seseorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah dia, karena dia bukan pengikut kita.” Tetapi kata Yesus, “Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorang pun yang telah mengadakan mukjizat demi nama-Ku dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Siapa saja yang tidak melawan kita, ia ada di pihak kita. (Mrk 9:38-40) 

Bacaan Pertama: Yak 4:13-17; Mazmur Tanggapan: Mzm 49:2-3,6-11

Masalah Iblis dan roh-roh jahat pengikutnya merupakan sesuatu yang kontroversial di beberapa tempat. Cukup banyak orang – termasuk sejumlah teolog – akan menyangkal realitas yang menyangkut keberadaan Iblis dan dan roh-roh jahat. Mereka menyatakan bahwa Iblis dan roh-roh jahat adalah suatu kepercayaan takhayul kuno atau salah diagnosa yang sangat patut disayangkan atas apa yang sekarang kita klasifikasikan sebagai gangguan-gangguan psikologis (Inggris: psychological disturbances).

Gereja Katolik tetap mengajarkan bahwa Iblis dan roh-roh jahatnya adalah sesat dan menyesatkan realitas-realitas. Mereka tersembunyi – tak kelihatan – namun mereka terus bekerja melawan Kerajaan Allah dengan aktif seperti pada zaman Yesus. Katekismus Gereja Katolik (KGK) memperkenalkan Iblis dan roh-roh jahat sebagai berikut:

“Di balik keputusan nenek moyang kita untuk membangkang terdengar satu suara penggoda yang bertentangan dengan Allah (Kej 3:1-5), yang memasukkan mereka ke dalam maut karena iri hati (Keb 2:24). Kitab Suci dan Tradisi melihat dalam wujud ini seorang malaikat yang jatuh, yang dinamakan setan atau iblis (Yoh 8:44; Why 12:9). Gereja mengajar bahwa dia pada mulanya adalah malaikat baik yang diciptakan Allah. “Setan dan roh-roh jahat lain menurut kodrat memang diciptakan baik oleh Allah, tetapi mereka menjadi jahat karena kesalahan sendiri” [Konsili Lateran IV, 1215: DS 800] (KGK 391).

Semua ajaran ini masuk akal bagi sensibilitas keagamaan kita, namun hanya mengetahui bahwa Setan atau Iblis itu sungguh riil tidaklah cukup. Mempunyai informasi adalah satu hal, namun adalah hal yang lebih penting adalah apabila kita dapat memperoleh peringatan dini. Kita perlu belajar tentang cara Iblis dan begundal-begundalnya bekerja sehingga kita dapat menjadi lebih cerdik lagi dalam menghadapi godaan-godaan mereka.

Satu pendekatan licik yang secara khusus digunakan Iblis adalah memecah-belah keluarga-keluarga anak-anak Allah. “Pendakwa saudara-saudara seiman kita” (Why 2:10) senang sekali membuat para saudara untuk mendakwa/menuduh satu sama lain … berseteru!” Bilamana kita mengalami pemikiran-pemikiran yang negatif dan menuduh orang lain – teristimewa jika pemikiran-pemikiran itu sungguh kuat – kita harus waspada dan mengambil langkah-langkah guna melawan pemikiran-pemikiran negatif itu. Semua itu tidak memerlukan apa pun yang rumit. Menyerukan nama Yesus atau memberkati diri kita dengan air suci dapat membungkam suara-suara ini. Membuat “tanda salib” atau mengucapkan keras-keras sebuah ayat dari Kitab Suci dapat efektif juga. Allah mempunyai kuat-kuasa yang jauh melampaui apa yang dimiliki Iblis. Kecuali dalam kasus-kasus yang jarang terjadi dan diizinkan oleh Allah berdasarkan alasan-alasan istimewa, Iblis akan lari ketika mendengar kita berseru kepada Bapa surgawi.

DOA: Tuhan Yesus, kami memuji Engkau karena memberikan kepada kami kemenangan atas Iblis dan roh-roh jahatnya. Semoga kami senantiasa berpaling kepada-Mu untuk memohon pertolongan-Mu dalam melawan kejahatan/ si Jahat, dan dalam melakukan perbuatan-perbuatan baik. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 9:38-40), bacalah tulisan yang berjudul “MELESET DAN MELESET LAGI” (bacaan tanggal 18-5-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-05 BAAAN HARIAN MEI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 22-5-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 17 Mei 2016 [Peringatan S. Paskalis Baylon, Bruder Fransiskan Ordo I]           

 Sdr. F.X. Indrapradja, OFS

Advertisements