AKU PERCAYA. TOLONGLAH AKU YANG TIDAK PERCAYA INI!

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan Biasa VII – Senin, 16 Mei 2016)

Keluarga Fransiskan: Peringatan, S. Margareta dr Cortona, Wanita Kudus (OFS) 

CHRIST HEALS EPILEPTIC BOYKetika Yesus, Petrus, Yakobus dan Yohanes kembali pada murid-murid lain, mereka melihat orang banyak mengerumuni murid-murid itu, dan beberapa ahli Taurat sedang bersoal jawab dengan mereka. Pada saat orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia. Lalu Yesus bertanya kepada mereka, “Apa yang kamu persoalkan dengan mereka?” Jawab seorang dari orang banyak itu, “Guru, anakku ini kubawa kepada-Mu, karena ia kerasukan roh yang membisukan dia. Setiap kali roh itu menyerang dia, roh itu membantingkannya ke tanah; lalu mulutnya berbusa, giginya berkertak dan tubuhnya menjadi kejang. Aku sudah meminta kepada murid-murid-Mu, supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” Lalu kata Yesus kepada mereka, “Hai kamu orang-orang yang tidak percaya, sampai kapan Aku harus tinggal di antara kamu? Sampai kapan aku harus sabar terhadap kamu? Bawalah anak itu ke mari!”

Lalu mereka membawanya kepada-Nya. Waktu roh itu melihat Yesus, ia segera mengguncang-guncangkan anak itu, dan anak itu terpelanting ke tanah dan terguling-guling, sedang mulutnya berbusa. Lalu Yesus bertanya kepada kepada ayah anak itu, “Sudah berapa lama ia mengalami ini?” Jawabnya, “Sejak masa kecilnya. Dan seringkali roh itu menyeretnya ke dalam api untuk membinasakannya. Tetapi jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami.” Jawab Yesus, “Katamu: Jika Engkau dapat? Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya!” Segera ayah anak itu berteriak, “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” Ketika Yesus melihat orang banyak makin datang berkerumun, Ia menegur roh jahat itu dengan keras, “Hai kau roh yang menyebabkan orang menjadi bisu dan tuli, Aku memerintahkan engkau, keluarlah daripada anak ini dan jangan merasukinya lagi!” Lalu keluarlah roh itu sambil berteriak dan mengguncang-guncang anak itu dengan hebat. Anak itu kelihatannya seperti orang mati, sehingga banyak orang yang berkata, “Ia sudah mati.” Tetapi Yesus memegang tangan anak itu dan membangunkannya, lalu ia berdiri.

Ketika Yesus masuk ke rumah, dan murid-murid-Nya sendirian dengan Dia, bertanyalah mereka kepada-Nya, “Mengapa kami tidak dapat mengusir roh itu?” Jawab-Nya kepada mereka, “Jenis ini tidak dapat diusir kecuali dengan doa.” (Mrk 9:14-29) 

Bacaan Pertama: Yak 3:13-18; Mazmur Tanggapan: Mzm 19:8-10,15

Bacaan Injil di atas mencatat: “Pada saat orang banyak itu melihat Yesus, tercenganglah mereka semua dan bergegas menyambut Dia” (Mrk 9:15). Mengapa sampai begitu? Mungkinkah penampilan-Nya masih meninggalkan sisa-sisa kemuliaan dari transfigurasi-Nya di atas gunung? Mungkinkah sisa-sisa kemuliaan ilahi ini yang memberikan ayah dari anak yang dirasuki roh jahat itu secercah harapan sehingga berani datang menghadap Yesus dan mengungkapkan kebutuhannya.

Yesus dapat mengatakan bahwa orang ini memiliki iman, namun Ia menantang dia untuk masuk lebih dalam lagi: “Segala sesuatu mungkin bagi orang yang percaya!” (Mrk 9:23). Orang itu menanggapi pernyataan Yesus secara menakjubkan dan dia pun dengan rendah hati membuat pengakuan: “Aku percaya. Tolonglah aku yang tidak percaya ini!” (Mrk 9:24). Orang ini mengakui pergumulan-pergumulannya sendiri dan pada saat yang sama dia membuat langkah iman yang lebih mendalam. Untuk itu dia pun diberi ganjaran luarbiasa oleh Yesus.

Seberapa seringkah kita mengalami situasi serupa? Kita ingin percaya, dan barangkali mengalami Allah yang bekerja dalam hidup kita, namun realitas kebutuhan kita menyebabkan bangkitnya bisikan-bisikan ketidakpercayaan. Kita dapat membungkam bisikan-bisikan ini dengan menyatakan iman yang kita miliki: “Aku percaya bahwa Allah mengasihiku. Aku percaya bahwa Dia memberikan Putera-Nya untuk menyelamatkan aku dari dosa. Aku percaya bahwa Dia telah mencurahkan Roh Kudus-Nya ke dalam diriku guna membuat diriku semakin serupa dengan Dia.” Kita dapat mengumpulkan segala pernyataan iman kepercayaan kita dan bertanya kepada diri kita sendiri: “Jika ini adalah Allah, bagaimana aku mungkin percaya bahwa Dia tidak ingin memenuhi kebutuhanku, menyembuhkan diriku, dan membebaskan aku dari yang jahat?” Allah jauh lebih mampu untuk memperdalam iman kita dan menjawab doa kita!

Yesus juga mengatakan kepada para murid bahwa kemampuan mereka untuk mengusir roh jahat perlu didukung oleh doa dan puasa. Dia mengetahui bahwa semakin banyak waktu yang dipakai seseorang untuk menyangkal diri, dan menahan diri dari nafsu serta lebih memakainya untuk mendengarkan Allah dalam doa, maka akan semakin mampu pula orang itu membuat langkah iman. Hal itu juga benar bagi kita. Oleh karena itu, marilah kita semua membuat pengakuan iman: “Tuhan, kami percaya, tolonglah ketidakpercayaan kami.” Marilah kita semua juga pergi menghadap Yesus dengan kejujuran dan menerima kasih-Nya bagi kita, walaupun kenyataan menunjukkan bahwa iman kita seringkali goyah.

DOA: Tuhan Yesus, aku mengasihi Engkau. Aku percaya bahwa Engkau akan selalu bersamaku. Engkau adalah kota bentengku, dan dalam Engkau aku tidak pernah akan dikalahkan. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Mrk 9:14-29), bacalah tulisan yang berjudul “DUA HAL VITAL YANG DIPERLUKAN AGAR DAPAT MELIHAT ALLAH BEKERJA DENGAN PENUH KUAT-KUASA” (bacaan tanggal 16-5-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-05 BACAAN HARIAN MEI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 20-5-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak,  15 Mei 2016 [HARI RAYA PENTAKOSTA] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS