BUKAN HAMBA, MELAINKAN SAHABAT

(Bacaan Injil Misa Kudus, PESTA SANTO MATIAS, RASUL – Sabtu, 14 Mei 2016)

c3606b07eb3e0f92bb5bfe8287005989“Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.

Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada ini, yakni seseorang memberikan nyawanya demi sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu melakukan apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengaar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang terhadap yang lain.” (Yoh 15:9-17)

Bacaan Pertama: Kis 1:15-17,20-26; Mazmur Tanggapan: Mzm 113:1-8

“Aku tidak menyebut kami lagi hamba, …… Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku” (Yoh 15:15).

Yesus mengatakan kepada para rasul-Nya bahwa mereka bukanlah sekadar para hamba-Nya, melainkan adalah sahabat-sahabat-Nya sendiri. Mereka adalah pribadi-pribadi yang diundang sendiri oleh Yesus untuk hidup dan berkarya bersama Yesus. Mereka adalah pribadi-pribadi yang cukup dipercayai-Nya untuk diutus mewartakan Kabar Baik dalam nama-Nya (Mrk 3:14). Matias yang pestanya dirayakan oleh kita (Gereja) pada hari ini adalah juga salah seorang sahabat Yesus yang telah bersama Yesus sejak awal dan telah menyaksikan Kristus yang telah bangkit setelah hari Minggu Paskah (lihat Kis 1:21-22).

ST. MATIAS RASUL - 1Seperti Matias dan para rasul lainnya, kita sendiri dipanggil untuk menjalin tali persahabatan yang akrab dengan Yesus. Yesus mengundang kita untuk hidup bersama-Nya dan menjadi seorang saksi atas kebangkitan-Nya. Selagi kita menyediakan waktu yang banyak lagi dengan Yesus, maka Dia akan mengubah kita sampai kita menjadi semakin serupa dengan diri-Nya – instrumen yang efektif sehubungan dengan kedatangan kerajaan-Nya di dalam dunia.

Tidak kurang dari panggilan para rasul, sebenarnya setiap umat beriman dipanggil untuk menjadi saksi sukacita berkenan dengan Yesus yang bangkit. Kaum awam di dalam Gereja – seperti juga para imam, birawati/biarawan – sebenarnya diberikan privilese untuk turut ambil dalam hidup apostolik Gereja, untuk berpartisipasi dalam “misi keselamatan Gereja sendiri. Dengan baptis dan penguatan semua ditugaskan oleh Tuhan sendiri untuk kerasulan itu. …… Demikianlah setiap orang awam, karena karunia-karunia yang diterimanya, menjadi saksi dan sarana hidup perutusan Gereja sendiri” (Lumen Gentium, 33).

Bagaimana kita akan mengalami belas kasih Kristus kalau kita tidak menjadi tangan-tangan-Nya dan kaki-kaki-Nya? Dalam hal-hal biasa maupun luarbiasa yang kita lakukan – dalam gereja-gereja kita, dalam lingkungan-lingkungan kita, dalam komunitas-komunitas kita lainnya, dalam kawasan pemukiman kita, bahkan dalam rumah tangga kita masing-masing – Yesus minta kepada kita agar supaya kasih-Nya hadir bagi orang-orang lain. Yesus sendiri ingin memancarkan terang cahaya-Nya melalui diri kita masing-masing, sehingga dengan demikian menarik orang-orang lain kepada-Nya.

Sekarang, marilah kita mohon kepada Tuhan Yesus agar menarik kita kepada relasi persahabatan yang lebih erat dengan diri-Nya, sehingga kita dapat bertumbuh dalam pengenalan dan pengalaman akan kasih-Nya, dengan demikian kita dapat menjadi instrumen Injil-Nya yang lebih efektif.

DOA: Tuhan Yesus, terima kasih penuh syukur kuhaturkan kepada-Mu karena Engkau telah membuat diriku salah seorang sahabat-Mu. Tolonglah aku agar tetap setia dalam melakukan bagian dari pekerjaan-Mu yang telah Kaupercayakan kepadaku untuk kukerjakan. Tuhan, jadikanlah hatiku agar semakin serupa dengan hati-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 1:15-17,20-26), bacalah tulisan yang berjudul  “PERANAN PEMIMPIN” (bacaan tanggal 14-5-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-05 BACAAN HARIAN MEI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi darti tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 14-5-14 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 13 Mei 2016 [Peringatan S.P. Maria dari Fatima] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS