SUPAYA MEREKA SEMUA MENJADI SATU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Kamis, 12 Mei 2016)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Leopoldus Mandic, Imam Kapusin 

YESUS BERDOA - 1Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka menjadi satu dengan sempurna, agar dunia tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.

Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku; dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka.” (Yoh 17:20-26)

Bacaan Pertama: Kis 22:30;23:6-11; Mazmur Tanggapan: Mzm 16:1-2,5,7-11  

Sekarang kita telah sampai kepada kata-kata penutup dalam doa Yesus kepada Bapa-Nya di surga, sebuah doa yang dikenal sebagai doa-Nya sebagai Imam Besar Agung. Kata-kata terakhir-Nya dalam doa ini adalah doa untuk semua orang yang percaya kepada-Nya agar menjadi satu dengan kesatuan Bapa dan Putera.

Jelas terasa bahwa Yesus dengan wawasan ilahi-Nya mampu melihat jauh ke masa depan dan melihat banyak yang menjadi percaya kepada-Nya. Melalui karya pewartaan para rasul-Nya yang pada saat doa ini dipanjatkan berada di sekeliling-Nya, Kabar Baik-Nya akan disebarluaskan ke segala penjuru dunia. Banyak orang akan mengikuti para rasul-Nya dan kemudian juga membawa pesan keselamatan-Nya ke ujung-ujung dunia.

Namun Yesus juga melihat adanya berbagai ketidakcocokan, perseteruan, perpecahan, gejolak, dlsb. yang terjadi di antara orang-orang yang percaya kepada-Nya. Yesus tentu melihat hal itu dan berdoa kepada Bapa-Nya untuk terciptanya kesatuan dan persatuan antara semua pengikut-Nya.

Kesatuan, persatuan dan kasih yang terwujud di antara umat Kristiani harus menjadi suatu tanda kepada dunia. Ini adalah untuk membuktikan bahwa Yesus sungguh diutus oleh Bapa surgawi yang mengasihi kita seperti Dia mengasihi Putera-Nya yang tunggal.

5791933484_07a0b591d5_b-618x475Dalam Gereja Perdana kita mendengar dan membaca bahwa kasih sejati seperti itu memang ada, demikian pula kesatuan dan persatuan di antara para murid-Nya. Hal ini terlihat dalam cara hidup jemaat yang pertama (Kis 2:41-47; 4:32-37), dan … para rasul sangat dihormati orang banyak. Makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan (Kis 5:13-14). Kita dapat mengatakan bahwa ada sesuatu yang istimewa tentang umat Kristiani perdana. Sebagai sebuah komunitas, mereka menunjukkan sesuatu yang lebih daripada sekadar suatu  ikatan kasih manusiawi, lebih daripada sekadar suatu ikatan persahabatan. Komunitas Kristiani perdana memberikan kesaksian tentang  karya Allah di antara mereka. Itu adalah suatu tanda berkenan dengan sesuatu yang asli dan benar.

Kita tentunya menyadari perpecahan di antara para pengikut Kristus pada hari ini, sebagai akibat dan kelanjutan dari perpecahan yang terjadi beberapa abad lalu. Kita juga tahu bahwa melalui kasih yang tulus dan oleh kuat-kuasa Allah melalui doa kita dapat sungguh menjadi satu. Selagi Yesus berdoa agar semua menjadi satu seperti Dia dan Bapa-Nya adalah satu, maka kita pun harus memohon belas kasih Bapa, pengampunan dari Dia dan kesatuan dan persatuan antara kita anak-anak-Nya.

DOA: Bapa surgawi, Yesus Kristus, Roh Kudus, Engkau adalah Allah yang satu dalam kasih. Buatlah kami semua satu dalam iman dan kasih. Terpujilah Allah Tritunggal Mahakudus, sekarang dan selama-lama-Nya. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:20-26), bacalah tulisan yang berjudul “PENTAKOSTA YANG SEJATI” (bacaan tanggal 12-5-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-05 BACAAN HARIAN MEI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-5-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 10 Mei 2016 [Peringatan S. Damianus de Veuster, Imam] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS