MENELADAN YESUS DALAM BERDOA

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan VII Paskah – Rabu, 11 Mei 2016)

Keluarga Fransiskan: Peringatan S. Ignasius dr Laconi, Biarawan Kapusin 

JESUS PRAYING - 001Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita. Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa selain dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya digenapi yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi supaya Engkau melindungi mereka dari yang jahat. Mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu itulah kebenaran. Sama seperti Engkau telah mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka pun dikuduskan dalam kebenaran. (Yoh 17:11b-19) 

Bacaan Pertama: Kis 20:28-38; Mazmur Tanggapan: Mzm 68:29-30,33-36  

Dari orang-orang yang pernah hidup di dunia, hanya ada satu Pribadi yang tidak perlu berdoa. Hanya ada satu Pribadi yang kesempurnaan diri-Nya sedemikian rupa sehingga tidak ada kewajiban pada diri-Nya kepada Allah atau kepada diri-Nya sendiri. Mengapa sampai begitu? Karena Pribadi ini adalah Allah: Ia adalah Kristus, sungguh Allah sungguh manusia (100% Allah dan 100% Manusia).

Namun jika kita mempelajari kitab-kitab Injil, kita akan melihat begitu sering Yesus berdoa. Injil Markus beberapa kali mencatat apa kiranya arti doa dalam hidup Yesus: (1) Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia (Yesus) bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang terpencil dan berdoa di sana (Mrk 1:35); (2) Setelah berpisah dari mereka (para murid), Ia pergi ke bukit untuk berdoa; (3) Di taman Getsemani, Yesus bersabda kepada para murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa” (Mrk 14:32). (4) Sikap doa dan doa-Nya di taman Getsemani sudah kita ketahui (Mrk 14:35 dsj.); (4) Pentingnya berdoa juga diungkapkan oleh Yesus dalam Mrk 9:29 dan Mrk 13:18.

Injil Yohanes memberikan kepada kita pengajaran-pengajaran Yesus yang mendetil pada Perjamuan Terakhir. Seluruh bab 17 yang terdiri dari 26 ayat berisikan doa Yesus untuk murid-murid-Nya (termasuk juga murid-murid di masa mendatang) juga dilakukan dengan latar belakang Perjamuan Terakhir tersebut. Doa ini disebut juga Doa Imam Besar Agung.

woman_praying3Injil Lukas mengindikasikan kebiasaan berdoa dari Yesus. Injil tersebut mencatat bahwa setelah Perjamuan Paskah, sebagaimana biasa Yesus pergi ke taman Getsemani, tentunya untuk berdoa. Ia berkata kepada para para murid-Nya: “Berdoalah supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan”  (Luk 22:39-40). Kemudian Yesus menjauhkan diri dari para murid-Nya  sejauh lemparan batu, lalu Dia berlutut dan berdoa, …… sebuah doa yang terasa sangat manusiawi: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau berkenan, ambillah cawan ini dari hadapan-Ku; tetapi jangan kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang jadi”  (Luk 22:42). Santo Lukas – yang adalah seorang tabib/dokter – adalah orang menyatakan bahwa peluh Yesus menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah ketika Dia berdoa di taman Getsemani (Luk 22:44). Lukas juga menulis bahwa Yesus mengajak para murid-Nya untuk berdoa, supaya mereka jangan jatuh ke dalam pencobaan (Luk 22:45). Dari pengalaman kita mengetahui bahwa sulitlah untuk berdoa ketika kita sedang menderita, sedang berada di tengah kesusahan hidup. Dalam penderitaan-Nya, Yesus justru berdoa lebih serius lagi. Inilah yang harus kita teladani.

Dalam perumpamaan-perumpamaan-Nya, Yesus mengajar kita semua untuk bertekun dalam doa. Pada dasarnya Dia mengajar bahwa kita membutuhkan doa sebagai suatu kebiasaan seumur hidup kita. Yesus mengajar hal ini dengan paling jelas lewat contoh-contoh hidup-Nya sendiri.

DOA: Tuhan Yesus, kami sungguh hendak menjadi murid-murid-Mu yang setia. Ajarlah kami agar doa menjadi jalan alamiah bagi kami untuk menjalin dan mempertahankan persahabatan yang hidup dan aktif dengan Engkau. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:11b-19), bacalah tulisan yang berjudul “MENANTIKAN KEDATANGAN ROH KUDUS” (bacaan tanggal 11-5-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-05 BACAAN HARIAN MEI 2016. 

Cilandak, 9 Mei 2016 [Peringatan S. Katarina dr Bologna, Perawan] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS