KASIH ALLAH MENGALAHKAN DOSA, RASA TAKUT DAN MAUT

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI MINGGU PASKAH VII [TAHUN C] – 8 Mei 2016)

HARI MINGGU KOMUNIKASI SEDUNIA 

RABI DARI NAZARET - 1Bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku melalui pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu. Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka menjadi satu dengan sempurna, agar dunia tahu bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. Ya Bapa, Aku mau supaya, di mana pun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan. Ya Bapa yang adil, memang dunia tidak mengenal Engkau, tetapi Aku mengenal Engkau, dan mereka ini tahu bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku, dan Aku telah memberitahukan nama-Mu kepada mereka dan Aku akan memberitahukannya, supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di dalam mereka dan Aku di dalam mereka. (Yoh 17:20-26) 

Bacaan Pertama: Kis 7:55-60; Mazmur Tanggapan: Mzm 97:1-2,6-7,9; Bacaan Kedua: Why 22:12-14,16-17,20 

“TUHAN adalah Raja. Biarlah bumi bersorak-sorak” (Mzm 97:1). 

Sungguh sebuah berita yang begitu indah: Yesus mengasihi kita dengan kasih yang sama seperti yang yang dimiliki Bapa surgawi bagi-Nya! Bapa surgawi mengutus Putera-Nya yang tunggal untuk menebus kita, sehingga dengan demikian kita dapat “menjadi satu secara sempurna” satu satu sama lain dan dengan Dia (Yoh 17:23-24). Dalam kasih-Nya kepada kita, Dia mengutus Roh Kudus untuk berdiam dalam hati kita dan meresapi hidup kita dengan kehadiran-Nya. Kebenaran-kebenaran ini dapat menjadi tidak mudah dipahami oleh kita, meskipun kita semua rindu untuk mengalami kasih yang sedemikian.

Kasih Allah bukanlah sekadar sebuah teori atau suatu gagasan abstrak; kasih Allah adalah sebuah realitas yang mentransformasikan semua orang yang menerimanya. Oleh kasih Bapa surgawi, banyak orang telah digerakkan untuk membaktikan seluruh hidup mereka dalam mengikut Yesus. Stefanus dimampukan menjadi seorang martir dalam imannya akan Sang Penyelamat karena dia mengenal kasih Bapa surgawi. Dia dipenuhi dengan Roh sukacita ketika melihat dalam visinya, langit terbuka dan Anak Manusia (Yesus) berdiri di sebelah kanan Allah (Kis 7:55-60).

Cima_da_Conegliano,_God_the_FatherBapa surgawi mengutus Roh Kudus untuk menghibur dan membimbing kita. Roh Kudus rindu untuk memenuhi diri kita dengan kasih Bapa surgawi. Dengan demikian, Dia berkata kepada kita: “Marilah! Siapa yang haus, hendaklah ia datang, dan siapa yang mau, hendaklah ia mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma!”  (Why 22:17). Ini adalah hidup dan kasih yang mengalir dari hati Allah sendiri. Kasih Allah ini diberikan-Nya kepada kita tanpa biaya apa pun, gratis! Kasih-Nya itu meyakinkan kita bahwa kita adalah anak-anak-Nya yang sangat berharga di mata-Nya.

Kasih Allah ini mengalahkan dosa, rasa takut dan maut itu sendiri, dengan kekuatan yang jauh melebihi segala khotbah, pernyataan-pernyataan suci dan dogma-dogma yang menyangkut iman-kepercayaan dalam sejarah kekristenan. Marilah kita menerima kasih ini dan memperkenankannya mengubah hati kita, pikiran kita, bahkan dunia kita! Dalam doa kita setiap hari baiklah kita membuat tenang hati kita di hadapan Bapa surgawi dan mohon kepada-Nya untuk menanamkan kasih-Nya dalam diri kita. Bapa surgawi mendengarkan doa-doa kita dengan kelemah-lembutan dan sukacita. Ia bergembira menghadapi anak-anak-Nya yang berserah diri kepada-Nya dengan penuh ketulusan hati.

DOA: Bapa surgawi, penuhi diri kami dengan kasih-Mu yang sempurna! Kami ingin mengalami kasih-Mu dan kepenuhan Roh Kudus dalam hati kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 17:20-26), bacalah tulisan yang berjudul “KASIH ALLAH YANG MEMOTIVASI SEGALA SIKAP DAN PERILAKU YESUS TERHADAP PARA MURID-NYA” (bacaan tanggal 8-5-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-05 BACAAN HARIAN MEI 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 12-5-13 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 6 Mei 2016 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS