SEORANG PUN TIDAK AKAN MEREBUT MEREKA DARI TANGAN-KU

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan IV Paskah – Selasa, 19 April 2016)

Shepherdt5 dari Dian

Tidak lama kemudian tibalah hari raya Penahbisan Bait Allah di Yerusalem; ketika itu musim dingin. Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo, Lalu orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya, “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.” Yesus menjawab mereka, “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberi kesaksian tentang Aku, tetapi kamu tidak percaya, karena kamu tidak termasuk domba-domba-Ku. Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar daripada siapa pun, dan seorang pun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu.” (Yoh 10:22-30)

Bacaan Pertama: Kis 11:19-26;  Mazmur Tanggapan: Mzm  87:1-7

“… Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yoh 10:28).

Bayangkanlah begitu terjamin keamanan kita sehingga tidak ada apa atau siapa pun yang mampu untuk menggoncangkan kita, apakah itu bencana alam, wabah penyakit, berbagai krisis, penderitaan, atau bahkan kematian dll. Rasanya sulit untuk dipercaya – too good to be true – namun ini memang janji Yesus kepada kita sebagai domba-domba-Nya. Kita mungkin telah sangat sering mendengar pernyataan-pernyataan seperti ini, sehingga kita tidak memandangnya terlalu serius. Akan tetapi, baiklah kita ingat bahwa implikasi dari sabda Yesus ini menyentuh tidak saja isu-isu kecil, melainan juga isu-isu besar dalam kehidupan kita.

Dengan pernyataan sederhana ini, Yesus mengungkapkan kebesaran Allah. Yesus menunjukkan bahwa Bapa surgawi jauh lebih besar dan agung dari apa saja dan siapa saja. Dia memiliki kuat-kuasa yang tak tertandingi oleh apa saja atau siapa saja. Bencana alam yang paling dahsyat, pergolakan/kegaduhan dalam masyarakat yang disebabkan kondisi “poleksosbud” yang sangat carut marut, wabah penyakit yang sangat serius – semua itu tidak dapat menggoncangkan apalagi mengalahkan kuat-kuasa Allah, karena Dia Mahakuasa, Mahaperkasa. Bapa surgawi juga adalah Allah Yang Mahatahu. Tidak ada yang luput dari pengamatan-Nya yang penuh kasih. Ia ada di mana-mana. Walau pun kita merasakan kesendirian yang mencekam (sunyi sepi sendiri), Dia tidak pernah meninggalkan kita. Masalah kita yang bagaimana pun beratnya senantiasa dapat dipecahkan-Nya. Memang Allah yang kita sembah adalah Allah Yang Mahalain!

SALIB YANG DITINGGIKANYesus Kristus – Gembala kita yang baik – telah memberikan kepada kita hidup kekal melalui kematian dan kebangkitan-Nya. Dia telah menempatkan kita dalam suatu posisi yang indah dan menakjubkan – dalam tangan-tangan-Nya, dan tidak akan dipindahkan. Realitas dari apa yang dilakukan Yesus di atas kayu salib tidak pernah boleh dianggap remeh. Iblis tentu selalu ingin meyakinkan kita semua bahwa penyaliban Yesus di bukit Kalvari hanyalah merupakan suatu peristiwa simbolis yang tidak relevan dalam hal perjuangan hidup kita sehari-hari dan tentunya tidak mampu mempunyai efek terhadap berbagai situasi kesulitan hidup di mana kita mengalami rasa khawatir, takut dll.

Yesus mengatakan kepada kita bahwa Dia memberikan hidup kekal kepada kita – suatu hidup yang tidak lagi terikat oleh dosa, tidak lagi di bawah dominasi dusta Iblis, tidak lagi subjek dari ketakutan. Melalui pertobatan dan iman-kepercayaan kepada Kristus, kita dapat mengatasi setiap godaan, ketakutan, kekhawatiran yang muncul.

Tentu saja posisi kita dalam tangan-tangan Yesus dapat bergeser kalau kita tidak membuat keputusan-keputusan yang membuat kita senantiasa dekat dengan Dia. Setiap hari, kita harus memohon kepada Yesus untuk meyakinkan kita secara lebih mendalam tentang pengampunan-Nya, kasih-Nya, dan kuat-kuasa-Nya untuk mengalahkan musuh-musuh kita, yaitu Iblis (dan roh-roh jahat pengikutnya) yang senantiasa berniat menjatuhkan kita ke dalam jurang dosa (lihat 1Ptr 5:8-9). Selagi kita melakukan semua itu, maka rasa takut kita, godaan-godaan, dan rasa bersalah kita pun akan menghilang.

DOA: Terpujilah Engkau, ya Tuhan Yesus karena Engkau adalah Gembala yang baik bagi kami domba-domba-Mu. Melalui kematian dan kebangkitan-Mu, kami memperoleh hidup kekal dan diperdamaikan dengan Bapa surgawi. Engkau juga berjanji bahwa tidak ada seorang pun yang dapat merenggut kami dari tangan-tangan kasih-Mu. Terima kasih penuh syukur kami haturkan kepada-Mu, ya Yesus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 11:19-26), bacalah tulisan-tulisan yang berjudul “MENJADI KRISTIANI” (bacaan tanggal 19-4-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-04 BACAAN HARIAN APRIL 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 28-4-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 17 April 2016 [HARI MINGGU PASKAH IV – HARI MINGGU PANGGILAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS