SEBUAH PERJAMUAN PERSAHABATAN

(Bacaan Injil Misa Kudus, Hari Biasa Pekan III Paskah – Selasa, 12 April 2016)

christ-teaches-i-am-the-bread-of-life

Sebab itu, kata mereka kepada-Nya, “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu? Apakah yang Engkau kerjakan? Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari surga.”

Lalu kata Yesus kepada mereka, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang  memberikan kamu roti yang  benar dari surga. Karena roti yang dari Allah ialah roti yang turun dari surga dan yang memberi hidup kepada dunia.” Maka kata mereka kepada-Nya, “Tuhan, berikanlah kami roti itu senantiasa.” Kata Yesus kepada mereka, “Akulah roti kehidupan; siapa saja yang datang kepada-Ku, ia tidak akan pernah lapar lagi, dan siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia tidak akan pernah haus lagi. (Yoh 6:30-35)

Bacaan Pertama: Kis 7:51-8:1a; Mazmur Tanggapan: Mzm 31:3-4,6-8,17,21

“Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, bukan Musa yang memberikan kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari surga.” …… “Akulah roti kehidupan” (Yoh 6:32,35).

Ketika Allah memanggil kita untuk berkumpul bersama di sekeliling Kristus, maka hal itu tidak hanya berarti Dia ingin berbicara kepada kita, melainkan juga untuk berada bersama dengan kita dalam sebuah perjamuan. Bentuk Liturgi Ekaristi pada dasarnya adalah bentuk sebuah perjamuan, suatu perpanjangan atau kelanjutan dari Makan Malam Paskah dan perjamuan persahabatan orang Ibrani pada hari Sabat. Namun perjamuan ini tidak menghilangkan unsur persembahan kurban dari Misa. Tanda ke dalam mana Yesus memilih untuk menempatkan karya penyelamatan-Nya adalah sebuah perjamuan suci.

I-am-the-Bread-of-LifePerjamuan makan merupakan sebuah bagian yang bersifat hakiki dari liturgi Bait Suci dan pertemuan-pertemuan dalam Perjanjian Lama. Ini adalah suatu tindakan keagamaan. Benda-benda yang dikurbankan dimakan dalam Rumah Allah sebagai sebuah lambang janji Mesianis. “…… tempat yang akan dipilih TUHAN (YHWH), Allahmu, dari segala sukumu sebagai kediaman-Nya untuk menegakkan nama-Nya di sana, tempat itulah yang harus kamu cari dan ke sanalah harus kamu pergi. Ke sanalah harus kamu bawa korban bakaran dan korban sembelihanmu dan persembahan khususmu, korban nazarmu dan korban sukarelamu, anak-anak sulung lembu sapimu dan kambing dombamu. Di sanalah kamu makan di hadapan YHWH, Allahmu, dan bersukaria, kamu dan seisi rumahmu, karena dalam segala usahamu engkau diberkati oleh YHWH, Allahmu”  (Ul 12:5-7). “Orang yang rendah hati akan makan dan kenyang” (Mzm 22:27). “Engkau menyediakan hidangan bagiku”  (Mzm 23:5). Singkatnya, Allah mengundang umat –Nya untuk ikut ambil bagian dalam sebuah perjamuan persahabatan.

Kristus menggunakan simbol-simbol yang sama ini untuk mengantisipasi kedatangan  kerajaan dari para pengikut-Nya di atas bumi dan di surga. Ia berkata, “Aku menganugerahkan kerajaan kepada kamu, sama seperti Bapa-Ku menganugerahkannya kepada-Ku, supaya kelak kamu makan dan minum semeja dengan Aku di dalam Kerajaan-Ku …”  (Luk 22:29-30). Lalu Dia berkata lagi: “Lihat, Aku berdiri di depan pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk menemui dia dan makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku”  (Why 3:20).

Perjamuan Ekaristi adalah kelanjutan dari pesan Perjanjian Lama. Misa Kudus adalah perjamuan yang mengindikasikan kedatangan sang Juruselamat dan kedatangan Kerajaan-Nya. Dalam rangka pelaksanaan misi-Nya, para rasul membuktikan diri bahwa mereka adalah saksi-saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus …… dan saksi-saksi dari penampakan diri Yesus setelah kebangkitan-Nya, …… “yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah ia bangkit dari antara orang mati” (Kis 10:41).

DOA: Bapa surgawi, kami percaya bahwa dengan memakan tubuh Kristus dan minum darah-Nya dalam Ekaristi, maka kami akan tinggal di dalam Dia dan Ia dalam kami. Dengan berdiam di dalam Dia, maka kami pun akan tinggal di dalam Engkau, sumber segala kehidupan. Terima kasih Bapa untuk anugerah “perjamuan persahabatan” atau Perayaan Ekaristi bagi umat-Mu. Amin. 

Catatan:  Untuk mendalami Bacaan Pertama hari ini (Kis 7:51-8:1a), bacalah tulisan yang berjudul  “SANTO STEFANUS, MARTIR KRISTUS” (bacaan tanggal 12-4-16) dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-04 BACAAN HARIAN 2016. 

(Tulisan ini adalah revisi dari tulisan dengan judul sama untuk bacaan tanggal 21-4-15 dalam situs/blog SANG SABDA) 

Cilandak, 10 April 2016 [HARI MINGGU PASKAH III – TAHUN C] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS