DIPANGGIL DENGAN NAMA

(Bacaan Injil Misa Kudus, HARI SELASA DALAM OKTAF PASKAH – 29 Maret 2016) 

KEBBANGKITAN - MARIA MAGDALENA DAN YESUSTetapi Maria berdiri di luar kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu, dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring sebelumnya. Kata malaikat-malaikat itu kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis?” Jawab Maria kepada mereka, “Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepadanya, “Ibu, mengapa engkau menangis? Siapa yang engkau cari?” Maria menyangka orang itu penjaga taman, lalu berkata kepada-Nya, “Tuan, jikalau Tuan yang mengambil Dia katakanlah kepadaku, di mana Tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya.” Kata Yesus kepadanya, “Maria!”  Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!”, artinya Guru. Kata Yesus kepadanya, “Janganlah engkau memegang Aku terus, sebab Aku belum naik kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid, “Aku telah melihat Tuhan!” dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya. (Yoh 20:11-18) 

Bacaan Pertama: Kis 2:36-41; Mazmur Tanggapan: Mzm 33:4-5,18-19,20,22

Apabila anda sedang berada di tengah orang banyak yang sedang berdesak-desakan menuju ke tempat diselenggarakannya konser musik Iwan Fals, dan ada yang berseru di sebelah belakang anda: “Hai, kamu!”, maka kemungkinan besar anda tidak akan meladeni seruan itu. Namun apabila nama anda yang diteriakkan, maka paling sedikit anda berpaling untuk melihat siapakah yang memanggil nama anda. Tidak ada apa pun yang lebih menarik perhatian kita daripada mendengar nama kita dipanggil – apakah di ruang tunggu dokter, di dalam ruang kelas, atau ketika duduk di meja perjamuan.

Ketika Yesus pertama kali menyapa Maria Magdalena dengan kata “perempuan” (terjemahan LAI-TB II: “ibu”), Maria Magdalena menyangka Dia penjaga taman (Yoh 20:15), namun ketika Yesus berkata kepada-Nya; “Maria!”, Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani, “Rabuni!”, artinya  Guru (Yoh 20:16). Jadi, pada saat itu Maria merasa yakin bahwa laki-laki yang berdiri di dekatnya adalah Yesus, Juruselamatnya, yang mengenal dekat dirinya dan mengasihinya. Bayangkanlah bagaimana kiranya perasaan Maria Magdalena pada saat ia menyadari bahwa Yesus hidup! Maria Magdalena telah menyaksikan kematian-Nya di kayu salib yang sangat mengenaskan, melihat-Nya dibaringkan di kuburnya dengan dibalut dalam kain kafan; sekarang Ia berdiri di depannya, dan berkata kepadanya: “Maria!”. Tangisannya berhenti dan dirinya pun dipenuhi dengan sukacita.

Orang-orang besar dalam Perjanjian Lama mendengar Tuhan memanggil mereka dengan nama juga. Allah menampakkan diri kepada Musa di semak berduri yang menyala namun tidak terbakar, memanggil namanya (Kel 3:4) dan memberi amanat kepadanya untuk memimpin orang-orang Israel ke luar dari perbudakan Mesir (Kel 3:10). Ketika dia mendengar suara Allah berbicara kepadanya, Abraham diberdayakan untuk meninggalkan segala sesuatu dan kemudian melakukan perjalanan jauh ke tanah yang tidak dikenal yang dijanjikan Allah untuk diberikan kepadanya (Kej 12:1-3).

Melalui nabinya, Allah berjanji kepada kita semua bahwa Dia akan memberikan kita nama yang baru. Kita tidak lagi disebut “yang ditinggalkan” dan “yang sunyi”, melainkan disebut oleh-Nya “yang berkenan kepada-Ku” (Yes 62:4). Sekarang, dapatkah kita (anda dan saya) memperkenankan Allah menunjukkan kepada kita bahwa kita berkenan kepada-Nya? Dapatkah kita memperkenankan Allah menunjukkan bahwa melalui Kristus, Ia telah menarik kita ke sisi-Nya dan membuat kita menjadi ciptaan baru? Yesus ingin memanggil kita masing-masing dengan nama setiap harinya. Apabila kita mendengarkan suara-Nya, maka hati kita akan dihangatkan dengan kasih-Nya, dan pikiran kita pun akan dipenuhi dengan kebenaran-Nya. Kita akan melihat arah ke mana kita harus pergi. Dan kita akan dikuatkan agar mampu menghadapi hidup ini dengan keberanian.

DOA: Tuhan Yesus, aku berterima kasih penuh syukur untuk kasih-Mu kepadaku. Engkau adalah gembalaku yang baik. Ajarlah aku bagaimana mendengarkan suara-Mu dengan baik dalam setiap situasi yang kuhadapi. Jagalah agar aku tetap dekat pada-Mu. Amin.

Catatan: Untuk mendalami Bacaan Injil hari ini (Yoh 20:11-18), bacalah tulisan yang berjudul “TUBUH KRISTUS” dalam situs/blog SANG SABDA http://sangsabda.wordpress.com; kategori: 16-03 BACAAN HARIAN MARET 2016. 

Cilandak, 27 Maret 2016 [HARI RAYA PASKAH KEBANGKITAN TUHAN] 

Sdr. F.X. Indrapradja, OFS